Diseminasi Teknologi

PERBANYAKAN BIBIT KOPI ROBUSTA

Minggu, 10 Okt 2021
Sumber Gambar : Lampung suara.com

Pendahuluan

Propinsi Lampung merupakan sentra produksi kopi robusta, yang sudah cukup dikenal di nusantara. Selain kualitas kopinya terbaik, juga aroma dan cita rasa khas kopi robustanya. Sentra kopi terutama di Kabupaten Lampung Barat, yang ditetapkan sebagai salah satu kawasan perkebunan kopi nasional, sesuai Kepmentan No 46/Kpts/PD.300/1/2015. Menurut BPS Propinsi Lampung (2014), areal kopi Robusta di Lampung Barat seluas 60.382 ha, sedangkan di kabupaten sekitarnya yaitu Tanggamus seluas 43.941 ha, dan Lampung Utara seluas 17.149 ha. Total areal kopi Robusta di Lampung adalah 161.162 ha dengan produksi mencapai 133.243 ton atau produktivitas 8,26 ku/ha. Perkebunan kopi robusta di Lampung tumbuh di dataran tinggi pada ketinggian 400 – 700 meter di atas permukaan laut dengan temperatur 21 – 24 derajat celcius.

Untuk menghasilkan bibit kopi berkualitas unggul, dapat dilakukan dengan cara perbanyakan vegetatif. Sementara umumnya perbanyakan secara generatif yang digunakan karena mudah dalam pelaksanaanya dan lebih singkat untuk menghasilkan bibit siap tanam dibandingkan dengan perbanyakan bibit secara vegetatif (klonal). Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan stek, sambung dan kultur jaringan. Teknik stek dan sambung dapat diterapkan pada beberapa tanaman untuk menyelamatkan keturunan tanaman yang unggul.  

Keunggulan perbanyakan kopi secara klonal adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai sifat yang sama dengan tanaman tetuanya
  • Mutu hasil seragam
  • Memanfaatkan dua sifat unggul batang atas dan batang bawah
  • Memiliki umur mulai berbuah (prekositas) lebih awal

 

 Teknik Perbanyakan Vegetatif Pada Tanaman Kopi  

  1. Setek

Cara ini Merupakan proses perbanyakan kopi untuk menumbuhkan akar entres kopi dengan menggunakan media tumbuh dan lingkungan. Media tumbuh yang digunakan untuk penyetekan kopi terdiri dari campuran pasir, pupuk kandang/humus dengan perbandingan 3:1.  Sebelumnya beri pecahan batu dan kerikil setebal 30 cm. Kondisi lingkungan untuk penyetekan kopi, disusun dalam bedengan yang dibuat memanjang dengan ukuran lebar 1,25 m dengan panjang 5-10 meter atau dapat menyesuaikan dengan keadaan tempat yang tersedia, kemudian di buat tutup bedengan/sungkup plastik dengan tinggi 60 cm. Bedengan setek di beri naungan yang cukup terbuat dari para-para (dari anyaman daun kelapa), sebaiknya penyetekan dilakukan di bawah pohon pelindung lamtoro atau jenis pepohonan lainnya yang dapat meneruskan cahaya.

Pelaksanaan penyetekan :

  • Gunakan entres yang masih hijau dan lentur tidak terlalu muda atau tua. Umur entres antara 3-6 bulan,
  • Entres kopi yang digunakan adalah pada ruas 2-4 dari pucuk.  Potong bahan setek menjadi satu ruas 6-8 cm dengan daun yang dikupir, bagian pangkal dipotong miring satu arah.
  • Tanam Setek dengan cara menancapkannya ke dalam media, dengan posisi daunnya menyentuh permukaan media. Jarak tanam stek 5-10 cm, kemudian  lakukan penyungkupan  dengan plastik.
  • Setelah setek ditanam, segera lakukan penyiraman dengan menggunakan gembor secara hati hati agar tidak merusak media tumbuh. Penyiraman dapat dilakukan 1-2 hari sekali dengan membuka sungkup dan segera ditutup kembali
  • Setelah umur ±3 bulan, sungkup dapat dibuka secara bertahap, dan pada umur ± 4 bulan setek dipindahkan ke pembibitan dengan menggunakan kantong plastik yang berisi media pasir : tanah : pupuk kandang perbandingan 1 : 2 : 1.
  • Bibit  siap tanam di kebun setelah berumur ±7 bulan di pembibitan.
  1. Penyambungan

Penyambungan kopi adalah penggabungan batang atas atau entres pada bibit kopi dewasa yang digunakan sebagai batang bawah. Pelaksanaan penyambungan dilakukan di pembibitan menggunakan bibit kopi batang bawah umur 5-6 bulan, dari saat benih disemaikan. Teknik dan tata cara penyambungan bibit kopi dilakukan mengikuti prosedur sebagai berikut:

  • Siapkan entres batang atas dan bibit batang bawah umur 5-6 bulan, Penyambungan dilakukan dengan memotong batang bibit batang bawah ketinggian 15-20 cm dan daun bibit batang bawah disisakan 1-3 pasang.
  • Bibit batang bawah yang telah dipotong, diiris dibagian tengah sepanjang 2-3 cm, untuk penyambungan entres batang atas.
  • Entres batang atas diambil dari kebun entres, dan dipotong satu ruas panjang 7 cm (3 cm di atas ruas dan 4 cm di bawah ruas).
  • Daun pada entres dihilangkan, dan pangkal entres diiris dua sisi menbentuk huruf V.
  • Penyambungan entres batang atas ke batang bibit batang bawah, dan sambungan diikat dengan tali rafia atau plastik. - Sambungan diberi sungkup kantung plastik transparan, pangkal sungkup diikat agar kelembaban dan penguapan terkendali serta air tidak masuk.
  • Lakukan pengamatan setelah dua minggu, sambungan hidup bila entres masih segar atau hijau dan bila sambungan mati entres berwarna hitam sungkup dibuka/dilepas apabila tunas tumbuh yang cukup besar.
  • Tali ikatan dibuka apabila pertautan telah kokoh dan tali ikatan mulai mengganggu pertumbuhan batang.

Kelemahan waktu penyambungan adalah pada saat musim kering, karena kondisi tanaman kopi robusta kambiumnya tidak aktif sehingga persentase sambungan hidupnya sangat kecil. Sebaiknya penyambungan dilakukan pada saat kondisi tanaman kopi tumbuh sehat, dan pada musim hujan. Perbanyakan bibit tanaman kopi juga dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan ( informasi seri berikutnya)

Sumber: Puslit Kopi dan Kakao

Penyusun: Nasriati

PENGUNJUNG

47458

HARI INI

55732

KEMARIN

40805923

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook