Gerbang Nasional

KUR, Salahsatu Sumber Permodalan Dalam Mengembangkan Usahatani

Jum'at, 08 Okt 2021
Sumber Gambar : Pusat Penyuluhan Pertanian

[ JAKARTA ] Sektor pertanian terus bertumbuh pesat sebesar 2,5% pada triwulan III pada tahun 2020. Peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian untuk tahun 2021 mengalami peningkatan, bila tahun 2020 sebesar Rp 50 triliun, maka target alokasi KUR tahun 2021 menjadi 70 triliun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) diberbagai kesempatan terus mendorong petani untuk bekerja maksimal dan mendorong petani untuk mendapatkan permodalan dalam mengembangkan usahanya salahsatunya melalui KUR.

Mentan mengatakan alokasi dana melalui KUR menyasar para pelaku dibidang pertanian baik pelaku usaha kelompok maupun perorangan. Pihaknya terus mendorong untuk pemanfaatan KUR dalam pengembangan pertanian.

“Hampir untuk seluruh sektor pertanian, jadi apa saja terkait sektor pertanian, atau usaha pertanian, itu memang kita dorong untuk mengambil KUR”. jelas Mentan.

Sementara itu Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Manusia melalui Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 37 pada hari Jumat (08/10/2321) secara virtual di AOR BPPSDMP bertemakan sumber-sumber pembiayaan untuk sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa saat ini merupakan transformasi pertanian menjadi pertanian bisnis yang menghasilkan duit. “Pertanian harus berorientasikan bisnis dan keuntungan”. ujad Dedi.

Lebih lanjut Dedi mengatakan persepsi tanam petik jual tidak cukup,pertanian perlu modal untuk bisnis pertanian, salahsatunya melalui KUR. Pertanian setelah petik harus diolah sehingga nilai tambahnya semakin besar.

Narasumber MSPP, Indah Megahwati Direktur Pembiayaan Pertanian, PSP mengatakan bahwa tujuan KUR antara lain meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, menengah dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Secara terperinci Indah menjelaskan inovasi kebijakan KUR sektor pertanian tahun 2021 diantaranya meningkatkan KUR tanpa angunan tambahan dari Rp. 50 juta menjadi Rp.100 juta, pemberian fasilitas KUR khusus untuk kelompok (cluster) komoditas pertanian dan komoditas produktif lainnya dengan perusahaan mitra, relaksasi ketentuan KUR berupa penundaan pembayaran pokok, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit KUR.

Selain KUR, sumber - sumber pembiayaan untuk sektor pertanian bisa dilakukan melalui program zakat yang memiliki keuntungan pinjaman tanpa aguman sehingga petani mendapat sumber permodalan, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Terdapat juga program sinergi pembiayaan ultra mikro dan lembaga keuangan mikro agribisnis dan sinergi CSR atau program kemitraan. “Diharapkan dengan adanya permodalan diharapkan petani mendapat pendampingan secara berkelanjutan sehingga meningkatkan pendapatan petani”.tutup Indah,. hvy

PENGUNJUNG

50986

HARI INI

55732

KEMARIN

40809451

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook