Gerbang Nasional

Inovasi Pertanian Modern Melalui Smart Green House

Kamis, 07 Okt 2021
Sumber Gambar : Pusat Penyuluhan Pertanian

[ Jawa Barat ] SmartGreen House merupakan metode hidroponik yang bisa dikendalikan secara otomatis berdasarkan sensor ataupun jarak jauh. Konsep ini merupakan sistem ramah lingkungan yang bisa mengendalikan kelembaban, suhu, nutrisi dan cuaca. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong penerapan smart green house. Menurut Mentan, smart green house adalah cermin dari implementasi pertanian modern dengan mengedepankan basis teknologi artificial intelegen.

Lebih lanjut Mentan mengatakan, sektor pertanian hanya bisa diintervensi oleh hadirnya kemajuan dan perkembangan teknologi modern. Pertanian tidak bisa diolah lagi dengan cara tradisional yang memakan biaya, waktu, tenaga dan juga pikiran."Yang jelas kita tidak bisa mencoba dengan peradaban yang lalu. Caranya adalah mengembangkan Smart Green House ini," ujar Mentan

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada kegiatan Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) On The Spot volume 25, yang dilaksanakan pada hari Rabu (06/10/2021) secara virtual yang berlokasi di Nudira Fresh, Panggalengan Jawa Barat. Agenda kegiatan Ngobras On The Spot bertemakan Kostratani On The Spot Smart Green House Untuk Eksport.

Kepala Pusat Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengatakan bahwa smart green house adalah inovasi terbaru yang mampu mengendalikan suhu microclimate pada sebuah lahan pertanian modern. Penggunaan green house diyakini dapat menghasilkan produksi pangan berkualitas yang berbasis pada konsumusi dalam negeri serta peningkatan ekspor. “Salahsatu ciri pertanian modern antara lain memanfaatkan teknologi pertanian salahsatunya smart green house yang merupakan sarana prasarana teknologi pertanian smart agriculture”, jelas Dedi.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati kabupaten Bandung, Sahrul Gunawan yang mengatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten Bandung sangat mendukung kegiatan pertanian di wilayahnya. “Diharapkan anak-anak muda dapat menjadi tuan rumah didaerahnya”, jelas Sahrul. Lebih lanjut Sahrul menambahkan bahwa saat ini pemerintah daerah siap bersinergi dengan melakukan pendekatan kepada kelompok tani dan koperasi. Sahrul sangat mengapresiasi budidaya pada Smart Green House, karena budidaya dapat di pelihara serta di atur sesuai kebutuhan. “Smart people yang bisa menjalankan Smart Green House”, ujar Sahrul.

Narasumber Ngobras On The Spot, Indra Bachtiar merupakan petani milenial general manajer Nudira Fresh mengatakan Smart green house yang dikelolanya saat ini mempunyai komoditas unggulan tomat ceri. Selain itu terdapat beberapa komoditas sayuran. Komoditas ceri selain dapat dikomsumsi langsung juga dapat di buat manisan dan kue bolu. Indra menjelaskan bahwa komoditas ceri berusia tanam selama 8-12 bulan.Saat ini Smart Green House masih tertutup untuk wisatawan, tapi terbuka untuk belajar.Smart Green House yang dikelolanya sering dikunjungi oleh pelajar atau mahasiswa bahkan petani yang ingin belajar tentang cara melakukan  budidaya hoidroponik. “Salahsatu keunggulan dari Smart Green house adalah budidaya yang dapat di atur sedemikian rupa terkait pengairan, nutrisi tanaman dan pengendalian dari hama dan penyakit.” jelas Indra.

Narasumber lainnya pada agenda Ngobras pendiri Smart Green House Bara Farm di Kalimantan Timur Ali luthfi mengatakan, bahwa saat ini komoditas unggulan yang dikembangkan berupa buah melon dan sayuran. “Budidaya buah melon dilakukan dengan adanya pengaturan volume air dan akar yang digantung di pohon” jelas lutfi. Lebih lanjut lutfi mengatakan bahwa Smart House merupakan alat bantu petani untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian.“Pada awalnya green house bara farm hanya dibuat dengan ukuran 6X6 meter dengan menanam 40 pohon”. tutup Ali lutfi. hvy

PENGUNJUNG

47162

HARI INI

55732

KEMARIN

40805627

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook