Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KOTA PALOPO > SENDANA

PENYIAPAN BENIH JAGUNG

Kamis, 30 Sep 2021
Sumber Gambar : PPL Kel. Purangi

Penggunaan varietas unggul memiliki peran dalam peningkatan produktivitas yaitu produksi persatuan luas dan ketahanannya terhadap hama dan penyakit. Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih benih , antara lain:

  • Kesesuaian tanah dan iklim,
  • Daya toleransi terhadap hama, penyakit, kekeringan, kemasaman tanah
  • Pola tanam dan tujuan penanaman,
  • Kesukaan (preferensi) petani terhadap karakter jagung seperti umur tanaman, warna biji dan lain sebagainya

Benih yang ditanam petani saat ini ada 3 macam yaitu benih lokal, benih komposit, dan benih hibrida.

  1. Benih lokal

Benih lokal adalah benih yang dihasilkan oleh petani dari hasil penanaman untuk konsumsi. Dari hasil penanaman tersebut petani memilih yang baik berdasarkan kondisi tongkol yang dihasilkan. Produktivitas jagung dari benih lokal sangat rendah, hanya berkisar 1,5 - 2 ton per hektar. Oleh karena itu petani tidak dianjurkan untuk menggunakan benih lokal.

  1. Benih komposit

Benih komposit termasuk benih unggul. Secara fisiologis, benih komposit adalah benih yang bersari bebas. Benih komposit dihasilkan dari tanaman jantan dan betina yang berasal dari tongkol yang sama.  Akan tetapi, benih komposit relatif lebih adaptif terhadap kondisi tanah masam dan toleran terhadap kekeringan.

  1. Benih hibrida

Benih hibrida dapat dibedakan  menjadi 2 jenis yaitu: hibrida silang tunggal dan hibrida 3 jalur. Hibrida silang tunggal adalah benih hibrida yang dihasilkan dari 2 varietas, sedangkan hibrida 3 jalur dihasilkan dari hasil persilangan 2 varietas dengan varietas lain yang memiliki sifat unggul yang tidak dimiliki oleh hasil persilangan pertama.

Melakukan Uji Mutu Benih 

 

Benih yang unggul harus disertai dengan mutu benih yang baik karena mutu benih juga akan meningkatkan produktivitas hasil.

Benih bermutu adalah benih yang memiliki daya tumbuh (viabilitas) dan kemampuan hidup (vigor) yang baik. Benih adalah bahan tanaman .yang berwujud biji.  Oleh karena itu suatu biji belum tentu benih. Benih memiliki dan membawa sifat-sifat genetik tanaman induknya dan akan tampil optimal jika benihnya tumbuh  dan berproduksi pada lingkungan yang optimal disertai dengan mutu  benih yang tinggi (daya tumbuh) dan vigor benih yang tinggi, karena itu benih merupakan komponen penting dalam budidaya tanaman.

Untuk mendapatkan benih bermutu perlu dilakukan proses produksi benih mulai dari budidaya sampai prosesing benih yang tepat. Benih yang akan digunakan harus diketahui kadar air dan daya kecambahnya.

  1. Uji Daya Kecambah : Hitung daya kecambah dengan rumus = Jumlah benih yang tumbuh normal/benih yang dikecambahkan x 100%.
  2. Uji Kadar air : Kadar air dihitung dengan rumus sebagai berikut :

 

                                 Berat Basah – Berat Kering

Kadar air (%)  =                                                    x  100%

                                  Berat Basah

 Menghitung Kebutuhan Benih

 Penentuan kebutuhan benih perlu dilakukan demi efisiensi. Jangan sampai petani berlebihan atau kekurangan dalam pengadaannya. Dalam budidaya tanaman jagung tidak dikenal penyulaman dengan menggunakan benih karena penyulaman dengan benih langsung pertumbuhannya akan tertinggal sehingga tidak akan terjadi penyerbukan. Tindakan penyulaman dimungkinkan jika bibit sulam sudah dipersiapkan. Dengan demikian, umur tanaman sama sehingga memungkinkan terjadinya penyerbukan.

Kebutuhan benih tergantung pada luas lahan yang ditanami, populasi tanaman per hektar, daya kecambah, dan  varietas yang digunakan. Varietas menentukan jarak tanam atau populasi per hektar,  bobot atau ukuran  biji.  Untuk menentukan banyaknya benih yang dibutuhkan untuk luasan tertentu dapat digunakan rumus sebagai berikut :

 

                             Luas lahan x populasi per hektar

Kebutuhan benih   =                                                   

                                              Daya kecambah (%) x Bobot biji  x 10.000

 Melakukan Perlakuan Benih   (Seed Treatment)

    Perlakukan benih (seed treatment) adalah tindakan yang dilakukan untuk mencegah timbulkan penyakit (seed born diseases). Bahan yang digunakan adalah fungisida. Perlakukan benih pada jagung sebelum ditanam terutama ditujukan untuk mencegah timbulnya pernyakit bulai. Penyakit bulai dikenal sangat merugikan petani karena tanaman yang terserang bulai dipastikan tidak akan menghasilkan buah dan sifat penyebarannya yang cepat.

 

 

 

Oleh NURHAYATI  A, SP (PPL SENDANA)

 

 

PENGUNJUNG

50291

HARI INI

55732

KEMARIN

40808756

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook