Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN SINJAI > SINJAI SELATAN

BUDIDAYA TANAMAN JAHE

Kamis, 30 Sep 2021
Sumber Gambar :
A. Persiapan Lahan Menanam Jahe

Persiapan yang harus dilakukan sebelum menanam jahe  adalah menyiapkan media tanam. dulur perlu menggunakan tanah yang gembur dan subur.

Tujuannya agar pertumbuhan dan perkembangannya optimal, sehingga hasil panen dari jahe  lebih melimpah.

Namun, dulur juga tetap harus memberikan nutrisi untuk jahe  secara terukur. Oleh karena itu, disarankan untuk menngunakan pupuk organik.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara mempersiapkan laha tanam jahe :

  1. Gemburkan tanah dengan mencangkulnya.
  2. Buat bedengan selebar 1 m. Sesuaikan panjang bedengan dengan luas. Atur tinggi sekitar 25-30 cm.
  3. Jangan lupa antar bedengan tetap diberi jarak 50 centimeter dan buatkan juga parit agar air tidak menggenang.
  4. Tebarkan secara merata pupuk organik hingga memenuhi dosis 1000 kg/ha.
  5. Atur lubang media tanam dengan jarak 25 x 25 cm. Atur kedalaman sekitar 25-30 centimeter.
  6. Sirami dengan air hingga lembab dan basah.
  7. Diamkan lahan/bedengan yang sudah diberi pupuk selama satu minggu sebelum ditanami, agar bakteri dan unsur hara dari pupuk Organik dapat bekerja secara optimal dalam mempersiapkan media tanam jahe .
 B. Cara Tanam Jahe

Bibit jahe  yang sudah dipersiapkan, dan sudah mengeluarkan tunas, kini siap untuk ditanam di lahan tanam. Berikut ini cara menanam jahe  di lahan terbuka:

1)      Proses Pemindahan Bibit Jahe

Proses menanam jahe  selanjutnya adalah memindahkan jahe  bertunas tersebut ke media tanam (bedengan) yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Pastikan bahwa bibit jahe  bertunas itu tidak dalam keadaan membusuk atau terserang hama penyakit.

2)      Cara Penanaman Jahe

Proses penanaman yang tepat akan menjadi proses untuk menunjang pertumbuhan bibit jahe siap semai dalam lahan tanam, berikut ini langkah yang bisa dulur terapkan:

  1. Masukkan bibit jahe yang sudah bertunas ke lubang tanam yang sudah dibuat.
  2. Jika sudah dimasukkan ke dalam lubang, tutup lagi dengan tanah.
  3. Jangan tutup terlalu rapat terutama pada bagian tunasnya. Tujuannya agar bibit jahe bisa tumbuh lebih leluasa.
  4. Tunas jahe akan mulai tumbuh dan berkembang setelah 2 minggu.

Selanjutnya, jangan lupa untuk melakukan perawatan. Berikut ini adalah cara perawatan tanaman jahe :

C. Cara Perawatan Tanaman Jahe

Setelah melewati banyak tahapan, maka proses perawatan inilah yang menjadi tahapan penting dalam budidaya jahe Selain memperhatikan hal yang menyangkut pertumbuhan, juga melakukan tahapan perawatan ini dengan optimal, tanaman jahe  memang tidak terlalu membutuhkan perawatan secara khusus namun pemantauan secara berkala inilah yang menjadikan tanaman tumbuh dengan baik.

1)      Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan dengan menyingkirkan gulma ataupun tanaman liar yang berada disekitar tanaman jahe tersebut.

Penyiangan ini dilakukan dengan tujuan agar nutrisi yang ada di dalam tanah tersebut tidak direbut oleh gulma ataupun tanaman liar, yang nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman jahe tersebut.

2)      Waktu Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan dengan intensitas penyiraman sekitar sehari sekali. Lakukan penyiraman pada pagi ataupun sore hari.

Peyiraman tetap harus memperhatikan kondisi tanaman, jangan sampai tanaman terlalu tergenang air, cukup biarkan tanah pada tanaman jahe tersebut dalam kondisi tanah yang lembab.

3)      Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk pengendalian Hama dan Penyakit, taburkan anti jamur (fungisida) untuk mencegah jamur pada tanaman jahe . Siram dengan air dan periksa bibit jika tunas tidak tumbuh selama 1 minggu, segera sulam dengan bibit lain.

Dalam poin perawatan ini, dulur bisa meminimalisir sejak awal dengan perlakuan bibit yang tepat serta pengolahan media tanam yang benar. Dengan perpaduan produk Pupuk GDM Organik, dapat meminimalisir penyakit tular pada tanah. Selain itu juga, pada tanaman akan meningkatkan antibiotik terotrisin untuk mencegah penyakit layu pada tanaman.

Maka selanjutnya tahapan penting dari segala proses perawatan yaitu proses pemupukan tanaman jahe secara tepat.

4)      Cara Memupuk Jahe
  • Gunakan pupuk organik yang bermutu baik;
  • Berikan LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) yaitu urea : 600 kg/ha; SP-36 : 300 kg/ha; dan KCl : 400 kg/ha;
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk organik pada saat pembuatan guludan sebanyak 1 karung per 100 m2;
  • Berikan pupuk susulan pada umur 6-8 minggu dengan pupuk organik kompos sekitar 15 -20 ton/ha.
D. Panen Jahe

Beberapa hal yang menunjang kualitas hasil panen salah satunya tahapan memanen jahe  berikut ini:

Masa Panen Jahe

Proses panen tanaman pada budidaya tanaman jahe dapat dilakukan ketika tanaman jahe tersebut telah berumur sekitar 8 bulan setelah masa tanam. Proses panen dapat diakukan dengan Mencabut langsung jahe yang tertanam di dalam tanah.

8. Perlakuan Pasca Panen Jahe

Lakukan pencabutan tanaman dengan rimpangnya dan potong bagian batangnya. Jika sudah, bersihkan rimpang dari sisa tanah dan kotoran.

Pisahkan rimpang berkualitas bagus dan tidak bagus. Letakkan rimpang pada tempat/wadah bersih agar kesegaran umbi tetap terjaga. Rimpang jahe  siap untuk dipasarkan.

 

Penulis ; SUDIRMAN, SP

PENGUNJUNG

49531

HARI INI

55732

KEMARIN

40807996

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook