Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KABUPATEN SOLOK SELATAN > SANGIR

REBAH PADA TANAMAN PADI

Rabu, 29 Sep 2021
Sumber Gambar :

Tanaman padi rebah/roboh sebelum panen merupakan salah satu penyebab hilangnya hasil serta mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, selain itu beras yang dihasilpun cenderung jelek. Tanaman padi yang rebah/roboh akan mengalami kerusakan pada batang dan kerontokan bulir gabah. Apabila terjadi pada tanaman padi yang baru saja berbulir dapat mengakibatkan perkembangan bulir yang tidak maksimal karena transfer unsur hara yang tidak sempurna.

Menanam padi pada saat musim hujan adalah berkah tersendiri bagi petani karena kebutuhan air akan terpenuhi terlebih bagi lahan sawah yang pengairannya mengandalkan dari air hujan/tadah hujan. Namun disisi lain menjadi kekhawatiran bagi petani yang tanaman padinya sudah mulai berbulir dan menua akan terjadi rebah akibat diterpa angin kencang dan hujan lebat yang terus-menerus.

Apa bila hal ini tidak diantisipasi maka akan terjadi kerugian akibat kehilangan hasil panen yang lebih besar. Karena tanaman padi yang sudah rebah biasanya akan mengalami gangguan dalam proses tranfer unsur hara yang akan berpengaruh pada perkembangan bulir padi.

Tanaman padi yang tumbuh terlalu subur  akan semakin rentan untuk rebah. Hal tersebut bisa terjadi akibat pertumbuhan tanaman terlalu subur sehingga batang padi tidak kuat menopang daun dan bulir padi. Terlebih lagi pada saat musim hujan tiba, bulir padi makin berisi, menguning dan batang padi semakin menua sehingga tidak kuat dan mudah rebah terkena tiupan angin dan hujan. Rebahnya tanaman padi akan menyebabkan sulitnya proses pemanenan dan akan menambah biaya pemanenan, serta akan terjadi penurunan  hasil panen.

            Kasus tanaman padi rebah/roboh seringkali terjadi menjelang panen terlebih pada musim penghujan yang disebabkan oleh terpaan angin atau hujan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya rebah/roboh pada tanaman padi salah satunya adalah dengan menanam benih padi unggul yang tahan rebah. Jika padi masih tetap rebah berarti ada faktor lain yang perlu diperhatikan misalnya pemupukan yang tidak berimbang.

 

Faktor penyebab tanaman padi rebah/roboh :

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rebah/robohnya tanaman padi :

  1. Angin kencang :
  • Angin yang menerpa tanaman padi menyebabkan tanaman padi rebah/roboh terutama pada tanaman padi verietas dengan batang tinggi
  1. Hujan lebat :
  • Hujan deras juga menyebabkan tanaman padi rebah/roboh. Air hujan menyebabkan beban batang tanaman padi lebih berat sehingga rebah/roboh karena tidak kuat menopang daun dan bulir yang basah
  1. Varietas benih :
  • Varietas padi dengan batang yang tinggi lebih rawan rebah/roboh terutama pada musim hujan. Oleh karena itu pada saat musim hujan disarankan menggunakan varietas yang memiliki batang tidak terlalu tinggi
  1. Terlalu banyak pemberian pupuk Nitrogen :
  • Pupuk Nitrogen yang berlebihan menyebabkan tanaman padi tunbuh terlalu subur sehingga beban tanaman menjadi lebih berat. Terlalu banyak N menyebabkan batang tanaman menjadi tidak kokoh dan rawan rebah/roboh.
  1. Serangan Hama Penyakit :
  • Serangan hama atau penyakit yang terjadi pada pangkal batang tanaman padi menyebabkan batang padi rusak atau membusuk sehingga mudah rebah/roboh.

 

Banyak hal yang telah dilakukan oleh petani jika tanaman padi sudah terlanjur rebah yaitu salah satunya dengan melakukan pengikatan dan menyatukan beberapa rumpun tanaman padisehingga bisa tegak berdiri, ini tentunya tidak maksimal karena memakan waktu dan tenaga. Apa lagi batang padi rebah saat bulir padi masih proses pengisian maka perkembangan bulir tidak maksimal. Batang padi yang rebah didirikan kembali lalu diikat sudah tidak maksimal lagi dalam pengisian bulir.

Saat kondisi demikian, ada petani yang melakukan panen langsung tanaman padinya, tentunya kualitas beras yang dihasilkan tidak bagus dan jelek.

 

Cara mencegah tanaman padi agar tidak rebah/roboh

Hal-hal yang perlu dilakukan agar tanaman padi tidak mudah rebah adalah sebagai berikut ;

  1. Pemilihan varietas padi unggul dan pendek
  • Pemilihan varietas padi disesuaikan terhadap musim tanam yang akan dihadapi. Tanaman lah jenis varietas padi yang tidak tinggi atau tahan terhadap genangan;
  1. Lakukan pemupukan yang berimbang sesuai rekomendasi tanah atau dengan mengurangi penggunaan jenis unsur N (urea) karena jenis unsur tersebut akan mengakibatkan pertumbuhan menjadi lebat dan tanaman terlalu gemuk. Gunakan pupuk ZA atau NPK karena jenis pupuk tersebut bisa memperkuat batang tanaman.
  2. Lakukan pengaturan pengairan dengan tidak digenangi secara terus menerus karena akan berakibat batang padi menjadi mudah busuk atau kadang lahan dikeringkan.
  3. Penggunaan Pupuk Organik
  • Penggunaan pupuk berbahan organik sangat diperlukan tanaman, selain untuk pertumbuhan tanaman seperti akar, batang dan daun, kebutuhan nutrisi mikro yang terdapat pada bahan organik sangat dibutuhkan tanaman untuk memperkuat batang padi.
  1. Metode Sistem Tanam jajar Legowo
  • Dengan menggunakan metode tanam jajar legowo maka jumlah rumpun padi dapat meningkat sehingga membuat tanaman padi menjadi lebih kokoh jika ditiup angin.

 

Apabila perlakuan pemupukan sudah terkontrol dan berimbang tanaman padi masih terlalu gemuk, metode terakhir adalah pemotongan daun bagian atas. Ujung daun dipotong kurang lebih 10 – 15 cm pada saat tanaman padi berumur 45 – 50 hari setelah tanam, jangan sampai lebih karena bisa mengganggu pembentukan malai. Pemotongan bertujuan untuk mengurangi jumlah daun dan mengurangi beban yang ditopang batang padi terutama pada saat musim hujan.

 

Sumber :

http://www.beritamalukuonline.com/2020/07/cara-menanggulangi-tanaman-padi.html

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/91451/Cara-Mencegah-Tanaman-Padi-Agar-Tidak-Rebah/

http://pertanian.magelangkota.go.id/informasi/teknologi-pertanian/351-pencegahan-rebah-batang-pada-tanaman-padi-sawah

https://tanjungmeru.kec-kutowinangun.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/193

 

Disusun oleh : Ike Wahyuni, SP _ Penyuluh Pertanian Muda Pada BPP Kecamatan Sangir Kab. Solok Selatan

PENGUNJUNG

49446

HARI INI

55732

KEMARIN

40807911

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook