Diseminasi Teknologi

HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI LAHAN KERING

Selasa, 28 Sep 2021
Sumber Gambar : BPTP Bengkulu

Sampai saat ini, padi di Indonesia masih merupakan komoditas usahatani yang memiliki nilai strategis secara ekonomi, sosial maupun politik. Usahatani padi terbukti telah memberikan kesempatan kerja dan pendapatan bagi lebih dari 21 juta rumah tangga dan memberikan sumbangan terhadap pendapatan rumah tangga petani padi sebesar 25-35 persen.

Dalam pemantapan ketahanan pangan, beras juga merupakan isu utama, karena 95 persen penduduk Indonesia masih sangat tergantung pada beras yang menyumbangkan lebih dari 55 persen konsumsi energi dan protein bagi rata-rata penduduk Indonesia. Sebagian besar masyarakat masih tetap menghendaki agar pasokan beras tersedia sepanjang waktu, terdistribusi secara merata dan harganya stabil serta terjangkau.

Permasalahan dan tantangan dalam upaya pengamanan produksi beras serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dan masyarakat semakin berat dan kompleks. Permasalahan dan tantangan yang dimaksud antara lain adalah : (a) skala usaha tani yang relatif sempit (petani gurem) sehingga mengakibatkan sulitnya meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas, (b) fluktuasi produksi musiman yang mengakibatkan berfluktuasinya harga, (c) produktivitas, mutu dan efisiensi usaha tani yang masih rendah sehingga mengakibatkan lemahnya daya saing dibandingkan produk luar negeri, (d) lemahnya permodalan dan kelembagaan, (e) terbatasnya sarana prasarana, (f) gangguan iklim dan HPT, dan lain sebagainya.

Sumber utama beras nasional masih berasal dari lahan sawah irigasi. Hanya mengandalkan lahan sawah irgasi saja sebagai sumber beras rasanya kurang bijak, dimana kebutuhan akan beras terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu lahan kering yang ada masih memungkinkan untuk diusahakan sebagai sumber beras walaupun hasilnya tidak sebanyak atau sangat sedikit bila dibandingkan dengan lahan sawah irigasi.

Pada Kawasan yang tidak terdapat sawah irigasi tetapi hanya terdapat lahan kering saja, baik yang berupa kawasan, maupun lahan kering yang berada diantara tanaman tahunan. usahatani pada Kawasan itu merupakan bagian dari usaha penyebaran ketersediaan beras pada Kawasan.

Hasil pengkajian BPTP Bengkulu tahun 2020 terhadap 7 varietas padi gogo, varietas padi gogo Inpago 12 menunjukkan produktivitas tertinggi dibandingkan dengan varietas lainnya. Masing-masing ke 7 varietas yang dilakukan pengkajian dengan teknologi Inpago Super di Desa Aur Gading Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu yaitu: lnpago 8, lnpago 9, lnpago 10, Inpago 11, Inpago 12, Rindang 1 dan Rindang 2. Perbandingan masing-masing produktivitasnya adalah: 2,81: 2,87: 3,17: 3,26: 4,38: 3,07; dan 2,67 ton per hektar (Ahmad Damiri).

PENGUNJUNG

53262

HARI INI

55732

KEMARIN

40811727

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook