Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN SINJAI > SINJAI BARAT

PERSIAPAN BENIH DAN PEMBIBITAN OLEH : ABD RAHMAN, SP.M.Si

Rabu, 15 Sep 2021
Sumber Gambar :

PENDAHULUAN

Perbanyakan tanaman kopi Arabika dapat dirtempuh secara generatip dan vegetatip. Perbanyakan secara generatip menggunakan benih yang disemaikan kemudian dijadikan bibit untuk langsung ditanam. Varietas kopi Arabika umumnya cukup mantap / stabil keturunanya apabila diperbanyak dengan benih apabila benih tersebut diambil dari sumber yang benar. 

Benih sebaiknya diperoleh dari kebun benih bersertifikat yang secara resmi telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian, atau berasal dari blok penghasil benih yang telah dimurnikan dan telah ditetapkan sebagai sumber benih  oleh Dinas Terkait.

 Benih yang berasal dari kebun sendiri hanya dapat dipergunakan untuk kepentingan sendiri, tidak boleh diperdagangkan.

KUALITAS BENIH

Kualitas benih sangat menetukan keberhasilan usaha perkebunan kopi, oleh karena itu petani harus sangat berhati-hati dalam menentukan benih yang akan ditanam. Beberapa pertimabangan dalam memilih kualitas benih yang baik  antara lain sebagai berikut :

  • Benih berasal dari varietas yang cocok dengan kondisi agroklimat lahan setempat
  • Benih berasal dari sumber yang jelas dan dapat diketahui dengan pasti asal-usulnya
  • Benih masih baru (tidak lebih dari 2 bulan) dan segar.
  • Daya kecambah benih >80%
  • Tidak terdapat pea berry (kopi lanang)
  • Tidak cacat dan tidak terserang hama / penyakit

Pemilihan varietas kopi arabika untuk penanaman pada suatu areal yang direncanakan harus disesuaikan dengan tipe iklim serta ketinggian tempat penanaman.

PEMBUATAN BENIH

Benih diambil dari buah yang telah masak dari tanaman yang telah berumur > 4 tahun. Buah masak yang telah dipanen langsung dikupas secara manual, atau dalam jumlah banyak menggunakan huller. Kopi gabah dipisahkan dari kulit dan daging buah, kemudian direndam dalam air. Biji yang mengambang dipisahkan.

Biji yang tenggelam saja yang digunakan sebabagi benih. Kemudian biji kopi dicuci sampai lendirnya bersih lalu ditiriskan sampai airnya menetes habis. Setelah itu biji kopi dikering anginkan di tempat terbuka tetapi tidak boleh terkena cahaya matahari langsung. Setelah dikering anginkan selama lebih kurang satu hari maka benih sudah siap untuk disemaikan atau disimpan menunggu saat penyemaian. Benih kopi akan menurun daya kecambahnya setelah disimpan selama 3 bulan.

MENGHITUNG KEBUTUHAN BENIH

Kebutuhan benih untuk suatu areal yang akan ditanam dapat dihitung berdasarkan kerapatan tanaman per satuan luas ditambah  15% dari jumlah bibit yang diperlukan. Tambahan jumlah benih tersebut dipergunakan untuk mengganti bibit yang mati karena hama penyakit dan untuk  persediaan sulaman.

Sebagai contoh apabila jarak tanam ditentukan 2.5 x 2,5 m maka kerapatan tanaman adalah  1600/ ha. Kebutuhan benih dihitung sebagai berikut :

  1. Jumlah benih tiap kilogram = 3.000 benih.
  2. Daya kecambah benih 90% = 2.700 bibit..
  3. Sortasi bibit 5% = 95% (2.700) = 2.525 bibit.
  4. Persediaan sulaman 10% = 1600 x 10% = 160 bibit.

- Kebutuhan bibit = 1600  + 160 =  1760 bibit

- Kebutuhan benih : 1760 /2525 = 6,9 kg (dibulatkan 0,7 kg/ha)

 MENYEMAIKAN BENIH

Penyemaian bertujuan untuk mengecambahkan benih yang masih dorman menjadi kecambah siap tanam di kantong plastik / polibag. Persemaian tidak membutuhkan tempat yang luas.

Tempat pesemaian dipilih yang dekat sumber air untuk penyiraman, mudah diawasi, aman dari gangguan ternak, tidak terlalu jauh dari tempat pembibitan. Tanah tempat persemaian harus dipilih yang gembur, drainase baik, dan tidak mengandung nematoda parasit dan cendawan akar (Rhizoc­tonia sp.)

  1. Media pesemaian

Media persemaian adalah berupa tanah yang dibentuk bedengan dengan tinggi ± 15 cm, di bagian atas diberi lapisan pasir halus setebal 5 cm.

Bedengan sebaiknya diberi penahan dari bambu atau susunan bata. Bedengan dibuat dengan arah Utara-Selatan, ukuran lebar 100 cm dan panjang disesuaikan dengan keadaan setempat serta jumlah benih yang akan disemaikan. Bedengan diberi atap sebagai naungan untuk melindungi kecambah dari terik matahari.

Pendederan benih dilakukan dengan cara membenamkan benih sedalam ± 0,5 cm dari permukaan media (benih disemaikan dalam keadaan tengkurap, permukaan benih yang datar terletak di bawah dan yang cembung di atas). Jarak tanam 3 x 5 cm.

Setelah benih tertata diatasnya ditaburi potongan ilalang kering atau potongan batang jerami dengan maksud untuk melindungi dari sengatan matahari secara langsung maupun akibat percikan air.  Bedengan disiram setiap hari dengan gembor secara perlahan-lahan dan tidak berlebihan sampai benig tumbuh dan siap dipindah ke polibag.

Perkecambahan dapat dipercepat dengan mmembuang  kulit tanduk benih yang akan disemai. Cara ini dapat mempercepat perkecambahan 2-3 minggu lebih awal.           

MEDIA PEMBIBITAN

Pembesaran bibit dilakukan di media yang ditempatkan dalam kantong plastic (polibeg) ukuran 15 x 25 cm atau 12 x 20 cm. Polibag diberi lubang ± 15 buah.

Media untuk pembesaran bibit adalah campuran tanah lapisan atas dan kompos (atau pupuk kandang) dengan perbandingan 2 : 1. Tanah untuk media pembibitan harus dipilih tanah lapisan atas yang gembur dan berwarna kehitaman. Setelah polibeg diisi media kemudian ditata secara berbaris melintang bedengan. Jarak antar barisan polibag 15 – 20 cm. Bedengan

MEDIA PEMBIBITAN

Pembesaran bibit dilakukan di media yang ditempatkan dalam kantong plastic (polibeg) ukuran 15 x 25 cm atau 12 x 20 cm. Polibag diberi lubang ± 15 buah.

Media untuk pembesaran bibit adalah campuran tanah lapisan atas dan kompos (atau pupuk kandang) dengan perbandingan 2 : 1. Tanah untuk media pembibitan harus dipilih tanah lapisan atas yang gembur dan berwarna kehitaman. Setelah polibeg diisi media kemudian ditata secara berbaris melintang bedengan. Jarak antar barisan polibag 15 – 20 cm. Bedengan pembibitan harus ditempat yang ternaung karena bibit kopi tidak tahan terhadap sinar matahari langsung.

 Tempat pembibitan sebaiknya dipilih yang datar, dekat jalan, mudah diawasi, dekat sumber air untuk penyiraman, kalalu bisa tidak jauh dari rumah, tapi aman dari gangguan ternak. Apabila bedengan pembibitan dibuat di tempat terbuka maka harus dibuat penaung buatan dari bambu, rumbia atau ilalang. Atap bedengan dibuat miring ke arah timur dengan tinggi naungan sebelah Timur 180 cm dan tinggi atap sebelah Barat 120 cm.  lntensitas penaungan pada tahap awal diatur sebanyak ± 75%, selanjutnya secara bertahap dikurangi sampai sekitar 50%.

PENANAMAN KECAMBAH

Kecambah yang akan dipindah ke polibag harus diseleksi dengan cara memilih bibit yang sehat, pertumbuhan normal/tidak kerdil dan akarnya lurus/tidak bengkok. Apabila akar cukup panjang, dipotong sehingga panjang akar ± 7 cm. Penanaman bibit ke polibeg dilakukan dengan hati-hati dengan cara  melubangi tanah terlebih dulu dengan potongan kayu sedalam 10 cm. Diusahakan agar akar tidak bengkok.

PEMELIHARAAN BIBIT

Penyiraman dilakukan setiap hari atau dua hari sekali apabila tidak turun hujan. Penyiraman dilakukan merata untuk setiap bibit, sampai media bibit betul-betul basah tetapi tidak berlebihan. Karena sering disiram maka media bibit cenderung menjadi padat, oleh karena itu setiap 2 bulan sekali perlu dilakukan penggemburan tanah agar tata udara tetap baik. Penyiangan rumput sebaiknya dilakukan dengan tangan dan sedini mungking pada saat rumput masih kecil-kecil. Penyiangan yang terlambat akan mengganggu pertumbuhan bibit dan merusak perakaran.

Pemupukan diberikan apabila bibit menunjukkan kekurangan hara, seperti daun menguning dan tanaman tumbuh lamabt /kerdil. Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk kimia.

KRITERIA MUTU BIBIT SIAP TANAM

Pembesaran bibit kopi arabika di dataran tinggi memakan waktu cukup lama yaitu 8 bulan sampai 1 tahun. Bibit dinyatakan siap ditanam di lapangan apabila telah menenuhi kriteria sebagai berikut :

      

  • Tinggi bibit > 30 cm diukur dari pangkal batang sampai ujung tunas.
  • Jumlah daun minimal 5 pasang.
  • Telah keluar cabang primer minimal 1 pasang.
  • Tidak terdapat daum kuncup / flush.
  • Bibit sehat, tumbuh normal, lurus, dan tidak terserang hama dan penyakit.
  • Akar tunggang lurus.

 

Hindari menanam bibit yang terserang penyakit karat daun.

 

 

 

 

 

 

                    

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGUNJUNG

17985

HARI INI

89943

KEMARIN

35566451

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook