Gerbang Daerah
> >

Wakil Bupati Soppeng Panen di Lokasi Sekolah Lapangan (SL)

Rabu, 15 Sep 2021
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

    Hari Temu Lapangan/Forum Field Day (FFD) dilaksanakan tanggal 9 September 2021 di Sanggar Tani Kelompoktani Temmappasikua Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo. Mengawali FFD dilakukan Panen Padi pada lokasi Sekolah Lapangan (SL) Poktan Temmappasikua oleh Ketua DPRD, Wakil Bupati Soppeng, Camat Marioriwawo, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan diwakili oleh Kepala UPT Pelatihan SDM Pertanian. Acara ini juga dihadiri oleh Asisten II Setda Kabupaten Soppeng dan Kapolsek Kecamatan Marioriwawo. Panen sebagai bentuk rasa syukur atas hasil yang diperoleh dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang dan pemberian nutrisi untuk tanaman padi varietas Inpari 32 sehingga diperoleh ubinan 9,8 Ton/ha.

   Kegiatan SL difasilitasi oleh Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian melalui UPT Pelatihan SDM Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dialokasikan di 6 kabupaten yaitu Soppeng, Wajo, Barru, Enrekang, Jeneponto dan Sinjai.

  FFD yang dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng, Bapak Ir. H. Lutfi Halide, MP pada sambutannya menyatakan beberapa hal terkait permasalahan dan harapan untuk Pembangunan Pertanian di Kabupaten Soppeng yaitu (1) Membentuk dan mengaktifkan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) sebagai wadah bagi petani dan penyuluh pertanian untuk mengakses informasi dan mengoptimalkan penyuluhan di tingkat desa; (2) Mengoptimalkan fungsi BPP sebagai Kostratani dengan sarana dan prasarana IT yang dimiliki; (3) Mengusulkan pembangunan BPP Donri-Donri agar berfungsi optimal; (4) Penyuluh harus memfasilitasi data potensi Poktan binaan dalam bentuk peta yang menggambarkan kondisi setiap petani, antara lain kepemilikan lahan (posisi, luas dan jumlah petak); (5) Memanfaatkan pupuk dan pestisida organik yang bersumber dari alam yang diolah sendiri oleh petani seperti kompos, pupuk kandang dan pengendali berbahan alami; dan (6) Melaksanakan hasil tudang sipulung terkait waktu tanam untuk menghindari serangan hama tikus.  Wakil Bupati Soppeng disela sambutannya juga memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi petani.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikutura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, Bapak Ir. Fajar, MMA  menegaskan jumlah pupuk subsidi di tingkat petani dan yang harus sesuai dengan e-RDKK. Penyuluh Pertanian telah berupaya seoptimalnya dalam menginput e-RDKK. Permasalahan kurangnya pupuk subsidi disebabkan karena kuota yang terbatas dari jumlah yang dibutuhkan sehingga diharapkan petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi.

   Selanjutnya ditambahkan pula bahwa kegiatan SL sangat bermanfaat dan membantu untuk proses pembelajaran petani yang didampingi oleh penyuluh terutama dalam percontohan inovasi teknologi yang dapat menjadi pilihan bagi petani yang lebih meningkatkan produktivitas dan menguntungkan dengan biaya produksi yang lebih murah.

 

Sumber : UPT Pelatihan SDM Pertanian Dinas TPH Bun Prov. Sulsel

PENGUNJUNG

15917

HARI INI

89943

KEMARIN

35564383

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook