Materi Lokalita
JAWA TENGAH > KOTA SEMARANG > BANYUMANIK

PENGENDALIAN LALAT BUAH

Sabtu, 11 Sep 2021
Sumber Gambar : balitjestro

PENGENDALIAN LALAT BUAH

Lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan salah satu hama penting bagi produk-produk hortikultura serta beberapa produk perkebunan. Lalat buah ini memiliki kurang lebih 4000 spesies, akibat serangan hama ini produksi dan mutu buah menjadi rendah bahkan dapat mengakibatkan gagal panen. Lalat buah betina dewasa meletakkan telur dengan menyucukkan ovipositornya ke dalam buah, kemudian larva lalat buah berkembang di dalam daging buah sembari memakannya. Tanda buah yang terserang mula-mula tampak bintik hitam kemudian bagian di sekitar bintik berubah menjadi kuning/cokelat dan lembek .

Siklus hidup lalat buah:

  1. Telur - Berwarna putih - Panjang 1-1,2 mm, lebar ± 0,21 mm - 3 hari.
  2. Larva Terdiri dari 3 instar, Lama stadium berkisar 5-9 hari .
  3. Pupa Stadium dorman/tidak aktif, berwarna kuning kecokelatan, jatuh ke tanah, lama stadium 8-12 hari.
  4. Imago Tubuh cokelat tua sampai kehitam[1]hitaman, lama stadium 2-3 minggu (Betina 23-27 hari, jantan 13- 15 hari)

Keberadaan lalat buah secara umum juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain:

  1. Iklim
  2. Suhu Lalat buah berkembang pada suhu 10-30 0C, telur dapat menetas pada suhu 5-30 0C dalam kurun waktu 30-36 jam.
  3. Kelembapan Semakin tinggi kelembapan udara (95-100%) semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai imago. Kelembapan optimum berkisar 70-80%.
  4. Cahaya matahari Lalat aktif pada keadaan terang (siang hari) dan kawin pada intensitas cahaya rendah.
  5. Kondisi buah/tanaman Buah masak lebih disukai apalagi mengandung asam amino,vitamin, mineral, air dan karbohidrat karena memperpanjang umur. Lalat betina lebih suka meletakkan telur pada buah yang ternaungi, agak lunak dan permukaan agak kasar.

 

PENGENDALIAN:

1 Fisik

Salah satu cara meminimalisirnya yaitu dengan melakukan pembungkusan / pemberongsongan. Pembungkusan / pemberongsongan buah dapat menggunakan kertas, kertas koran bekas, kertas karbon, plastik, karung plastik, ataupun kain. Setiap bahan pembungkus sebaiknya tidak mudah rusak, dan dapat mempertahankan kelembapan. Pemberongsongan dapat dilakukan sedini mungkin atau maksimal sebelum buah masuk fase pemasakan.

2 Mekanis

Pengendalian dengan cara ini dapat menjadi alternatif tambahan setelah buah dilakukan pembungkusan / pemberongsongan. Metil eugenol merupakan senyawa kimia yang bersifat atraktan atau sebagai penarik serangga. Penggunaan senyawa kimia ini tidak meninggalkan residu dan mudah diaplikasikan pada hamparan yang luas, daya jelajahnya luas. Namun penggunaan perangkap ini hanya bekerja pada lalat buah jantan, sehingga untuk lebih efektifnya bisa ditambahkan aroma buah (essense) matang dan memakai perangkap berwarna kuning / putih agar lalat buah betina turut tertarik. Atraktan juga dapat dicampurkan (sedikit) dengan lem tikus.

3 Kultur Teknis

 Kegiatan kultur teknis dapat dilakukan dalam 2 bentuk yaitu dengan melakukan sanitasi kebun dan pembersihan gulma. Sanitasi kebun dilakukan dengan mengumpulkan dan membenamkan buah-buah yang busuk ke dalam lubang dengan ukuran p x l x t adalah 1 m x 1 m x 0,5 m atau dengan langsung dibakar agar pupa tidak berkembang, selain itu asap hasil pembakaran dapat mengusir lalat buah dari pertanaman.

 4 Biologis dan Kimia

Macam pengendalian secara biologis

  1. Biopestisida Pengendalian menggunakan pestisida nabati
  2. Biorepellent Pengendalian menggunakan minyak atsiri yang memiliki sifat menolak hama sebagai contoh minyak atsiri serai wangi dan serai dapur
  3. Pemanfaatan Musuh Alami Pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami seperti parasitoid, predator maupun patogen
  4. Atraktan Penggunaan atraktan dalam pengendalian lalat buah mempunyai tiga cara kerja, yaitu:

- digunakan untuk medeteksi / memonitor populasi lalat buah,

- menarik lalat buah ke perangkap dan

   - mengacaukan lalat buah dalam melakukan perkawinan, berkumpul maupun makan.  Lalat jantan   akan datang tertarik untuk keperluan makan, sehingga matang seksual lebih cepat.

  1. Karantina Pengendalian ini mengutamakan penerapan peraturan karantina yang ketat.
  2. Teknik Serangga Mandul (TSM) Merupakan pengendalian dengan melepaskan lalat buah jantan yang mandul sehingga dapat mengurangi populasi.

Pengendalian menggunakan bahan kimia dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif alfa sipermetrin 50 g/l, betasiflutrin 25 g/l, profenofos 500 g/l, dan deltametrin 25 g/l.

 

Penyusun Lina Andriani, S.Pt. PPL Kecamatan Banyumanik.

Daftar Pustaka:

 

http://puslatan.bppsdmp.pertanian.go.id/web/page/title/444/bertani-on-cloud

http://perpustakaan.pertanian.go.id/portal/

https://dtph.banjarkab.go.id/index.php/2019/10/06/cara-pengendalian-lalat-buah/

 http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/

PENGUNJUNG

49030

HARI INI

68073

KEMARIN

37484135

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook