Gerbang Daerah
> >

PENGENDALIAN HAMA KEONGMAS PADA PADI

Jum'at, 10 Sep 2021
Sumber Gambar :

Hama keongmas merupakan salah satu hama utama yang mengakibatkan tingginya risiko gagal panen pada tanaman padi. Hama ini disebut juga keong murbei, memakan batang dan daun padi berumur 15 hari. Serangan hama ini sangat cepat lantaran perkembangbiakannya sangat cepat.  

Tanaman padi yang terserang dapat habis dari pucuk daun hingga ke batang muda padi. Akibatnya tanaman menjadi merana bahkan mengalami gagal panen. Tidak jarang petani harus menyulam tanamannya 2 – 3 kali akibat serangan hama ini. Perkembangan hama ini terbilang cepat, dari telur hingga menetas hanya butuh waktu 7 – 4 hari. Disamping itu, satu ekor keongmas betina mampu menghasilkan 15 kelompok telur dalam satu siklus hidup (60 – 80 hari), dan setiap kelompok telur berisi 300 – 500 butir. Keongmas dewasa mampu menghasilkan sekitar 1000 hingga 1200 telur per bulan. Padi yang baru ditanam sampai 15 hari setelah tanam mudah dirusak siput murbai, untuk padi tanam benih langsung (tabela) ketika 4 sampai 30 hari setelah tebar. Hama ini melahap pangkal bibit padi muda, bahkan mengkonsumsi seluruh tanaman muda dalam satu malam. Tanda spesifik pada pertanaman padi yang terserang hama ini adanya rumpun yang hilang serta adanya potongan daun yang mengambang dipermukaan air

Beberapa teknik pengendalian yang dapat dilakukan untuk menekan intensitas serangan hama ini antara lain pemungutan secara berkala 3 kali seminggu, pelepasan itik dan perangkap telur keong, dan aplikasi pestisida Brestans, Pegasus dan Saponine. Agen pengendalian biologi alami, yang juga mampu mengendalikan populasi hama ini antara lain semut yang memakan telur keongmas, orang memakan dagingnya jika telah dimasak dengan benar, tikus sawah memakan rumah siput dan dagingnya.

Pengendalian dengan moluskasida bersifat sementara, karena hanya mengatasi keong yang menempel di tanaman. Sedangkan keongmas di bawah permukaan air langsung menyusup ke dalam tanah. Keongmas mampu bertahan sekitar 2 tahun di dalam tanah dan oleh karenanya hama ini relatif sulit untuk diatasi. Oleh karena itu gerusan 10 gram tanaman patah tulang yang dilarutkan dalam satu liter air, lalu ekstrak disebar ke lahan seluas 20 m x 20 m saat pengolahan tanah dapat membunuh keong mas yang tersembunyi di dalam tanah.

Dalam upaya pengendalian hama keongmas, beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum penanaman padi adalah:

  1. Saat pengolahan tanah
  • Sebelum menggaru terakhir, ambil siput murbai dari sawah pagi dan sore hari ketika mereka aktif dan mudah diambil.
  • Gunakan tumbuhan yang mengandung racun bagi siput murbai. Misalnya kulit batang gugo, daun tumban kamisa, daun sembung, daun tuba, daun eceng, daun tembakau, daun calamansi atau jeruk, akar tubli, daun brotowali, dan cabe merah. Tanaman lain yang dilaporkan yaitu daun mimba dan asyang mengandung bahan yang dapat membunuh siput murbai. Tumbuhan tersebut dianjurkan diaplikasikan sebelum tanam padi.
  • Buatkan saluran kecil agar siput murbai berada didalam saluran tersebut dan tempatkan diatas saluran tersebut tumbuhan yang disebut diatas. Menggunakan aktraktan seperti daun talas, daun pisang, daun papaya, bunga terompet, dan koran bekas, supaya mudah mengumpulkan siput murbai.
  • Selama menggaru terakhir buat larikan yang dalam (lebar 25 cm dan dalam 5 cm) di sawah dengan cara menarik karung yang berat. Jarak diantara larikan 10 – 15 m. Demikian juga, buat saluran kecil (sedikitnya lebar 25 cm dan 5 cm dalamnya) sepanjang tepi sawah. Jebak siput murbai dengan saluran tersebut sehingga siput murbai akan pindah kedalam saluran jika permukaan air berkurang kemudian kumpulkan.
  • Letakkan kawat kasa atau anyaman bambu pada pemasukan dan pengeluaran air utama, untuk mencegah masuknya siput murbai kecil dan dewasa masuk. Cara ini juga dipakai untuk mengambil siput murbai yang terperangkap.

      2. Pada saat penanaman padi

  • Banyak benih dan jarak tanam mengikuti yang dianjurkan agar batang tanaman kuat. Jika siput murbai merupakan masalah yang besar, tanam bibit padi yang berumur 25 – 30 hari setelah tanam dari varietas yang genjah. Pada persawahan dataran tinggi, gunakan bibit yang berumur 30 – 35 hari setelah tebar dari varietas yang berumur dalam (panjang).
  • Tancapkan ajir di sawah yang selalu tergenang atau pada saluran pengairan untuk menarik keongmas dewasa bertelur, kemudian kumpulkan kelompok telur dan hancurkan.
  • Pertahankan agar air tidak terlalu tinggi (2 – 3 cm) mulai 3 hari setelah tanam. Jika diperlukan keringkan sawah untuk mengurangi aktifitas perpindahan dan perusakan
  • Gunakan varietas padi yang mempunyai banyak anak dan kurang disenangi keongmas seperti PSB, Rc36, Rc38, Rc40 and Rc 68.

      3. Pada saat setelah panen

  • Menggembalakan itik ke sawah segera setelah panen sampai masa menggaru pada musim tanam berikutnya. Gembalakan sewaktu padi 30 – 35 hari setelah tanam (HST) untuk varietas yang berumur pendek dan 40 – 45 HST untuk varietas yang berumur panjang.
  • Aplikasi pupuk dasar urea bersamaan dengan menggaru terakhir dapat mengurangi populasi siput murbai hingga 54%.
  • Perhatikan aplikasi moluskisida komersial (niklosamida dan metaldehida) yang efektif pada siput murbai jika langsung terkena. Pengaruhnya sampai 2 – 3 hari. Moluskisida tidak dapat lagi membunuh siput murbai yang baru muncul dari tanah atau yang baru masuk ke lapangan yang telah diaplikasi. Niclosamide 250 EC pada setengah dosis yang dianjurkan (0.5 l/ha) dapat membunuh 80% populasi keongmas.

Oleh: Asbudi Salam, SP. [PPL DPKP Kabupaten Nunukan, Kaltara]

PENGUNJUNG

49413

HARI INI

68073

KEMARIN

37484518

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook