Materi Lokalita
JAWA TENGAH > KABUPATEN PURWOREJO > NGOMBOL

PANTAU PERKEMBANGAN KEGIATAN IP400, DINPPKP KABUPATEN PURWOREJO LAKUKAN MONITORING DI KECAMATAN NGOMBOL

Kamis, 09 Sep 2021
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

     Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yaitu mencapai 270 juta jiwa, diperlukan kemandirian pangan untuk menjamin ketersediaan beras nasional. Konsekuensi logis dengan adanya pertambahan jumlah penduduk yaitu adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan industri. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian terus mengupayakan peningkatan produksi padi, salah satunya adalah melalui pola tanam padi dengan indeks pertanaman (IP) 400.

     Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengungkapkan penerapan pola tanam padi IP 400 merupakan salah satu langkah meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor. IP 400 adalah cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama."Tujuannya apa? meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, penghasilan petani meningkat dan sekaligus sebagai solusi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah.

     Untuk Kabupaten Purworejo, alokasi kegiatan IP400 yaitu di Kecamatan Ngombol dengan luas 50 Hektar yang melibatkan 5 Kelompok tani yaitu Desa Girirejo, Rasukan, Kumpulsari, Kesidan dan Awu-awu.  Kegiatan ini dimulai pada Bulan Desember 2020, dimana kelompok tani melakukan penanaman padi untuk musim tanam I pada Bulan Desember 2020 dan panen dilaksanakan pada Bulan Maret 2021 dan langsung dilakukan penanaman kembali untuk musim tanam II, selanjutnya dilakukan panen pada Juli 2021. Untuk musim tanam III dilaksanakan penanaman pada Bulan Agustus 2021 dan diperkirakan panen pada Bulan November 2021.

     Pada hari ini,   Kamis 9 September 2021, dilakukan monitoring dan evaluasi terkait kegiatan IP 400 yg ada di Kecamatan Ngombol bertempat di Aula BPP Kecamatan Ngombol dengan dihadiri oleh Bpk Eko Anang selaku Kabid TPH, Koordinator dan PPL Wibi, petugas POPT dan perwakilan pengurus kelompok tani. Acara dibuka oleh Koordinator Kecamatan Ngombol sekaligus memberikan pengarahan tujuan dari monitoring yaitu untuk memperoleh data dan informasi langsung dari lapangan mengenai pelaksanaan program/kegiatan program/kegiatan IP400 apakah sesuai dengan pemanfaataannya, selain itu juga untuk mengetahui perkembangan kondisi pertanaman padi, permasalahan yang dihadapi petani, dan mohon saran masukan dari Tim Kabupaten. Selanjutnya Bpk Eko Anang selaku Kabid TPH menyampaikan sekilas program IP400 yang dicanangkan oleh Kementrian Pertanian. Selanjutnya juga dilakukan diskusi terkait beberapa permasalahan :

  1. Di Desa Girirejo, dikarenakan lahan sawah pengairannya kurang lancar, adanya luapan air asin dari laut dan adanya curah hujan yang cukup tinggi pada awal Bulan Agustus, sehingga tanaman padi mengalami puso sebanyak 3 Ha.
  2. Adanya serangan OPT yaitu hama kepinding tanah, keong mas, blast dan virus kerdil rumput dengan intensitas ringan. Tindakan yang dilakukan yaitu : pengendalian menggunakan insektisida
  3. Dalam pengairan kelompok tani menggunakan gas elpiji 3kg sebagai bahan bakar, kendala di lapangan untuk mendapatkannya relatif sulit, pemecahan masalah : membangun sumur sibel (menggunakan aliran listrik)

     Saran dan masukan yang disampaikan oleh kelompok tani yaitu :

  1. Untuk droping benih dilakukan menjelang masa panen sehingga setelah panen dapat langsung persiapan pengolahan lahan dan pesemaian benih padi
  2. Diharapkan ada bantuan sarana prasarana terkait pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian.

     Dalam kesempatan ini, Bapak Eko Anang menyampaikan bahwa kegiatan IP400 harus dipersiapkan mulai dari pengolahan lahan, pesemaian dengan sebar pethuk, melakukan sanitasi lahan, penggunaan varietas unggul yaang super genjah, tanam serentak, tanam dengan jajar legowo, pengamatan rutin pada lahan sawah, penggunaan pupuk secara berimbang, dan menanam refugia untuk mengurangi serangan hama. Dibutuhkan keaktifan dan kerjasama dari berbagai pihak terkait kegiatan IP400 mulai dari kelompok tani, PPL, POPT, Tim Teknis Kabupaten, Provinsi hingga ke Pusat sehingga dapat berjalan secara sinergi dan berkelanjutan.

     Semoga kegiatan IP400 di Kecamatan Ngombol dapat berjalan lancar dan sukses sehingga dapat mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan khususnya beras melalui food estate dan budidaya berbasis klaster kawasan, yang pada akhirnya juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Disusun Oleh :

BAKTI WORO HARYANTI, SP

DINPPKP KAB PURWOREJO

PENGUNJUNG

45964

HARI INI

68073

KEMARIN

37481069

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook