Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > >

Inovasi Eko Enzim sebagai Penutrisi Tanaman

Rabu, 08 Sep 2021
Sumber Gambar : Internet

     Eko Enzim merupakan salah satu cairan ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai cairan multiguna dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Bagi pertanian dapat di gunakan sebagai penutrisi tanaman / Pupuk Organik Cair dan sebagai pencegah hama dan penyakit.  Eko Enzim  merupakan hasil penelitian yang ditemukan oleh Dr. Rasukon Poompanvong dari Thailand lebih dari 30 tahun yang lalu, dengan mengolah sisa bahan dapur yang tidak berguna menjadi enzim ramah lingkungan yang sangat bermanfaat. Secara umum Eko Enzim  (EE)  bermanfaat untuk meningkatkan kualitas udara, air dan tanah. Larutan Eko Enzim (EE) merupakan  hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air dengan perbandingan bahan  sebagai berikut , gula : bahan organic (BO) : air = 1 : 3 :10.

     Dalam bidang pertanian  EE berguna untuk menyuburkan tanah dan tanaman, mengurangi serangan hama dan penyakit, serta meningkatkan kualitas dan rasa buah / sayuran. Kombinasi dan kompisisi bahan organic untuk mendapatkan EE yang dibutuhkan sesuai tahapan perkembangan tanaman perlu diperhatikan. Dengan filosofi sederhana bahwa cadangan makanan (unsur hara makro dan mikro) pada tanaman buah banyak tersimpan pada buahnya, dan cadangan makanan (unsur hara makro dan mikro) pada tanaman sayuran banyak tersimpan pada daunnya.

Manfaat Eko Ensim untuk Pertanian  (tergantung komposisi EE) :

  • Meningkatkan fotosintesis tanaman dan mempercepat pertumbuhan tanaman
  • Meningkatkan lingkungan mikroorganisme tanah dan memperbaiki struktur tanah
  • Meningkatkan kualitas tanah dan bahan organic dalam tanah
  • EE mampu mengurai unsur-unsur kimia yang terkandung dalam tanah menjadi pupuk
  • Sebagai katalisator yang mempercepat penyerapan nutrisi oleh tanaman
  • Menghambat mikroorganisme berbahaya dan mengurangi terjadinya serangan hama dan penyakit tanaman
  • Menyeimbangkan ion positif dan negative yang ada dalam tanah. 

Dengan EE mengubah kodisi pertanian masa kini dan mewujudkan pertanian yang ekologis dengan pola pandang sebagai berikut :

  • Bagaimana membuat tanah “hidup”
  • Bagaimana mengembalikan nutrisi kedalam tanah
  • Bagaimana membangun kembali rantai biologis tanah
  • Bagaimana mengebalikan keseimbangan ekologi pertanian

 

Cara Pembuatan Eko Enzim (EE) :

Bahan :

  • Gula (gula merah tebu, gula aren, molase, gula kelapa dan gula lontar)
  • Sisa-sisa sayuran/buah atau tanaman yang masih segar (tidak busuk)
  • Air (air sumur atau air hujan, air buangan AC atau air isi ulang, air PAM atau air gallon yang didiamkan 24 jamuntuk mengendapkan kaporitnya)
  • Wadah fermentasi (bahan plastic dan memiliki tutup bermulut lebar)

Cara Pembuatan :

  1. Rumus bahan pembuatan eko ensim adalah : 1 bagian gula : 3 bagian BO (bahan organic) : 10 bagian air.
  2. Volume yang disarankan adalah volume maksimal air = 60% volume wadah
  3. Lama fermentasi sekitar 3 bulan atau lebih.
  4. Langkah I :
  • Bersihkan wadah dari sisa sabun atau bahan kimia
  • Ukur volume wadah
  • Masukkan air bersih maksimum sebanyak 60% dari volume wadah

          Langkah II :

  • Masukkan gula sesuai takaran yaitu 10 % dari berat air

          Langkah III :

  • Masukkan potongan sisa-sisa buah dan sayuran atau kulit buah dan sayuran yaitu 30 % dari berat air
  • Aduk rata

         Langkah IV :

  • Pastikan bahan diaduk rata, remas dan tenggelam
  • Tutup rapat sampai panen
  • Beri label tanggal pembuatan dan tanggal panen
  • Fermentasi sekitar kurang lebih 3 bulan.
  • Setelah 3 bulan EE sudah bisa di panen

Untuk menghindari kontaminasi, tempatkan wadah larutan fermentasi di tempat yang :

  1. Tidak terkena sinar matahari langsung
  2. Memiliki sirkulasi udara yang baik
  3. jauh dari Wi-Fi, tong sampah, tempat pembakaran sampah dan bahan-bahan kimia
  4. Jika kita memiliki wadah yang besar dan gula yang cukup, tetapi tidak memiliki cukup bahan organic (sisa buah dan sayuran), maka kita dapat menyicilnya sedikit demi sedikit dgn cara :
  • Siapkan wadah berisi air dan gula sesuai takaran
  • Masukkan bahan sisa buah atau sayuran sedikit demi sedikit sesuai ketersediaan setiap hari
  • Catat beratnya setiap kali kita menambahkan bahan
  • Ketika bahan telah memenuhi takaran, catat tanggal tersebut sebagai tanggal pembuatan Eko Enzim.
  1. Dosis aplikasi EE adalah dilarutkan dalam air dengan perbandingan1 : 1000
  • Sebagai pupuk dapat langsung di aplikasi ke dalam tanah atau diseprot ke daun
  • Sebagai pestisida langsung di aplikasikan ke bagian tanaman yang terserang hama.

 

Sumber : Modul Belajar Pembuatan Eko Enzim, Komunitas Eko Enzim Nusantara dan Webinar  Komunitas Enzim Bakti Indonesia serta berbagai sumber lainnya di internet.

 

Nety Parisa, SP, MSi

Fungsional Penyuluh Dinas TPHBUN Prov. SulSel

PENGUNJUNG

50353

HARI INI

68073

KEMARIN

37485458

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook