Materi Lokalita
JAWA TIMUR > KABUPATEN BONDOWOSO > SUMBER WRINGIN

Mengulik Manfaat Dari Urine Sapi Yang Terabaikan

Rabu, 08 Sep 2021
Sumber Gambar : Dokumentasi petani

Urine sapi bagi sebagian orang dinilai sebagai limbah yang tak bernilai karena menimbulkan aroma yang tidak sedap. Namun di balik itu semua ternyata urine sapi menyimpan beberapa manfaat antara lain sebagai berikut :

  1. Mempunyai kandungan senyawa seperti nitrogen, fosfor, kalium dan juga air yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kotoran sapi padat.
  2. Mempunyai kandungan zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) pada tanaman.
  3. Mempunyai bau khas urine ternak, bau khas ini dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman.
  4. Mempunyai efek residu positif sehingga produktivitas pertumbuhan tanaman di musim berikutnya akan tetap baik.
  5. Dapat memperbaiki keadaan struktur tanah, sehingga kondisi tanah menjadi gembur.
  6. Meningkatkan tingkat aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan bagi budidaya.

Beberapa waktu lalu, penulis mengadakan penyuluhan dan praktek pembuatan POC urine sapi yang dihadiri oleh para petani di Wilayah Kerja BPP Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso. Seorang petani muda bernama Ahmad Khoirul Ulum mengaplikasikan POC Urine sapi hasil praktek pada lahan padi miliknya seluas 450m2. Berdasarkan penuturannya dia merasa senang karena padi miliknya lebih segar, terhindar dari serangan walang sangit, dan hasil panen yang diperoleh lebih tinggi jika dibandingkan lahan padi milik saudaranya yang tidak mengaplikasikan POC urine sapi yang letaknya bersebelahan dengan lahannya.

Selain itu penulis juga telah mencoba mengaplikasikan pada tanaman tomat, dimana tanaman tomat A menggunakan full pupuk kimia sedangkan tanaman tomat B menggunakan ½ dosis pupuk kimia ditambah POC urine sapi. Tanaman tomat yang menggunakan POC urine sapi memiliki buah lebih besar dan berwarna lebih merah segar dibandingkan dengan buah dari tanaman tomat yang hanya menggunakan full pupuk kimia. 

Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) urine sapi

Bahan – bahan yang perlu disiapkan antara lain :

  1. Urine sapi yang sudah disaring (10 liter)
  2. Bioaktivator bisa beli dipasaran seperti Superdegra, EM-4, Semanggi atau bisa menggunakan MOL (220 ml)
  3. Tetes tebu/gula merah (55 ml)
  4. Air pertama cucian beras (550 ml)

Alat :

Sebelum memulai proses pembuatan, alat yang dibutuhkan antara lain  :

  1. Timba
  2. Jerigen/wadah tertutup kapasitas 18 Liter (total cairan adalah 60% dari kapasitas wadah)
  3. Alat pengaduk
  4. Gelas ukur
  5. Saringan

Cara Pembuatan

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan POC urine sapi adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan bahan dan wadah kapasitas 7 liter untuk tempat fermentasi.
  2. Masukkan semua bahan ke dalam wadah 7 Bahan pertama dimasukkan adalah urine sapi, kemudian diikuiti dengan bahan lainnya sesuai komposisi yang telah ditentukan yaitu air cucian beras (leri), tetes tebu, dan EM4.
  3. Langkah selanjutnya bahan-bahan yang telah dicampur dalam wadah diaduk searah jarum jam hingga tercampur merata.
  4. Tutup rapat wadah tersebut agar fermentasi berjalan sempurna. Fermentasi dilakukan selama 2 minggu. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan POC Urine Sapi adalah :

  • Agar tidak meledak, maka wadah dibuka dan dilakukan pengadukan per tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan gas yang terbentuk selama proses fermentasi.
  • Wadah diletakkan di tempat kering dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung agar bioaktivator tidak mati.

 

Ciri fisik pupuk organik cair yang telah matang dengan sempurna adalah sebagai berikut:

  • Berwarna kuning kecoklatan dan berbau seperti tape.
  • Bahan pembentuknya sudah membusuk serta adanya bercak-bercak putih (semakin banyak semakin bagus).
  • Suhu atau temperatur optimal pupuk organik cair sekitar 30 – 50 ?C (hangat).
  • Kisaran pH yang baik untuk pupuk organik cair adalah sekitar 6,5 – 7,5 (netral).

 

Pupuk organik cair yang telah jadi dapat diaplikasikan dengan cara perendaman biji, disemprotkan, dan dikocorkan pada tanaman. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB atau sore hari setelah pukul 15.00 WIB dengan frekuensi 2 minggu sekali atau seminggu sekali. Dosis yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Untuk perendaman biji : 1 liter pupuk urine sapi + 10 liter air direndam selama 10 menit.
  2. Untuk POC yang diaplikasikan lewat daun/disemprotkan : 1 liter POC urine sapi + 10 liter kemudian disemprotkan.
  3. Untuk pupuk cair yang diaplikasikan dengan kocor : 5 liter POC urine sapi di campurkan ke dalam drum 200 liter kemudian dikocorkan ke tanaman.

Perhitungan Biaya Pembuatan POC Urine Sapi

        Berikut biaya yang dibutuhkan untuk membuat POC per 10 liter urine sapi :

Urine Sapi (10 liter)         = Gratis

Tetes tebu (55 ml)           = Rp   1.100  (Harga 1.500ml adalah Rp 30.000)

EM4 (220ml)                   = Rp   4.400  (Harga 1 Liter adalah Rp 20.000)

Air cucian beras(550ml)  = Gratis           +        

                                         Rp   5.500,- 

Jika POC urine sapi diaplikasikan dengan cara disemprotkan maka 10 liter urine sapi dapat digunakan hingga 10x penyemprotan. Sehingga diharapkan dengan pengaplikasian POC urine sapi akan membantu menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani.

Selamat mencoba – deviwachisbu86@gmail.com

Oleh : Devi Ryana Wachisbu 

PPL Sumberwringin - Bondowoso

PENGUNJUNG

39840

HARI INI

68073

KEMARIN

37474945

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook