Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > >

Hama Utama Penggerek Buah Kakao (PBK) dan Cara Pengendaliannya

Kamis, 02 Sep 2021
Sumber Gambar : Internet

1. DAUR HIDUP

a. IMAGO (serangga),  Ciri-ciri:

1. Serangga hama PBK, termasuk golongan ngengat (moth) yang memiliki ukuran paling kecil diantara anggota ordo Lepidoptera.

2. Serangga dewasa meletakkan telur pada permukaan buah.Buah yang paling disukai untuk meletakkan telur adalah yang memiliki alur buah banyak pd permukaan dgn ukuran lebih dari 5 cm.  

3. Imago mempunyai  ukuran  panjang tubuh saat istirahat 7 mm.

4. Rentang sayap depan mencapai 12 mm.

5. Ngengat memiliki warna dasar coklat dengan warna putih berpola zig-zag sepanjang sayap depan.

6. Serta berakhir pada spot warna kuning orange pada ujung sayap.

7. Ukuran antena lebih panjang dari tubuhnya saat istirahat serta mengarah ke belakang.

b. Telur, Ciri-ciri:

    a) Telur berbentuk oval

    b) Panjang 0,45-0,5 mm

    c) Lebar 0,25-0,30 mm

    d) Bentuknya pipih dan berwarna orange pada saat baru diletakkan.

    e) Lama stadium telur 2-7 hari.

c. Larva, Ciri-ciri:

1. Larva yang baru menetas berwarna putih transparan dengan panjang kurang lebih 1 mm.

2. Larva langsung menggerek kulit telur yang berbatasan dengan kulit buah kakao.

3. Selanjutnya menggerek kulit buah kakao.

4. Selanjutnya menggerek ke dalam kulit buah arah tegak lurus hingga mencapai lapisan sklerotik (tempurung).

5. Selanjutnya Larva langsung mengadakan penetrasi ke dalam buah atau menggerek sepanjang permukaan lapisan sklerotik sebelum akhirnya mencapai bagian biji.

6. Lama stadium Larva 14-18 hari untuk pertumbuhan penuh, panjangnya 12 mm dan berwarna hijau muda.

7. Apabila telah mencapai  bagian biji, Larva menggerek dan makan permukaan dalam kulit buah, daging buah, saluran makanan ke biji (plasenta), dan bahkan kotiledon. Larva muda kadang-kadang juga menggerek dan makan bagian kulit biji yang sedang berkembang.

Dampak/akibat dari Hama Utama ini: 

1. Biji menjadi lengket satu sama lain.

2. Tidak berkembang dan ukuran biji menjadi lebih kecil.

3. Dengan demikian akan mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas biji.

d. PUPA, Ciri-ciri:

1. Kokon berbentuk oval.

2. Berwarna kuning kotor.

3. Berukuran (13-18mm) x (6-9mm).

4. Kepompong berwarna coklat.

5. Panjang 6-7 mm dan lebar 1,0-1,5 mm.

6. Stadium pupa diselesaikan selama 6-8 hari.

 

2. GEJALA SERANGAN

a. Buah tampak masak sebelum waktunya dan berwarna kuning tidak merata.

b. Buah yang dibelah akan kelihatan warna coklat-kehitaman.

c. Adanya bekas gorekan Larva berwarna hitam kecoklatan.

d. Sulit dipisahkan antara biji dengan kulit buah

 

METODE PENGENDALIAN STANDAR DENGAN MENERAPKAN (PsPSP) SEBAGAI PRAKTEK BUDAYA

1. Panen Sering

Dengan memanen  buah secara seretak dan teratur, maka dapat mengendalikan hama PBK pada fase larva karena hama PBK meletakkan telurnya pada umur buah 3-4 bulan dan kebanyakan imago meletakkan telurnya pada umur 3,5 hari, sementara umur telur sekitar 3-7 hari kemudian menetas langsung menggerek masuk ke dalam buah, dan umur larva dalam buah sekitar 14-18 hari. Pada kondisi demikian larva masih sebahgian besar berada dalam buah sampai masak awal. Jadi dengan memanen buah pada masak awal maka larva PBK juga akan ikut terpanen.

2. Pemangkasan

Imago tidak menyenangi kondisi cahaya yang terang, tidak bisa terbang jauh, dan tidak suka air hujan. Dengan pemangkasan yang baik, cahaya matahari akan masuk ke bagian tanaman., sirkulasi udara baik, dan air hujan juga dapat masuk ke bagian tanaman lainnya. Kondisi semacam ini tidak disenangi oleh hama Imago PBK dan akan berpindah pada kebun yang tidak melakukan pemangkasan. Pemangkasan tinggi tanaman maksimum 4 m, sehingga tanaman dengan mudah ditangani untuk dirawat.

3. Sanitasi

Ukuran larva sangat kecil dan sulit dilihat dengan mata biasa, ukuran panjang maksimal 12 mm, dan pada saat pembelahan buah, larva ini banyak yang terikut di kulit buah, kotoran gorekan dan placenta. Dengan melakukan sanitasi yang baik, yaitu membenamkan kulit buah hasil panen, maka dapat mengendalikan hama PBK pada saat fase larva dan juga kepompong (pupa) yang terikut pada kulit buah.

4. Pemupukan

Dengan melakukan pemupukan terhadap tanaman kakao diharapkan akan meningkatkan produksi buah. Dengan jumlah buah yang banyak maka akan terjadi pengaruh pengenceran (dilution effect), sehingga presentasi tingkat serangan akan tampak rendah.

5. Dengan penyemprotan pestisida merupakan alternatif terakhir

Penyemprotan insektisida, jenis insektisida yang dianjurkan dari golongan sintetik piretroid, antara lain: Deltametrin, Sihalotrin, Betasiflutrin, Esfenvalerat, sesuai dengan konsentrasi formulasi anjuran. Alat semprot knapsack sprayer, volume semprot 250 L/ha, frekuensi 10 hari sekali sasaran semua buah dan cabang horizontal.

 

Referensi dari berbagai sumber

Ir. Syamsuriah, MM

Penyuluh Pertanian Dinas TPHBUN Prov. Sul-Sel

PENGUNJUNG

1755

HARI INI

64232

KEMARIN

37669631

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook