Diseminasi Teknologi

Inpari IR Nutri Zinc Bermanfaat Untuk Kesehatan

Kamis, 02 Sep 2021
Sumber Gambar : BPTP Kaltim

Pemerintah telah berupaya mengatasi masalah kekurangan gizi yaitu dengan fortifikasi, namun hal itu tidak cukup menyelesaikan masalah, sehingga pada tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus turut berkontribusi nyata dalam mengatasi stunting, salah satunya dengan melepas padi dengan kandungan Zn tinggi dengan nama Inpari IR Nutri Zinc. Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn. Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memeiliki kandungan 24.06 ppm.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,5i ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak dan.

Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi  Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kelebihan dan keunggulan Inpari IR Nutri Zinc

  • Inpari IR Nutri Zinc Bermanfaat Untuk Kesehatan
  • Hasil yang lebih tinggi daripada hasil padi unggul inbrida;
  • Vigor lebih baik sehingga lebih kompetitif terhadap gulma;
  • Keunggulan dari aspek fisiologi, seperti aktivitas perakaran yang lebih luas, area fotosintesis yang lebih luas, intensitas respirasi yang lebih rendah dan translokasi asimilat yang lebih tinggi;
  • Keunggulan pada beberapa karakteristik morfologi seperti sistem perakaran lebih kuat, anakan lebih banyak, jumlah gabah per malai lebih banyak, dan bobot 1000 butir gabah isi yang lebih tinggi.
  • Umur Tanaman : ± 115 hari
  • Bentuk Tanaman : Tegak
  • Tinggi Tanaman : ± 95 cm
  • Daun Bendera : Tegak
  • Bentuk Gabah : Ramping
  • Warna Gabah :Kuning jerami
  • Kerontokan : Sedang
  • Kerebahan : Sedang
  • Tekstur Nasi :Pulen
  • Kadar Amilosa :16,60%
  • Berat 1000 Butir :± 24,60 gram
  • Rata Rata Hasil : ± 6,21 ton/ha
  • Potensi Hasil: ± 9,98 ton/ha
  • Hama :
    • Agak tahan WBC biotipe 1, 2
    • Agak rentan WBC biotipe 3
  • Penyakit

Agak tahan HDB patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia  vegetatif

  • Agak tahan HDB patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif
  • Tahan blas ras 033, 073, 133
  • Rentan blas 173
  • Agak tahan tungro inakulum garut dan Purwakarta
  • Sifat Khusus
    • Potensi kandungan Zn 34,51 ppm
    • Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm

 Anjuran Tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl

Penulis : Sundari. SST/Penyuluh Pertanian BPTP Kaltim

Sumber Informasi : BB Padi/BBP2TP

 

PENGUNJUNG

51523

HARI INI

73870

KEMARIN

50757155

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook