Materi Penyuluhan

Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Kopi Poliklonal

Selasa, 31 Agu 2021
Sumber Gambar : http://www.benihperkebunan.com/index.php/benih-unggul/273

Persiapan tanam dan penanaman kopi:

Sebelum penanaman kopi, perlu dilakukan penanaman pohon pelindung, sebaiknya menggunakan jenis lamtoro yang ditanam satu tahun sebelum kopi ditanam.  Penanaman pohon pelindung diletakkan pada satu titik diantara empat pohon kopi.

Setelah pohon pelindung tumbuh, sekitar 1-3 bulan menjelang musim penghujan, buat lubang tanam untuk kopi dengan ukuran panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. Lubang tanam diisi pupuk kandang (kotoran sapi) sebanyak 10 kg / lubang, kemudian ditutup dengan tanah bekas galian.

Pada saat akan dilakukan penanaman kopi, lubang tanam digali lagi seluas satu cangkul sedalam 20 cm. Penanaman kopi secara poliklonal dilakukan dengan membentuk komposisi (3-4 klon) yang sesuai.  Masing-masing klon ditanam secara berbaris diantara pohon pelindung.  Pengaturan penanaman poliklonal dilakukan secara sistematis, setiap klon ditanam dalam lajur tertentu berseling dengan klon pasangan komposisi yang terpilih, antara lain berdasarkan pada : (1) sifat daya adaptabilitas daya hasil yaitu yang mampu beradaptasi dengan baik seperti : klon BP 42, BP 358, dan SA 237 dan toleran terhadap iklim basah seperti : klon BP 534 dan BP 936, (2) Sifat berbunga yang relatif serempak agar proses persarian (pembuahan) dapat berlangsung dengan baik, dan (3) ukuran biji yang dihasilkan lebih seragam.

Penyambungan.

Pembentukan kebun kopi robusta secara poliklonal dapat juga dilakukan pada kebun kopi yang sudah ada (tidak menanam baru).  Batang bawah kopi disambung dengan batang atas (entres) dari klon-klon kopi robusta anjuran yang dipilih.  Hasil sambungan berhasil jika setelah dua minggu penyambungan bahan masih tetap segar.

Pemeliharaan Tanaman di Lapangan

Penyulaman:  Dilakukan 2-3 minggu setelah ditanam di lapang.  Selanjutnya didangir di sekitar tanaman dengan jarak 30 cm sekeliling batang untuk pembersihan gulma  yang dilakukan sekali setahun yaitu pada awal musim penghujan.

Pemupukan:  Dilakukan pada saat tanaman berumur 2 tahun dengan menggunakan   100 gr urea, 50 gr TSP, dan 50 gr KCl.  Setelah berumur 3-4 tahun, tinggi tanaman mencapai 150 cm dilakukan pemangkasan setiggi 30 cm dari pucuk, namun bila tanah kurang subur, pemangkasan diperpanjang hingga 40-50 cm dari pucuk.

Pengendalian hama dan penyakit.

Hama utama yang dapat menurunkan produksi dan mutu kopi adalah: penggerek buah kopi Hypothenemus hampei Ferr.  Gejala serangannya dapat terjadi pada buah kopi yang muda maupun tua (masak) yaitu buah gugur mencapai 7-14 % atau perkembangan buah menjadi tidak normal dan busuk.

Cara pengendalian:  (1) Petik semua buah yang masak awal (baik pada buah yang terserang maupun tidak), biasanya dilakukan pada 15-30 hari menjelang panen raya.  Untuk mencegah terbangnya hama, pada saat menampung buah, digunakan kantong yang tertutup, kemudian buah direndam dalam air panas selama sekitar 5 menit. (2) Lakukan lelesan, yaitu dengan mengumpulkan semua buah yang jatuh di tanah untukmenghilangkan sumber makanan bagi hama; (3) Lakukan racutan/rampasan , yaitu memetik semua buah yang telah berukuran 5 mm yang masih ada di pohon sampai akhir panen (untuk memutus daur hidup hama); (3) Lakukan pemangkasan terhadap tanaman pelindung agar kondisi lingkungan tidak terlalu gelap; (4) Lakukan penyemprotan dengan agensia hayati, yaitu dengan pemanfaatan jamur Beauvaria bassiana dengan dosis 2,5 kg bahan padat per ha setiap kali aplikasi.  Dalam satu periode panen kopi dapat dilakukan 3 kali aplikasi.

Penyakit pada tanaman kopi terutama disebabkan oleh nematode parasit  Pratylencus coffe yang dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, kurus, batang mengecil, daun tampak tua menguning dan gugur sehingga daun yang tertinggal adalah yang di ujung-ujung cabang.  Pada serangan berat, pucuk akan mati, bunga dan buah premature.  Jika serangan sudah terjadi dari dalam tanah, tanaman akan mudah dicabut karena akar-akar serabutnya membusuk berwarna coklat sampai hitam.

Cara pengendalian penyakit:

Pengendalian penyakit pada kopi yang terserang dalam kategori ringan, dapat  dilakukan dengan melakukan penyemprotan tanaman menggunakan nematisida (Oksamail, Etoprofos dan Karbofuran) pada tanaman.  Namun apabila serangan menyebabkan penyakit berat, maka perlu dilakukan pemusnahan terhadap tanaman yang terserang, dan dilakukan pada pusat-pusat serangan..(Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian)

Sumber:  Teknologi Budidaya KOPI POLIKLONAL. Penyusun: Rr Ernawati, Ratna Wylis Arief, Slameto. BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN. BADAN PENELTIAN DAN PENGEMBANGAN PETANIAN. 2008.

Persiapan tanam dan penanaman kopi:

Sebelum penanaman kopi, perlu dilakukan penanaman pohon pelindung, sebaiknya menggunakan jenis lamtoro yang ditanam satu tahun sebelum kopi ditanam.  Penanaman pohon pelindung diletakkan pada satu titik diantara empat pohon kopi.

Setelah pohon pelindung tumbuh, sekitar 1-3 bulan menjelang musim penghujan, buat lubang tanam untuk kopi dengan ukuran panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. Lubang tanam diisi pupuk kandang (kotoran sapi) sebanyak 10 kg / lubang, kemudian ditutup dengan tanah bekas galian.

Pada saat akan dilakukan penanaman kopi, lubang tanam digali lagi seluas satu cangkul sedalam 20 cm. Penanaman kopi secara poliklonal dilakukan dengan membentuk komposisi (3-4 klon) yang sesuai.  Masing-masing klon ditanam secara berbaris diantara pohon pelindung.  Pengaturan penanaman poliklonal dilakukan secara sistematis, setiap klon ditanam dalam lajur tertentu berseling dengan klon pasangan komposisi yang terpilih, antara lain berdasarkan pada : (1) sifat daya adaptabilitas daya hasil yaitu yang mampu beradaptasi dengan baik seperti : klon BP 42, BP 358, dan SA 237 dan toleran terhadap iklim basah seperti : klon BP 534 dan BP 936, (2) Sifat berbunga yang relatif serempak agar proses persarian (pembuahan) dapat berlangsung dengan baik, dan (3) ukuran biji yang dihasilkan lebih seragam.

Penyambungan.

Pembentukan kebun kopi robusta secara poliklonal dapat juga dilakukan pada kebun kopi yang sudah ada (tidak menanam baru).  Batang bawah kopi disambung dengan batang atas (entres) dari klon-klon kopi robusta anjuran yang dipilih.  Hasil sambungan berhasil jika setelah dua minggu penyambungan bahan masih tetap segar.

Pemeliharaan Tanaman di Lapangan

Penyulaman:  Dilakukan 2-3 minggu setelah ditanam di lapang.  Selanjutnya didangir di sekitar tanaman dengan jarak 30 cm sekeliling batang untuk pembersihan gulma  yang dilakukan sekali setahun yaitu pada awal musim penghujan.

Pemupukan:  Dilakukan pada saat tanaman berumur 2 tahun dengan menggunakan   100 gr urea, 50 gr TSP, dan 50 gr KCl.  Setelah berumur 3-4 tahun, tinggi tanaman mencapai 150 cm dilakukan pemangkasan setiggi 30 cm dari pucuk, namun bila tanah kurang subur, pemangkasan diperpanjang hingga 40-50 cm dari pucuk.

Pengendalian hama dan penyakit.

Hama utama yang dapat menurunkan produksi dan mutu kopi adalah: penggerek buah kopi Hypothenemus hampei Ferr.  Gejala serangannya dapat terjadi pada buah kopi yang muda maupun tua (masak) yaitu buah gugur mencapai 7-14 % atau perkembangan buah menjadi tidak normal dan busuk.

Cara pengendalian:  (1) Petik semua buah yang masak awal (baik pada buah yang terserang maupun tidak), biasanya dilakukan pada 15-30 hari menjelang panen raya.  Untuk mencegah terbangnya hama, pada saat menampung buah, digunakan kantong yang tertutup, kemudian buah direndam dalam air panas selama sekitar 5 menit. (2) Lakukan lelesan, yaitu dengan mengumpulkan semua buah yang jatuh di tanah untukmenghilangkan sumber makanan bagi hama; (3) Lakukan racutan/rampasan , yaitu memetik semua buah yang telah berukuran 5 mm yang masih ada di pohon sampai akhir panen (untuk memutus daur hidup hama); (3) Lakukan pemangkasan terhadap tanaman pelindung agar kondisi lingkungan tidak terlalu gelap; (4) Lakukan penyemprotan dengan agensia hayati, yaitu dengan pemanfaatan jamur Beauvaria bassiana dengan dosis 2,5 kg bahan padat per ha setiap kali aplikasi.  Dalam satu periode panen kopi dapat dilakukan 3 kali aplikasi.

Penyakit pada tanaman kopi terutama disebabkan oleh nematode parasit  Pratylencus coffe yang dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, kurus, batang mengecil, daun tampak tua menguning dan gugur sehingga daun yang tertinggal adalah yang di ujung-ujung cabang.  Pada serangan berat, pucuk akan mati, bunga dan buah premature.  Jika serangan sudah terjadi dari dalam tanah, tanaman akan mudah dicabut karena akar-akar serabutnya membusuk berwarna coklat sampai hitam.

Cara pengendalian penyakit:

Pengendalian penyakit pada kopi yang terserang dalam kategori ringan, dapat  dilakukan dengan melakukan penyemprotan tanaman menggunakan nematisida (Oksamail, Etoprofos dan Karbofuran) pada tanaman.  Namun apabila serangan menyebabkan penyakit berat, maka perlu dilakukan pemusnahan terhadap tanaman yang terserang, dan dilakukan pada pusat-pusat serangan..(Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian)

PENGUNJUNG

24619

HARI INI

89943

KEMARIN

35573084

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook