Diseminasi Teknologi

DAMPAK PESTISIDA SINTETIS DAN CARA MENURUNKAN RESIDUNYA

Selasa, 31 Agu 2021
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi, 2021

DAMPAK PESTISIDA SINTETIS DAN CARA MENURUNKAN RESIDUNYA

Pendahuluan

Pestisida sangat berguna di berbagai bidang kegiatan manusia, khususnya di bidang pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan. mencegah kerusakan harta benda, dan pengendalian penyakit (yang ditularkan melalui vektor). Perilaku bertani pada sebagaian petani yang berlebihan dalam menggunakan pestisida sintetis, sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Petani melakukan proses produksi hasil pertanian menekankan kuantitas akan tetapi dituntut juga menghasilkan produk berkualitas. Masyarakat mengharapkan produk pertanian yang sehat aman dikonsumsi.  

Dampak Penggunaan Pestisida

Pestisida merupakan sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang paling banyak digunakan oleh petani di Indonesia (95,29%) karena dianggap efektif, mudah digunakan dan secara ekonomi menguntungkan. Penggunaan pestisida yaang demikian dipastikan dapat mencemari lingkungan dan pada gilirannya dapat meninggalkan residu pestisida pada produk pertanian. Di lingkungan residu pestisida dapat mematikan makro dan mikro organisme serta merusak keseimbangan alam. Sedangkan pada produk pertanian residu pestisida dapat mengganggu kesehatan manusia, seperti menurunnya sistem imun, gangguan fungsi ginjal dan hati, memacu pertumbuhan kanker, dan gangguan fungsi kerja syaraf.

Dampak bagi kesehatan.

Dampak penggunaan pestisida berlebih akan berdampak pada kesehatan manusia. Pestisida tergolong sebagai endocrine disrupting chemicals (EDCs), yaitu bahan kimia yang dapat mengganggu sintesis, sekresi, transport, metabolisme, pengikatan dan eliminasi hormon-hormon dalam tubuh, salah satunya hormon tiroid. Penelitian di Kabupaten Brebes mendapatkan tingginya prevalensi: Gondok (67,9%), Hipotiroidisme (33,3%), Gangguan pertumbuhan tulang (54,0%) pada siswa SD. Pestisida mempunyai efek toksik hanya pada organisme targetnya, yaitu hama. Namun, pada kenyataannya, sebagian besar bahan aktif yang digunakan tidak cukup spesifik toksisitasnya, sehingga berdampak negatif terhadap kesehatan (manusia). Toksik adalah zat yang bila dapat memasuki tubuh dalam keadaan cukup dan secara konsisten dapat menyebabkan fungsi tubuh menjadi tidak normal. Toksisitas adalah kemampuan racun untuk menimbulkan kerusakan bila masuk ke dalam tubuh dan lokasi organ yang rentan terhadapnya

Pencegahan Penggunaan Pestisida Sintetis berlebih

Pemerintah bersama masyarakat harus melakukan pencegahan penggunaan pestisida sintetis yang berlebihan. Pencegahan penggunaan pestisida sintetis dapat dilakukan dengan cara bagi masyarakat, bagi pelaku pertanian, dan berikut:

Secara umum pencegahan penggunaan pestisida sintetis

  1. Melakukan evaluasi kembali tentang perdagangan/peredaran pestisida maupun
  2. Cara penggunaannya di kalangan petani
  3. Upaya mengurangi penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian
  4. Mengembangkan pertanian organik

Cara penggunaan pestisida bagi pelaku pertanian

  1. Menggunakan pestisida yang terdaftar dan diijinkan menteri pertanian.
  2. Menggunakan pestisida sesuai dengan jenis komoditi dan jenis organisme sasaran yang diijinkan.
  3. .memperhatikan dosis dan anjuran yang tercantum pada label.
  4. Memperhatikan kaidah – kaidah keselamatan dan keamanan penggunaan pestisida.

 

Metode mengurangi residu pestisida

Para pelaku usaha dan masyarakat perlu melakukan langkah-langkah dalam mengurangi residu pestisida menurut Fitriadi dan Putri, 2016 dengan cara sebagai berikut:

  1. Metode prapanen meliputi penggunaan agen pengendali hayati dan sistem pertanian Pengendalian Hama Terpadu, penggunaan pestisida non persisten, pengaturan waktu aplikasi pestisida, dan penggunaan arang aktif.
  2. Metode pasca panen meliputi pencucian hasil pertanian, penggunaan ozon dan air terozonisasi, perendaman air panas, penggunaan radiasi ultrasonik dan pengaturan pH.

Badan penelitian dan pengembangan teknologi pertanian Kementerian pertanian melalui Balintan menghasilkan teknologi menurunkan residu pestisida (Balintan, 2013) sebagai beikut :

  1. Teknologi penggunaan arang aktif
  1. Arang aktif (AA) dapat dibuat dari limbah pertanian seperti sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa, dan cangkang /tempurung kelapa sawit yang berfungsi untuk menurunkan residu pestisida.
  2. Aplikasinya dapat dilakukan secara langsung ke tanah ataupun diformulasikan dengan pupuk urea sebagai pelapis (coating). AA sebagai pelapis urea selain dapat meningkatkan efisiensi nitrogen dari pupuk urea juga dapat berfungsi sebagai rumah dan sumber karbon bagi mikroba pendegradasi pestisida.
  1. Penggunaan bahan organik (BO)
  1. Penggunaan BO limbah pertanian seperti pupuk kandang (pukan) sapi dan ayam telah digunakan sejak lama terutama pada lahan sayuran dan lahan sawah tadah hujan.
  2. Pemberian BO berupa pupuk kandang dan pril dapat menurunkan residu senyawa POPs, dan penambahan mikroba pada BO dapat meningkatkan persentase penurunan residu senyawa POPs. Pukan ayam + mikroba dapat menurunkan residu DDT sampai 81,6% ; sedangkan pemberian petroganik + mikroba dapat menurunkan residu heptaklor sampai 91,57%.

Sumber : dari berbagai bacaan.

Penulis (Robinson Putra, SP., M.Si) Penyuluh Pertanian BPTP Lampung

PENGUNJUNG

35061

HARI INI

38137

KEMARIN

37012936

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook