Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KABUPATEN SOLOK SELATAN > KOTO PARIK GADANG DIATEH

Tata Kelola Air Pada Padi Sawah

Selasa, 31 Agu 2021
Sumber Gambar : dokumen pribadi

Pengelolaan air pada padi sawah merupakan upaya untuk menekan kehilangan air dipetakan sawah guna mengoptimalkan jumlah anakan dan mempertahankan atau meningkatkan hasil gabah persatuan luas dan volume air.

Umur dan varietas padi sawah berpengaruh terhadap tingkat konsumsi air. Makin pendek atau genjah (90-100 hari) umur tanam padi, maka makin sedikit total konsumsi air dibanding dengan vrietas padi sawah berumur lebih panjang (lebih dari 125 hari).

Tanaman padi bukanlah tanaman air, akan tetapi untuk tumbuh baik membutuhkan air yang optimal. Tanaman padi hanya butuh air pada kondisi macak-macak hingga lembab.

Keuntungan semua pola penggenangan pada budi daya padi sawah yaitu mampu menekan bertumbuh kembangnya gulma dan serangan hama tikus. Solusinya untuk gulma pada budidaya padi metode GP-PTT adalah melakukan penyiapan lahan secara baik dan penyiangan dini (12-15 HST) dengan menggunakan alat siang.

Tata kelola air padi sawah berada pada penyiapan lahan yaitu pengelolaan tanah sedini mungkin setelah panen, pada saat lahan masih lembab. Jerami hasil panen disemprot dengan larutan MOL dan tambahkan pupuk kandang 2 ton/ha. Air dalam kondisi macak-macak selama 15 hari. Pembuatan parit keliling petak sawah dimaksudkan sebagai tata kelola air pada petak sawah (drainase permukaan)sekaligus mengantisipasi serangan keongmasdengan ketinggian air sekitar 2 cm.

Pada fase pemeliharaan kondisi air macak-macak sehingga lembab. Pengaturan pengairan berselang dilakukan dengan memasukan air setinggi 3 cm, setelah 3 hari baru masukan air kembali. Metode ini mampu meningkatkan jumlah anakan menjadi 45-50 anakan per rumpun pada umur 45-50 HST.

 

Ditulis oleh : Novita Sari, SP

PENGUNJUNG

42460

HARI INI

68073

KEMARIN

37477565

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook