Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KABUPATEN SOLOK > KUBUNG

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD)

Selasa, 31 Agu 2021
Sumber Gambar : Google

PENGENALAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD)

PENDAHULUAN

Tanaman kakao tumbuh cukup baik di Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, namun dua sampai tiga tahun belakangan terus mengalami penurunan jumlah produktivitasnya. Produktivitas kakao di Nagari Salayo mulai tahun 2016 berkisar 300 kg sampai 1.500 kg/ha. Angka ini menurun drastis dibanding tahun sebelumnya.

Produksi yang rendah ini antara lain disebabkan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pada awal  tahun 2019, nagari Salayo dikejutkan dengan ditemukannya penyakit Vascular Streak Dieback (VSD). Penyakit ini berpotensi besar menurunkan produksi sampai 40% bahkan pada serangan berat dapat memaatikan tanaman kakao. Hingga saat ini serangan VSD termasuk masalah utama yang harus dihadapi petani kakao.

PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD)

Penyakit VSD disebakan oleh jamur Oncobasidium theobromae.

Gejala serangan VSD :

  1. Daun kedua atau ketiga dari titik tumbuh menguning dengan bercak-bercak berwarna hijau. Akhirnya satu atau dua daun terserang gugur sedangkan beberapa daun di sebelah atas dan di sebelah bawah masih lengkap sehingga ranting tampak ompog.
  2. Daun menguning mulai terlihat tiga sampai lima bulan setelah spora jatuh pada daun yang bersangkutan, sewaktu daun masih muda.
  3. Pada bekas dudukan daun bila disayat terlihat tiga buah noktah berwarna coklat kehitam-hitaman.
  4. Bila ranting dibelah membujur terlihat garis-garis coklat pada jaringan xylem yang bermuara pada bekas duduk daun.
  5. Pada serangan lebih lanjut, kematian jaringandapat menjalar sampai ke cabang atau bahkan ke batang pokok. Hal ini akan menyebabkan kematian pada tanaman kakao.

Penyebaran Penyakit

  1. Melalui angin

Spora yang diterbangkan oleh angin pada malam hari dan jatuh pada daun muda akan segera berkecambah apabila tersedia air dan tumbuh masuk ke dalam jaringan xylem. Setelah 3-5 bulan baru tampak gejala daun menguning dengan bercak hijau. VSD lebih mudah tersebar di daerah beriklim basah dengan curah hujan merata sepanjang tahun.

 

  1. Melalui bahan tanaman

Mengingat jamur penyebab penyakit ini terdapat dalam berkas pembuluh, diperkirakan bahwa jamur mudah terbawa dalam bahan tanaman, seperti stek dan mata okulasi.

 

PENGENDALIAN PENYAKIT

  1. Pemangkasan dan sanitasi

Pengendalian VSD dengan pangkas dan sanitasi dilakukan 2 minggu sekali, bertujuan untuk menghilangkan ranting atau cabang sakit yang mengandung jamur dengan cara memotong 30 cm di bawah pangkal garis coklat yang tampak dalam kayu, sedangkan sanitasi mengumpulkan daun-daun kering untuk mengurangi kelembaban kebun.

 

  1. Memperbaiki kultur teknis

Memperbaiki drainase, pemangksasan kakao dan pelindung serta pemberian pupuk berimbang dapat mengurangi intensitas serangan enyakit. Pada tanaman yang terserang, pemberian pupuk N, P dan K harus dilakukan sesuai jadwal pemupukan. Khusus pupuk Kalium dapat diberikan 1,5 kali dosis normal.

 

  1. Tindakan karantina

Tidak memindahkan bahan tanaman dari daerah serangan. Tindakan ini sangat penting untuk mengurangi penyebaran penyakit.

 

  1. Penanaman klon toleran

Pengembangan klon toleran di Indonesia masih terus dikembangkan oleh Puslitkoka dengan menggabungkan karakter-karakter unggul menjadi klon yang tahan terhadap patogen dan berproduksi tinggi. Beberapa jenis klon yang tahan terhadap VSD adalah Sulawesi-1. Pengendalian VSD dapat dilakukan dengan memilih klon-klon yang toleran ini selain pemangkasan, sanitasi dan penggunaan agen hayati.

 

  1. Penggunaan fungisida

Pengendalian dengan fungisida belum dapat dianjurkan karena jamur yang terdapat di dalam berkas pembuluh kayu sukar dicapai oleh fungisida. Penanganan dengan fungisida berbahan aktif Propiconazol dapat mengurangi serangan VSD.

 

  1. Pengelolaan pembibitan kakao

Dianjurkan agar pembibitan kakao dibuat jauh dari kebun terserang dan jangan menaruh bibit di bawah pohon kakao yang terserang penyakit. Tidak mengambil sumber entres dari daerah yang sudah terserang VSD.

 

Sumber : UPTD BP2MB-PTP Dinas TPHP Sumatera Barat

PENGUNJUNG

3734

HARI INI

64232

KEMARIN

37671610

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook