Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN SINJAI > BULUPODDO

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN CABE

Senin, 30 Agu 2021
Sumber Gambar : BPP Bulupoddo

Usaha bercocoktanam cabe memerlukan keahlian dan intensitas perawatan yang lebih optimal.   Adapun hal-hal yang harus dipenuhi untuk kegiatan budidaya cabe adalah :  (1) pH tanah berada 5 – 6, jika pH tanah rendah perlu penambahan kapur pertanian atau dolomite sehingga unsure Kalium tersedia yang dibutuhkan cabe pada saat berbunga dan berbuah.;  (2) Gembur atau kaya humus;  dan  (3)  Gunakan Mulsa, cara penggunaan mulsa warna hitam berada di bawah dan warna perak berada diatas

Persiapan lahan :  (1)  Tanaman cabe memerlukan tanah yang subur, gembur dengan drainase yang baik;;  (2)  selanjutnya tanah diolah dengan membajak dengan cangkul atau menggunakan tenak atau hand tracktor;  (3)  lberikan pupuk kandang masak atau pupuk organic dan campur merata;  (4)  selanjutnya tanah digulud dengan lebar antara 120—160 cm.

Persiapan tanam setelah pengolahan tanah adalah :   pemeraman dan pesemaian. benih   Pemeraman,  alat dan bahan yang digunakan adalah kertas Koran, kertas merang, handuk dan hans prayer,  selanjutnya benih disebar merata pada kertas merang yang telah dibasahi lalu digulung dan disimpan dalam suhu kamar.  Untuk menjaga RH disemprot air dengan hands sprayer hingga benih keluar raluar radikulanya dalam waktu 2-3 x 24 jam, lalu pindahkan kemedia semai memakai pinset.

Pesemaian :  Tanah dicampur dengan pupuk organic dan NPK   dan pasir  (4 : 1 : 1) aduk rata;  semprot dengan fungisida belerang 0,5 gr/ltr (mencegah serangan jamur/cendawan) atau insektisida 0,5 gr/ltr air (ulat) biarkan hingga bauh belerang hilang  selanjutnya biji/benih cabai disemaikan hingga umur  21-25 hari  atau  bibit cabai sudah berdaun 3-4 helai daun sempurnah dan berbatang kuat.

Penanaman :  Sebelum tanam bibit cabe dicelup dalam larutan fusngisida 0,25 gr/ltr air (Benlate,  Bactomycin dan agrimycin.   Membuat lubang tanam (tugal) sedalam 8-10 cm dengan jarak tanam 60 x 50 cm (zig-zag)

Pemeliharaan :  pemeliharaan tanaman cabe  seperti penyulaman ( 7-14 HST) tumbuh tidak normal atau mati, menggunakan sisa bibit dipesemaian;  Penyiangan : dilakukan jika tumbuh  rumput  dilubang tanam dengan cara mencabu, jika diparit dengan cangkul atau penyemprotan herbisida  (ujung noxxle disungkup agar tidak kena tanaman cabe).

Pewiwilan :  dilakukan pada tunas yang tumbuh dibawah cabang  utama (cabang Y) untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang kuat dan sehat.

Pengikatan :  dilakukan saat berumur  10-15 HST dengan cara mengikat dibawah cabang utama pada ajir dengan tali rapiah;  Umur 30-40 HST dilakukan pengikatan diatas cabang utama selanjutnya pada umur 50-60 HST ((mulai berbuah) dilakukan pengikatan lagi untuk menopang agar tanaman cabe berdiri tegak.

Pemupukan :  mulai umur 7-30 HST  : pupuk  ZA  6 kg + Multi KP 4.5 kg +300 ltr air (240 cc larutan pupuk/tanaman);  umur 50 HST  pupuk ditugal  NPK  15 gr/tanaman; dan umur 60 HST :  NPK 10-15 kg + Grand K + 300 ltr air (200 cc  larutan pupuk per tanaman.   Atau menggunakan pupuk daun Vitaflora/Gardena B,/Fitomic 1,5-2,5 cc /ltr air  dengan interval penyemprotan 10-15 hari.

Pengairan :  tergantung keadaan tanaman dimusim kemarau perlu penyiraman.

Cara bercocoktanam cabe perlu memperhatikan semua komponen (tanah, air, suhu), kultur teknis dan input yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi cabe yang optimal . yang sehat, dan berkelanjutan.

PENGUNJUNG

3251

HARI INI

64232

KEMARIN

37671127

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook