Diseminasi Teknologi

TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN PISANG (Musa Paradisiaca)

Jum'at, 27 Agu 2021
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi, 2021

TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN PISANG (Musa Paradisiaca)

Masyarakat sudah tidak asing dengan tanaman pisang yang digunakan untuk berbagai olahan pangan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman pisang dapat dibudidayakan disekitar lingkungan rumah/pekarangan atau apabila mempunyai kebun bisa dibudidayakan secara intensif. Tanaman pisang biasanya di tanam disekitar rumah biasanya tidak dibudidayakan secara intensif hanya di berikan pupuk kandang. Pemeliharan tanaman pisang secara intensif bertujuan agar dapat menghasilkan kualitas panen yang berkualitas. Pemeliharaan tanaman pisang dapat dilakukan cara sebagai berikut: penyiangan, penggemburan, pengairan, pemangkasan, penjarangan anakan, dan perawatan tandan. Secara lebih lengkap sebagai berikut:

  1. Penyiangan
    Tanah di sekitar pohon pisang harus dibersihkan dari rumput pengganggu/gulma, dilakukan sesuai dengan kondisi kebun. Kebun yang banyak sekali ditumbuhi gulma harus sering disiang, sekitar 3-4 kali setahun.
  2. Penggemburan
    Penggemburan tanah dilakukan agar perakaran dan bonggol pisang bisa berkembang dengan baik.
  3. Pengairan
    Pemberian air pada pertanaman pisang sangat diperlukan karena tanaman pisang sangat peka terhadap kekuranngan air terutama pada musim kemarau. Apabila kekurangan air ini terjadi pada saat bunga mulai keluar, buah yang dihasilkan dan daun akan memperlihatkan gejala klorosis. Bila tandan buah keluar pada saat kekurangan air (musim kemarau) akan dihasilkan tandan yang pendek dan kecil-kecil.
  4. Pemangkasan Daun

Pemangkasan daun yang kering bertujuan untuk pencegahan penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan, dan melindungi buah dari goresan daun. Pada saat pembungaan, setidaknya ada 6-8 daun sehat agar perkembangan buah menjadi maksimal. Setelah pemangkasan bunga jantan, sebaiknya tidak dilakukan pemangkasan daun lagi. Daun bekas pemangkasan dari tanaman sakit dikumpulkan dan dibakar. Selanjutnya alat pemangkas disterilkan dengan desinfektan, misalnya menggunakan Bayclean atau alkohol. 

  1. Penjarangan Anakan

Penjarangan anakan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah anakan, menjaga jarak tanam, dan menjaga agar produksi tidak menurun. Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk (umur 9 bulan), 1 anakan (umur 7 bulan), dan 1 anakan muda (umur 3 bulan), dilakukan rutin setiap 6-8 minggu. Anakan yang dipilih atau disisakan adalah anakan yang terletak pada tempat yang terbuka dan yang terletak diseberangnya.

  1. Perawatan Tandan

     Perawatan tandan dilakukan dengan membersihkan daun di sekitar tandan, terutama daun yang sudah kering. Selain itu, membuang buah pisang yang tidak sempurna, yang biasanya pada 1-2 sisir terakhir, dan diikuti dengan pemotongan bunga jantan, agar buah yang berada di atasnya dapat tumbuh dengan baik. Buah juga perlu dibungkus/dikerodong dengan kantong plastik warna biru. Hal ini dilakukan untuk melindungi buah dari kerusakan oleh serangga atau karena gesekan daun. Setelah dibungkus, tandan yang mempunyai masa pembuahan yang sama dapat diberi tanda (misalnya dengan tali rafia warna yang sama). Hal ini untuk menentukan waktu panen yang tepat, sehingga umur dan ukuran buah dapat seragam.

     Sumber : Berbagai sumber

     Penulis : Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh BPTP Lampung)

PENGUNJUNG

39420

HARI INI

68073

KEMARIN

37474525

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook