Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN BANTAENG > ULUERE

Penyiapan Benih Tanaman Bawang Putih

Selasa, 24 Agu 2021
Sumber Gambar : Google Images

Indonesia memiliki beragam varietas benih bawang putih yang unggul. Keunggulan tersebut bisa dibuktikan dari segi aroma dan rasanya yang bisa dikomparasi dengan bawang putih impor. Varietas-varietas tersebut tersebar dari dataran rendah hingga ke dataran tinggi. Kecamatan Uluere sendiri adalah salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Bantaeng yang berada di dataran tinggi sehingga agar usahatani di wilayah ini bisa optimal, maka varietas yang digunakan adalah yang cocok untuk kondisi geografis tersebut. Varietas bawang putih yang cocok untuk dataran tinggi adalah Lumbu Hijau (900-1100 mdpl) dan Sangga Sembalun >1000 mdpl.

Seperti halnya bawang merah, agar tanaman bawang putih dapat berproduksi maksimal maka hal yang perlu diperhatikan di awal adalah pemilihan benihnya. Secara umum, syarat benih yang baik adalah ukuran benih yang cenderung besar dan bernas, telah selesai masa dormansinya, bebas hama dan penyakit, dan tentunya kemurnian varietas. Ukuran benih tentunya perlu diperhatikan karena akan berdampak pada jumlah benih yang perlu disediakan. Misalnya ukuran benih 3 gram per siung dengan jarak tanam 15 x 20 cm akan membutuhkan 240.000 – 300.000 siung atau dengan perkiraan 720 – 900 kg benih bawang putih per hektar lahan. Demikian pula perlu diperhatikan masa dormansi benih bawang putih yang berkisar 4 bulan setelah panen. Apalagi terhadap kualitas benih yang dimana perlu diperiksa agar bebas dari hama dan penyakit pertanaman sebelumnya.

Disampaikan sebelumnya bahwa setelah panen, umbi bawang putih memerlukan waktu sekitar 4 bulan agar siap menjadi benih. Durasi ini tergolong lama sehingga untuk dapat mempercepat masa dormansi biasanya dilakukan dengan ‘perlakuan suhu’ dimana umbi akan disimpan dalam pendingin yang suhunya 50 – 100 C dengan kisaran 2 minggu. Perlakuan ini terbukti dapat memotong masa dormansi sekitar 2 bulan.

Umbi bawang putih yang telah melewati masa dormansi selanjutnya akan dipisah per siung. Siung inilah yang selanjutnya akan digunakan sebagai benih bawang putih. Pemisahan siung tersebut juga berfungsi sebagai langkah sortasi dalam hal ukuran benih. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa terdapat kecenderungan bahwa benih yang berukuran besar akan menghasilkan umbi yang berukuran besar pula.

Setelah menjadi siung yang siap tanam, dianjurkan untuk melakukan perendaman benih selama 10 menit sebelum tanam. Perendaman ini dapat dilakukan dengan fungisida untuk mencegah serangan jamur penyakit atau dengan tricoderma serta ZPT untuk merangsang pertumbuhan tanaman nantinya.

Penulis: Nur Reskiyawati, SP.

PPL Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere

PENGUNJUNG

3760

HARI INI

64232

KEMARIN

37671636

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook