Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KABUPATEN SOLOK SELATAN > SANGIR

DEFISIENSI MINERAL PADA TERNAK SAPI RUMINANSIA

Selasa, 24 Agu 2021
Sumber Gambar :

Mineral dan Peranannya.

Mineral adalah salah satu komponen nutrisi yang memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup ternak, dibutuhkan baik untuk memelihara kesehatan, pertumbuhan, produksi, reproduksi dan kekebalan tubuh hewan. Berdasarkan  kegunaannya, mineral dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu golongan yang essensial dan golongan yang tidak essensial.

Berdasarkan jumlahnya, mineral dapat pula dibagi atas mineral makro, dan  mineral mikro. Mineral makro seperti kalsium (Ca), fosfor (P) dan kalium (K), sedangkan mineral mikro seperti mangan (Mn), tembaga (Cu), zinc (Zn), kobalt (Co), iodine (I) dan selenium (Se).

Sapi yang mengalami defisiensi mineral subklinis mengakibatkan laju pertumbuhan berkurang rata-rata 0,1 kg/ekor/hari, daya reproduksi di bawah tingkat optimum dan menurunnya daya tahan terhadap penyakit. Sedangkan sapi yang mengalami defisiensi mineral klinis dapat didiagnosis berdasarkan gejala yang terlihat, seperti kekurusan, hilang nafsu makan, dan keguguran ternak yang bunting. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak dibutuhkan oleh ternak dan berperan penting sebagai penyusun tulang dan gigi.

Kebutuhan kalsium dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, bobot badan serta tahapan produksi. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan kegagalan induk bunting mengeluarkan plasenta, kfever atau hypocalcemia ditandai oleh gejala sapi yang ambruk. Kekurangan mineral fosfor dapat menyebabkan gangguan reproduksi pada sapi, seperti kesulitan melahirkan (dystocia), kematian embrio, malformasi tulang, dan terganggunya perkembangan jaringan tubuh.

Kalium dibutuhkan sebagai mineral pembentuk jaringan otot terutama otot uterus atau rahim yang merupakan   bagian dari sistem reproduksi. Sehingga, apabila ternak kekurangan asupan kalium dapat mengakibatkan gangguan reproduksi.

Unsur mineral merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh ternak. Mengingat bahan pakan hijauan di daerah tropis umumnya kurang mineral, maka penambahan vitamin dan mineral dalam pakan merupakan keharusan untuk menghasilkan produktivitas ternak yang sesuai dengan potensi genetiknya. Kekurangan mineral pada ternak dapat menyebabkan penyakit defisiensi (kekurangan) mineral.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit defisiensi mineral, dan hal tersebut berkaitan erat dengan sistem pemeliharaan. Ternak sapi banyak yang dipelihara dengan dilepas di padang penggembalaan. Pada pagi hari ternak dilepas ke padang rumput dan pada sore hari dimasukkan ke dalam kandang. Pakan yang diberikan kepada ternak hanya seadanya. Dalam kondisi seperti itu, kualitas nutrisi pakan sangat bergantung pada rumput dan hijauan yang tumbuh di padang penggembalaan. bila tanah tempat hijauan tersebut tumbuh miskin unsur mineral maka ternak yang mengkonsumsi hijauan tersebut akan menunjukkan gejala penyakit defisiensi mineral.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit defisiensi mineral disebabkan oleh faktor kondisi tanah dan jenis tanaman. Pada tanah berpasir yang sangat miskin unsur mineral, kondisi tanah yang tidak dipupuk, dan ditanami terus-menerus akan mempengaruhi kandungan mineral tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.

Bila ternak kekurangan mineral, gejala yang dapat terlihat antara lain: 1) adanya Pica atau kelainan atau gangguan makan (abnormal appetite) pada ternak, misalnya sapi yang memakan tulang, tanah, kain dll; 2) lemah, kurus, hilang nafsu makan, menurunkan konsumsi pakan; 3) keguguran dan kesulitan beranak.

Gejala defisiensi pada ternak sapi dapat dilihat dari :

  • Ternak sering menjilat atau menggigit bahkan memakan kayu di kandang.
  • Ternak sering menjilat atau memakan tanah
  • Nafsu makan menurun
  • Bulu tampak kusam dan kasar
  • Pertumbuhan ternak terhambat (kerdil) bahkan bisa menyebabkan ternak mati.

 

Program Pemberian Mineral

Program pemberian mineral termasuk tindakan pengecekan keberhasilan program adalah sebuah investasi yang akan kembali dalam  bentuk sapi yang sehat dan produktif. Program mineral bisa meningkatkan tingkat pembiakan sapi kembali sebesar 2% hingga 4%.

Respon paling banyak akan terjadi pada sapi muda yang masih bertumbuh. Program pemberian mineral akan menyebabkan lebih sedikit anak sapi yang sakit dan lebih sedikit masalah pneumonia pada saat cuaca panas, akan terjadi tambahan berat 25 hingga 30 pon peranak sapi dalam bobot penyapihan-terkadang lebih.

Ternak sapi juga akan lebih produktif dan peternak bisa menghasilkan daging sapi satu setengah kali lebih banyak dari sebelumnya. Suplemen mineral sebenarnya bisa dimasukkan secara injeksi atau suntikan, namun lebih efektif memasukkan mineral ke dalam induk sapi dengan suplementasi yang baik di dalam pakan ternak.

Sumber mineral bisa diperoleh dari pakan hijauan maupun pemberian Mineral Feed Supplement.  Sediaan  Mineral Feed Suplement untuk ternak ruminansia bisa didapatkan di Toko-toko makanan ternak, namun jika peternak kesulitan mendapatkan mineral untuk ternak, bisa digunakan garam (garam mineral blok).

Mineral blok merupakan sumber mineral untuk pertumbuhan tulang, gigi, dan jaringan otot serta reproduksi pada sapi. Mineral blok juga bemanfaat sebagai bahan enzim, hormon dan substansi lainnya yang diperlukan dalam proses metabolisme.

 

Pembuatan Garam Mineral Blok

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan mineral blok :

  • Garam dapur halus 7 Kg
  • Semen 2 Kg
  • Ultra Mineral 1 Kg

Cara membuat :

  • Semua bahan dicampur secara merata
  • Ditambah air secukupnya sampai adonan tersebut siap untuk dicetak(jika digenggam adonan tidak pecah)
  • Kemudian cetak dengan menggunakan bahan yang mudah didapat seperti bambu, gelas aqua bekas, tempurung dll sesuai dengan keinginan yang berukuran sedang
  • Kemudian diamkan beberapa jam sampai kering, setelah kering Garama Mineral Blok/pemen sapi siap diberikan pada ternak dengan cara digantung.

 

Sumber:

https://distan.gorontaloprov.go.id/post/pentingnya-asupan-mineral-untuk-ternak-sapi

https://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/berita/2285-pentingnya-mineral-untuk-ternak-ruminansia

https://new.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/654/

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/76507/Cara-Pembuatan-Garam-Mineral-Blok-Untuk-Ternak-Sapi/

Materi Teknologi Budidaya Sapi Potong disampaikan pada Pelatihan Teknis Bagi Aparatur Angkatan XVI tanggal 24-26 Mei 2021. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat

http://203.190.37.42/publikasi/p3263073.pdf

  

Disusun oleh : Ike Wahyuni, SP_ Penyuluh Pertanian Muda pada BPP Kecamatan Sangir Kab. Solok Selatan

 

PENGUNJUNG

3660

HARI INI

64232

KEMARIN

37671536

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook