Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN BANTAENG > ULUERE

TEKNIK BUDIDAYA CABE RAWIT

Selasa, 24 Agu 2021
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Pada umumnya cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24 – 27 derajat Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0 sampai 10 derajat serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi, pH tanah yang optimal antara 5,5 sampai 7. Tanaman cabe juga sangat bagus jika intensitas pengairannya cukup, tetapi apabila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri, namun sebaliknya juga Jika kekurangan air, tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. jadi harus benar2 diperhatikan tingkat pengairannya agar tak terlalu over. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan, sebaiknya menghadapai musim kemarau, kita membuat kolam penampung dari pelasti di kebun kita agar pasokan air untuk tanaman dapat terjaga secara optimum.

BUDIDAYA

Cabe rawit dapat ditanam langsung ditanah dapat pula ditanam menggunakan polybag. Cara bercocok tanamnya kurang lebih sama, perbedaannya hanya pada pengolahan tanah.

PENGOLAHAN TANAH

Dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari

Pembuatan Bedengan: Lebar bedeng 100 – 120 cm; Tinggi bedeng 20 – 30 cm; jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm; dan arah bedeng memanjang ke utara selatan. Jarak tanam yang digunakan adalah 50 x 100 cm; 60 x 70 cm; 50 x 90 cm.

Syarat Pupuk Kandang yang baik adalah: 

  • tidak berbau
  • tidak panas
  • berwarna kehitam hitaman , dan
  • benar – benar sudah matang

Cara pembuatan jarak tanaman

  1. pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng
  2. ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut
  3. buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk kandang,  = 1 kg / lubang, urea, TSP, KCL yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan usahatani
  4. campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat

PESEMAIAN

Pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik. Adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut :

  • membuat bedeng atau tempat pesemaian, ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut:
  • lebar bedeng 1 – 1,2 m
  • panjang bedeng 3 – 5 m
  • tingi bedeng 15 – 20 cm
  • penyemaian benih. kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata. beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :
  • semai bebas atau ditabur merata
  • semai dalam baris
  • semai berkelompok

PENANAMAN

Bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu ciri – cirri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut:

  • telah berumur satu bulan
  • tidak terserang hama dan penyakit
  • pertumbuhan tanaman seragam

cara penanaman

  • siram bibit yang akan ditanam
  • pilih bibit yangakan ditanam
  • lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit
  • padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah

PEMELIHARAAN TANAMAN

Penyiraman. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah .

Penyiangan. Rumput liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit

Pemupukan. Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah

  • urea = 200 kg
  • TSP = 200 kg
  • KCI = 150 kg

Hama dan Penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman cabai rwit adalah sebagai berikut :

  • Tungau merah
  • Kutu daun berwarna kuning
  • Kutu gurem atau thrips

 Adapun tanda – tanda tanaman terserang biasanya adalah tanaman berwarna seperti perak, tanaman tampak pucat, dan daun menjadi layu

Pengendalian. Tindakan yang diambil biasanya adalah cabut tanaman yang terserang berat dan kumpulkan bagian tanaman yang terserang , lalu dibakar

PANEN

Panen merupakan kegiatan yang kita nanti – nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman. Produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai besar, hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu 2 – 3 tahun , sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai besar. Cabai rawit dapat dipanen hijau ( muda ) dan dipanen merah atau sudah masak . bila cabai rawit di panen hijau, cabai kelihatan bernas dan berisi. Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 – 7 hari sekali atau tergantung peda situasi harga pasaran

 

Penulis: Mirnayati Azis, S.TP.

PENGUNJUNG

3384

HARI INI

64232

KEMARIN

37671260

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook