Materi Lokalita
JAWA TENGAH > KOTA SEMARANG > GUNUNG PATI

INDIGOFERA, ALTERNATIF PAKAN TERNAK YANG TINGGI NUTRISI

Selasa, 24 Agu 2021
Sumber Gambar : http://intp.fapet.ipb.ac.id

Kecamatan Gunungpati memiliki potensi ternak yang cukup besar, baik ternak sapi potong, sapi perah hingga kambing. Permasalahan klasik yang sering diutarakan oleh para peternak adalah kurangnya waktu untuk ngarit/ mencari rumput, sehingga kegiatan memelihara ternak kurang diminati oleh anak turunnya. Para peternak mencari rumput, selain di sekitar tempat tinggal mereka, mereka sering mencari rumput sampai jauh di Kecamatan lain. Dinas Pertanian Kota Semarang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan mengenalkan tanaman Indigofera, yang tidak hanya mudah ditanam, namun juga memliki kandungan nutrisi yang lengkap. Harapannya, dengan menanam tanaman Indigofera, peternak bisa lebih menghemat waktu mencari rumput, dan yang pasti, peternak mendapat nilai lebih, yaitu nutrisi yang didapat dari tanaman Indigofera jauh lebih lengkap jika dibanding dengan pakan rumput, yang selama ini diberikan pada ternak.

Indigofera sp merupakan tanaman jenis kacang-kacangan/ leguminosa, dan jenisnya banyak sekali, ada yang menyebutkan sekitar 700-an.  Tapi jenis yang paling mudah ditemui adalah Indigofera spicata, Indigofera stragalina, Indigofera tinctoria, Indigofera natalensis, Indigofera arrecta, Indigofera zollingeriana dan Indigofera australis.

Indigofera terbagi dalam tiga kelas. Kualitas Pertama, tanaman ini hanya bisa dipanen bagian daunnya saja yang dipanen usia satu bulan. Kualitas Kedua, bagian pohon Indigofera yang diambil daun dan batangnya yang berukuran kecil, sementara Kualitas Ketiga adalah tanaman Indigofera yang bisa dipanen setiap dua bulan yang diambil daun dan batangnya. Perbedaan dari ketiga kelas ini yaitu dari kandungan proteinnya, Kualitas Pertama mengandung protein 31, Kualitas Kedua berprotein 26-27, dan Kualitas Ketiga dengan protein 20.
 

Ciri-ciri legume Indigofera adalah tinggi kandungan protein (26%-31%) dan toleran terhadap kekeringan dan salinitas menyebabkan sifat agronominya sangat diinginkan (Skerman, 1982). Tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein, mineral  dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (laktasi). Nutrisi tersebut tentu saja sangat dibutuhkan oleh ternak sapi perah yang banyak dipelihara oleh peternak Kecamatan Gunungpati, terutama peternak  di sentra sapi perah, seperti Kelurahan Sumurrejo, Plalangan dan Nongkosawit.

Indigofera   toleran terhadap kekeringan, sehingga Indigofera dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering. Selain itu, Indigofera cocok untuk mengatasi terbatasnya ketersedian hijauan terutama selama musim kemarau, seperti yang dialami oleh para peternak di Kecamatan Gunungpati di musim kemarau tahun 2019-2020. Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan taninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 -1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Salah satu contoh bukti nyata manfaat Indigofera adalah Pemberian indigofera pada kambing di Lolit Kambing Potong Sumatra Utara. Ppemberian pakan indigofera sebanyak 1,5 kg/ hari pada ternak kambing, berdampak pada penambahan bobot 60-80 gram per ekor perhari. Jika pemberian indigofera ditambah dengan pakan konsentrat, penambahan bobotnya berkisar antara 95-100 gram per ekor per hari.

Karakter dan manfaat indigofera

Indigofera merupakan hijauan pakan ternak jenis leguminosa, pohon yang memiliki nutrisi tinggi. Rata-rata tinggi pohon Indigofera sedang namun memiliki daun yang lebat dan bisa berproduksi banyak. Selain itu, pakan ternak murah dan berkualitas ini diyakini bisa menurunkan biaya produksi pakan, karena dari satu hektar Indigofera ini cukup untuk 10 ekor sapi, sementara untuk satu hektar rumput biasanya hanya cukup untuk satu ekor sapi, sehingga sangat produktif dan efisien. Hal ini bisa berdampak pada turunnya biaya produksi ternak dengan demikian akan menurunkan harga daging di pasaran.

 Bagaimana dengan ternak kambing?  Seekor kambing membutuhkan pakan indigofera sebanyak 1,5 kg. Jika petani memelihara 10 ekor kambing, kebutuhan indigofera sebagai pakan tambahan sekitar 10 batang/pohon per hari. Sebab, 1 batang menghasilkan sekitar 1,5 kg indigofera. Karena tanaman indigofera baru bisa dipanen lagi 60 hari kemudian, maka petani yang memelihara 10 kambing harus menanam indigofera 600 batang. Untuk mengatasi keterbatasan lahan penanaman indigofera, petani bisa menanamnya di lahan perkarangan atau sebagai pagar pembatas lahan atau halaman.

 

 

Beberapa keunggulan dari tanaman indigofera adalah :

  1. Mengandung protein yang tinggi sehingga bagus untuk penggemukan ternak.
  2. Memiliki nilai kecernaan yang tinggi sehingga akan lebih banyak nutrisi yang diserap oleh ternak daripada yang terbuang bersama kotoran.
  3. Kandungan mineralnya sangat ideal terhadap kebutuhan ternak. Bisa membantu pertumbuhan ternak lebih optimal.
  4. Kandungan taninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 - 1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tanin ini berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak).
  5. Produksi pakan Indigofera dalam satu hektar bisa menghasilkan 12 ton per satu kali panen. Sementara waktu tanam yang dibutuhkan 40 sampai 50 hari dengan harga Rp 400/kg, sehingga akan menghasilkan Rp 4,8 juta per satu kali panen atau Rp 3,6 juta per bulan. Diharapkan dengan keunggulan ini bisa menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, karena Indigofera ini mudah dibudidayakan dan tahan dalam kondisi kering.
  6. Produksi hijauan per tahunnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman sejenis lainnya dan bisa panen hingga sembilan kali per tahun, serta memiliki protein yang sangat tinggi. Hewan ternak lain pun bisa mengkonsumsi pakan ternak ini karena tidak memiliki bahan yang berbahaya untuk ternak.
  7. Tanaman ini bisa juga berfungsi sebagai konservasi kawasan karena bisa sebagai tanaman penahan erosi dan bisa memperbaiki struktur tanah.
  8. Toleran dengan wiilayah minim air, sehingga budidaya tanaman indigofera sangat cocok untuk jadi alternatif pakan saat musim kemarau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Budidaya Indigofera

Terkait dengan beberapa manfaatnya tersebut, saat ini makin banyak yang tertarik melakukan budidaya tanaman tersebut. Apalagi mengingat apabila indigofera merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh di daerah mana saja, mulai dari ketinggian 1 hingga 1800 mdpl.Asal selalu mendapat pancaran sinar matahari yang cukup melimpah, tanaman indigofera bisa tumbuh . Untuk pembibitannya, bisa menggunakan polybag yang ukuran diameternya paling sedikit 8 hingga 10 cm. Polybag ini kemudian diisi media berupa tanah biasa yang subur dan dicampur dengan pupuk kandang. Jika menggunakan bibit dari stek, dapat langsung dimasukan dalam polybag. Selanjutnya bila memilih biji untuk mengembangbiakan indogofera, harus dipilih yang sudah tua kemudian direndam dalam air dingin selama 12 jam. Setelah itu buang biji yang berada di permukaan air karena biji tersebut tidak berkualitas bagus. Setiap polybag bisa dipakai untuk menanam biji sebanyak 4 atau 5 butir.

 Perawatan Tananam Indogofera

Penyiraman dilakukan setiap hari namun tidak perlu menggunakan air yang terlalu banyak dan harus  dijaga agar tidak muncul genangan. Air yang menimbulkan genangan akan membuat biji atau batang tanaman indogofera cepat membusuk.

Untuk pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang saja, jangan memakai pupuk kimia. Melalui akarnya tanaman ini mampu mengambil nitrogen sendiri dari udara, sehingga tidak membutuhkan pupuk kimia.

Setelah tumbuh berusia antara 2 sampai 3 bulan, bibit tanaman indigofera tersebut bisa dipindah ke lahan permanen. Tetapi sebelumnya harus dibuatkan gundukan dahulu di lahan tersebut untuk berjaga-jaga agar akar dan batangnya tidak kena genangan air saat turun hujan.

Budidaya indigofera sudah bisa mulai diambil panennya saat berusia 3 atau 4 bulan setelah di tanam di lahan. Untuk selanjutnya bisa dipanen lagi setiap 90 hari dan berlangsung terus hingga tanaman sudah tidak produktif lagi atau usianya mencapai kurang lebih 3 tahun.

 

 

 

Pemanenan 

Pemanenan pertama bisa dilakukan 60 hari setelah tanam dengan cara dipangkas. Pemangkasan setidaknya pada ketinggian 1 meter dari tanah. Pemanenan selanjutnya dilakukan setiap 60 hari setelah pemangkasan sebelumnya.Dinas Pertanian Kota Semarang berharap, kedepannya, peternak bisa mencoba membudidayakan tanaman Indigofera. Namun pada umumnya, peternak Gunungpati belum banyak yang memberikan tanaman ini kepada ternaknya. Maka daripada itu pemberian pakan Indigofera perlu adanya adaptasi atau penyesuaian kepada ternak kurang lebih 1 minggu dengan pemberian tanaman indigofera yang masih hijau (segar).

Oleh : Dyah Edy Nur Khotimah, SP (PPL Kecamatan Gunungpati)

Referensi:

https://jabarprov.go.id/index.php/news/19606/2016/10/19/Keunggulan-Indigofera-Dibanding-Pakan-Ternak-Lain

http://intp.fapet.ipb.ac.id/?p=1790

https://bengkulu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita/info-teknologi/435-infotek-peternakan/1168-indigofera-untuk-pakan-ternak

https://dispertan.bantenprov.go.id/mengenal-tanaman-indigofera

PENGUNJUNG

2113

HARI INI

64232

KEMARIN

37669989

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook