Diseminasi Teknologi

MENGENAL BUDIDAYA TANAMAN SUKUN(Artocarpus Altilis)

Senin, 23 Agu 2021
Sumber Gambar : kupangterkini.com

MENGENAL BUDIDAYA TANAMAN SUKUN (Artocarpus Altilis)

 I. PENDAHULUAN

a. Latar belakang

Tanaman sukun (Artocarpus Altilis) sejenis buah keluwih yang merupakan tanaman tahunan. Buah sukun ada yang berserat halus dan ada yang seratnya kasar (daerah Bone, daerah Sorong). Batang sukun tingginya dapat mencapai 10 meter lebih dengan batang ukuran besar dan tidak begitu keras. Bagian inti batang menggabus atau berlobang atau lunak.  Daunnya lebar sekali, bercanggap menjari, daun canggapnya lebih kecil dari pada daun keluwih. Warna daun agak kekuningan atau lebih pucat dari pada daun keluwih. Seluruh permukaan daun tertutup bulu halus, dan apabila terkena badan terasa gatal.

 b. Manfaat sukun.

Tanaman sukun yang banyak digunakan adalah buah muda untuk sayur, buah tua dapat direbus, digoreng dan lain sebagainya alternatif pengganti nasi. Buah sukun dapat menjadi obat bagi orang penderita diabetes mellitus dengan cara di rebus buah sukun. Tepung buah sukun baik untuk dibuat bubur kental, dibuat berbagai macam kue dan campuran roti.

 II. TEKNOLOGI BUDIDAYA SUKUN

 a. Syarat tumbuh tanaman sukun.

  1. Tanaman sukun tumbuh baik di dataran rendah sampai pegunungan yang tingginya 1000 meter dpl.
  2. Tanaman sukun menghendaki daerah panas antara 200 - 320 C dengan curah hujan antara 1000 – 3000 mm /tahun dan merata sepanjang tahun.
  3. Tanaman sukun tahan terhadap pH tanah yang agak masam sampai agak basis (pH 5 – 7,5) dan tahan terhadap kadar garam (salinitas).

 

 b.Benih sukun.

  1. Tanaman sukun ditanam dengan cangkokan atau tunas akar yang tumbuh disekitar pohon sukun. Tetapi pada saat ini bibit sukun digunakan dari stek akar.
  2. Stek akar (ukuran diameter 3 cm, panjang 15 cm, disertai mata pada ruas steknya) disemaikan lebih dulu pada tempat yang lembap dan teduh.
  3. Setelah stek tumbuh bertunas setinggi 50 cm baru dipindahkan ke kebun. Benih okulasi atau sambung pucuk dan cangkok jarang digunakan.

 

c. Pengolahan lahan dan penanaman.

  1. Lahan yang akan ditanami sukun diolah dulu (dicangkul, digarpu, dll) dan dibuat lobang tanam ukuran (40 X 40) X 30 cm.
  2. Tiap lobang diberi pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 10 – 20 kg /lobang.
  3. Benih ditanam tegak dalam lobang. Apabila benih terdapat dalam polibag, katong polibag dibuka pelan-pelan supaya akarnya tidak rusak.
  4. Kemudian lobang ditutup tanah sampai rapat sambil ditekan miring kearah akarnya, supaya benih tidak roboh.
  5. Setelah benih ditanam supaya disiram air secukupnya.
  6. Benih yang baru ditanam supaya dijaga teduh dulu, karena mudah layu, dan bila perlu diberi naungan dari anyaman daun kirai atau daun kelapa.

 

d. Perawatan tanaman.

Pemupukan

Pemberian pupuk N, P dan K jarang dilakukan, tetapi apabila diperlukan (tanaman tumbuh kerdil) sebaiknya ditambahkan pupuk 50 – 500 gram Urea + 50 – 500 gram TSP + 50 – 150 gram KCl per pohon, tergantung umurnya. Pupuk tersebut diberikan tiga kali, pada saat tumbuh vegetative (muda), dan tiap sehabis panen buah.

Pembersihan

Disekitar pohon sukun biasanya banyak tumbuh tunas akar, tunas ini harus cepat diambil untuk benih atau dibuang. Gulma terutama alang-alang harus dibersihkan, karena dapat mengganggu tumbuhnya tanaman sukun.

Hama dan Penyakit

Hama yang biasa merisaukan ialah penggerek batang (Batocera rubus). Hama ini dapat diberantas dengan menyumbat lobang-lobang gerekan rapat dengan kain yang telah direndam dalam larutan insektisida. Sedangkan penyakit yang sering tampak ialah mati pucuk (Fusarim sp.) dan jamur upas (Corticium sp.).

 

Panen.

Tanaman sukun berbuah pada umur 3-4 tahun dapat berbuah sepanjang tahun ciri-ciri panen buah sukun bisa dilakukan apabila buah berwarna kekuningan dan tonjolan kulit buah mulai muncul merata. Buah sukun tidak dapat disimpan lama, harus cepat diolah. Untuk dibuat tepung, buah harus dipanen sebelum matang pohon (sedang kemengkal).

 

Sumber Bacaan:

  1. E.W.M. Verheij, R.E. Coronel, Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2 Buah-Buahan yang dapat dimakan ( Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997)
  2. Sunarjono Hendro, Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah (Jakarta: Penebar Swadaya, 2007)
  3. Berbagai sumber media online dan tercetak

Penulis : Robinson Putra, SP, M.Si (Penyuluh BPTP Lampung)

PENGUNJUNG

44287

HARI INI

68073

KEMARIN

37479392

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook