Diseminasi Teknologi

PEMUPUKAN DAN PENGAPURAN PADA TANAMAN KACANG TANAH DI LAHAN KERING

Senin, 23 Agu 2021
Sumber Gambar : balitkabi.litbang.pertanian.go.id

Pendahuluan

      Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang penting kedua setelah kedelai. Kacang tanah mengandung gizi yang baik, 452 kalori, 25,3 g protein, 42,8 g lemak, 21,1 g karbohidrat, 58 mg kalsium (Ca), 335 mg fosfor (P), 1,3 mg besi (Fe), dan 0,3 mg vitamin B dalam 100 gr bijinya. Dengan kandungan gizinya ini, tidak mengherankan permintaan akan kacang tanah semakin meningkat. Hanya saja sampai saat ini produktivitas kacang masih rendah karena penerapan teknologi budidaya belum optimal. Disisi lain, kacang tanah sebagian besar diusahakan pada lahan kering, yang memiliki kendala ketersediaan unsur hara rendah namun tinggi hara Al, Fe dan Mn. Hal ini juga menjadi penyebab masih rendah produktivitas kacang tanag. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah di lahan kering melalui pemupukan dan pengapuran untuk mengatasi tanah yang masam

Pemupukan. 

         Pemupukan bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan ketersediaan zat yang berisi satu unsur hara atau lebih dalam tanah yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur hara yang habis terserap dari dalam tanah sehingga tanaman akan tumbuh dengan baik dan akan mampu berpotensi secara maksimal. Kacang tanah merupakan salah satu tanaman yang memerlukan unsur hara yang cukup banyak untuk memperoleh produksi tertentu. Unsur hara utama yang perlu ditambahkan pada pemupukan tanaman kacang tanah meliputi nitrogen, fosfor, dan kalium. Nitrogen digunakan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif melalui proses pembentukan senyawa organik didalam tanaman serta pembentukan hijau daun yang berguna untuk foto sintesa. Unsur P berperan pada seluruh proses metabolisme tanaman dan dapat mendorong pertumbuhan akar, pembentukan bunga, buah dan biji, sedangkan unsur K berperan sebagai aktivator dari berbagai enzim dalam reaksi-reaksi fotosintesis, dan berperan dalam proses translokasi bahan-bahan organik dari source ke sink dalam proses pengisian biji.  

       Tanaman kacang tanah yang kekurangan Nitrogen akan memperlihatkan daun berwarna hijau pucat, ukuran daun lebih kecil, pada kondisi kekahatan yang sangat parah seluruh daun berwarna kuning pucat dan akhirnya gugur, serta pertumbuhan tanaman kerdil serta bintil akar tidak berkembang. Sedangkan kekurangan unsur Posfor baru terlihat pada tanaman umur 30 hari, dimana tanaman yang kahat unsur P pertumbuhannya kerdil, ukuran daun kecil, batang atau daun berwarna keunguan karena akumulasi antosianin, seringkali batang lebih keras. Kekurangan unsur K pada tanaman kacang tanah mulai nampak pada daun tua, yaitu timbulnya klorosis (warna kuning) di antara tulang daun atau sepanjang tepi daun. Pada kekahatan yang parah, klorosis meluas hingga mendekati pangkal daun dan hanya meninggalkan warna hijau pada tulang daun, dan selanjutnya daun mengering

     Takaran pemupukan setiap lokasi akan berbeda tergantung jenis tanah. Pupuk diberikan sesuai analisa tanah dan kebutuhan tanaman. Gunakan perangkat uji tanah kering (PUTR) sebagai acuan untuk menentukan takaran pupuk dan amelioran. Jika tidak ada PUTR, dapat digunakan takaran pupuk secara umum 50 kg urea/ha, 100 kg TSP/ha dan KCl 50 -100/Ha. Pupuk TSP dan KCl diberikan pada saat tanam, sedangkan pupuk urea diberikan pada saat tanaman berumur 10 HST dengan cara ditugal 7 – 10 cm dari lubang tanam atau dengan cara dilarik atau disebar merata di lahan pertanaman pada kondisi lembab. Selain pupuk anorganik perlu juga ditambahkan pupuk organik sebanyak 2 t/ha untuk memperbaiki struktur dan sifat fisik tanah.

Pengapuran

        Pengapuran merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah keharaan yang dapat menyebabkan keracunan tanaman selain pemupukan. Pemberian kapur akan meningkatkan pH, ketersediaan Ca, dan menurunkan konsentrasi aluminium dalam tanah sehingga mengurangi potensi keracunan bagi tanaman. Pemupukan dan pengapuran mampu meningkatkan ukuran biji sehingga dicapai peningkatan hasil polong yang tinggi.

       Pemberian kapur dapat dilakukan dengan cara disebar atau diaduk dengan tanah pada lapisan atas.  Dari hasil penelitian,  pemberian dolomit dengan cara diaduk sampai kedalaman 20 cm mampu meningkatkan pH tanah, ketersediaan Ca, dan menurunkan konsentrasi Al dibandingkan dengan cara dolomit disebar saja. Dosis dolomit 500 kg/ha (setara 0,25 x Al-dd) memberikan hasil kacang tinggi, dan ketersediaan hara Ca cukup untuk pertumbuhan kacang tanah.

Sumber :

Kari, Z, Yuliar Z, Suhartono. 2000. Pengaruh pupuk kalium (K) dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. J Stigm a. 8(2): 123-126.

Marwoto, 2013. Pupuk dan kapur Mengatrol Produksi Kacang Tanah di Lahan Kering Masam Lampung, 2013. https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/ berita/pupuk-dan-kapur-mengatrol-produksi-kacang-tanah-di-lahan-kering-masam-lampung/

Sumarno, Hartati S, Widjianto H. 2001. Kajian macam pupuk organik dan dosis pupuk P terhadap hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.) di tanah latosol. Sains Tanah. 1(1):1-6.

Taufik, A. dan A. Kristiano, 2015. Keharaan Tanaman Kacang Tanah dalam Kacang Tanah, Inovasi Teknologi dan Pengembangan Produk. Monograf Balitkabi No.13-2015. Balitkabi

Wijanarko, A, 2015. Metode dan Cara Pemberian Kapur Yang Efektif pada Tanaman Kacang Tanah di Lahan Kering. https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/ metode-dan-cara-pemberian-kapur-yang-efektif-pada-kacang-tanah-di-lahan-kering-masam/

Penyusun : Ir. Sari Nurita, Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat

PENGUNJUNG

50148

HARI INI

68073

KEMARIN

37485253

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook