Materi Lokalita
BALI > KABUPATEN KARANG ASEM > KUBU

Pemberian Pakan Tambahan pada Babi

Senin, 23 Agu 2021
Sumber Gambar : Internet

Pakan ternak merupakan salah satu faktor utama dalam budidaya ternak dan menjadi biaya paling besar yang dikeluarkan. Menurut perhitungan analisa usaha ternak, sekitar 70% biaya yang dikeluarkan digunakan untuk pembiayaan pakan ternak, dan sisanya untuk bibit, obat-obatan, tenaga kerja, dan biaya kandang. Untuk mengimbangi pengeluaran biaya tersebut, maka budidaya ternak diusahakan secepat mungkin agar keuntungan yang diperoleh tetap optimal. Hal ini juga berlaku untuk budidaya ternak babi, agar budidaya yang dilakukan tetap menguntungkan, maka diperlukan pemberian pakan ternak tambahan sesuai dosis yang direkomendasikan.

Pemberian bahan makanan untuk pakan ternak babi, antara lain: Bahan makanan yang mengandung sumber protein seperti: Tepung ikan, Susu skim, Susu skim bubuk, Bungkil kacang kedelai, dll; Bahan makanan sebagai sumber energi antara lain: Jagung, Dedak Padi; Bahan makanan sumber mineral; dan Bahan makanan sumber vitamin. Penyusunan pakan ternak babi yang terdiri dari konsentrat, jagung giling dan dedak padi yang diberikan pada ternak induk dimaksudkan untuk menjaga bobot badan ternak agar tidak terlalu gemuk yang dapat menyebabkan kesukaran dalam melahirkan.

     Pemberian pakan ternak tambahan berupa pakan kosentrat pada umumnya dikhususkan untuk bahan pakan yang tinggi protein untuk memenuhi kebutuhan ternak babi yang tidak dapat dipenuhi hanya dengan pemberian pakan butiran apalagi hanya dengan pakan tradisional. Pakan kosentrat yang umumnya dikenal di masyarakat yaitu Pakan Kosentrat 551, 552, dan 553. Pakan ini merupakan jenis pakan lengkap (complete feed) sehingga sangat baik diberikan pada ternak untuk mendapatkan nutrisi dan asupan gizi yang cukup. Kendala besarnya ialah harga yang ditawarkan cukup mahal biasanya Rp 10.000/kg sehingga sangat menguras kantong peternak.

     Pakan 551 merupakan pemberian pakan starter pada ternak yang dimulai pada babi umur 4 minggu atau 28 hari. Pakan ini telah diramu dari pabrik pakan untuk diberikan langsung pada babi tanpa perlu dicampurkan dengan tambahan pakan karena telah mengandung nutrisi yang cukup. Pemberian pakan babi 552 dimulai pada babi umur 12 minggu atau 3 bulan yang umumnya dikenal dengan periode grower. Pakan ini merupakan kelanjutan dari pemberian pakan 551 yang telah diramu dari pabrik. Pemberian pakan babi 553 dimulai pada babi umur 20 minggu atau 5 bulan yang umumnya dikenal dengan periode grower. Pakan ini merupakan kelanjutan dari pemberian pakan 552 untuk diberikan langsung pada babi tanpa perlu dicampurkan dengan tambahan pakan karena telah mengandung nutrisi yang cukup.

     Pemberian pakan umumnya ada 2 (dua) cara, yaitu: i) sistem basah, yaitu, teknik pemberian pakan semacam ini dilakukan dengan pemberian pakan yang dihaluskan terlebih dahulu, kemudian ditambahkan air. Pakan ini bisa diberikan kepada babi dengan menggunakan tempat pakan. Hal ini juga sangat tergantung kepada jumlah babi dan tempat. Keuntungan dalam pemberian secara basah, adalah pakan basah ini lebih mudah dimakan dan dicerna; Menambah napsu makan, sebab babi lebih suka makanan basah. Kelemahan dalam pemberian secara basah, adalah sebagai berikut: Lebih banyak tenaga, karena harus menyiapkan atau membasahi makanan terlebih dahulu; Sisa makanan dengan sangat mudah menjadi basi dan bau; Kandang lebih cepat menjadi kotor, ii) Sistem Kering, tujuan pemberian pakan semacam ini ialah untuk memberikan rangsangan agar bisa diperoleh berat hidup yang maksimal. Maka sistem ini sangat baik buat babi-babi potong, yang umur sekitar 3 ½ - 4 bulan dengan berat 45 – 55 kg. Pemberian pakan ini dapat disebar dilantai atau tempat khusus seperti tempat pakan otomatis. Keuntungan dalam pemberian secara kering, adalah sebagai berikut: Pengisian makanan cukup dilakukan sekali sehari; Makanan yang tersisa tidak mudah menjadi basi; Tempat atau kandang tidak mudah kotor; Lebih menghemat tenaga, karena peternak tidak setiap kali harus membersihkan tempat makan dan tidak selalu mengisikan makanan. Kelemahan dalam pemberian secara kering, adalah sebagai berikut: Makanan mudah terhambur; Makanan dapat dimakan oleh binatang lain. (Janu)

 

Daftar Pustaka

Anonim. 2020. Pakan babi 551, 552 dan 553. https://babinesia.com/pakan-babi-551-552-dan-553/. Diunduh Tanggal 01 Agustus 2021

Lailogo, Onike dan Cristofel B. Sendow. 2019. Pakan Bagi Ternak Babi Di NTT. https://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/650-pakan-bagi-ternak-babi-di-ntt. Diunduh Tanggal 01 Agustus 2021

PENGUNJUNG

1909

HARI INI

64232

KEMARIN

37669785

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook