Diseminasi Teknologi

KEUNGGULAN INPARI 30 CIHERANG SUB 1

Kamis, 19 Agu 2021
Sumber Gambar : Dok. Religius Heryanto

Penyediaan pangan bagi penduduk Indonesia yang semakin bertambah memerlukan upaya nyata peningkatan produksi padi.  Kebutuhan beras terus meningkat setiap tahun seiring dengan peningkatan penduduk. Namun persoalannya, budidaya padi dewasa ini dihadapkan pada perubahan iklim global yang jika tidak stabil maka perberasan nasional akan terganggu. Perubahan iklim yang terjadi saat ini mengakibatkan cuaca ekstrim, baik kering maupun hujan yang sulit diprediksi, bahkan memunculkan berbagai serangan hama maupun penyakit.

Guna mengantisipasi dan menghadapi perubahan iklim, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan teknologi padi dalam mengantisipasi perubahan-perubahan iklim. Salah satu upaya inovasi teknologi yang diandalkan dalam peningkatan produktivitas padi adalah varietas unggul baru berdaya hasil tinggi. Varietas Unggul baru merupakan komponen teknologi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan produksi padi.

Salah satu dampak perubahan iklim adalah adanya cekaman abiotik seperti banjir. Inovasi teknologi padi yang yang responsif terhadap cekaman abiotik seperti rendaman (banjir) yaitu penggunaan varietas inpari 30 ciherang sub 1. Inpari 30 Ciherang Sub 1 memiliki kelebihan tahan terhadap rendaman, sehingga diharapkan dapat menunjang produksi yang tinggi dengan keadaan perubahan iklim yang ekstrim terutama resiko akibat banjir dan genangan. Varietas ini mampu menyimpan cadangan energi selama terendam kemudian tumbuh kembali setelah air surut dan tidak mati beda dengan varietas umum lainnya

Inpari 30 Ciherang Sub 1 dilepas oleh Badan Litbang Pertanian pada tahun 2012. Varietas ini berasal dari persilangan Ciherang/ IR64Sub1/Ciherang dan termasuk golongan cere. Varietas ini diharapkan mampu menggantikan varietas ciherang yang sudah cukup lama berkembang. Bentuk tanaman tegak, dengan rata-rata tinggi tanaman 101 cm, daun bendera tegak, bentuk gabah panjang ramping berwarna kuning bersih. kadar amilosa ± 22,40 % dengan Tekstur nasi pulen yang disukai sebagian besar masyarakat umumnya

Inpari 30 Ciherang SUB I cocok ditanam di sawah dataran rendah hingga ketinggian 400 m dpl, baik pada daerah luapan sungai, cekungan dan rawan banjir lainnya.  Rendaman keseluruhan pada fase vegetatif dapat bertahan selama 15 hari. Umur tanaman  hanya 111 hari setelah semai dengan rata-rata hasil 7,2 ton/ha dan potensi hasil 9,6 ton/ha. Tekstur nasi pulen yang disukai sebagian besar masyarakat umumnya.

Dilihat dari tingkat ketahanannya terhadap hama dan penyakit, varietas ini tergolong agak rentan wereng batang coklat biotipe 1 dan 2 serta rentan terhadap biotipe 3, agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, serta rentan terhadap patotipe IV dan VIII.

Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh                 : Religius Heryanto (BPTP Sulawesi Barat)

Sumber                      : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan media online lainnya

PENGUNJUNG

43241

HARI INI

68073

KEMARIN

37478346

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook