Diseminasi Teknologi

Kandungan Gizi, Manfaat dan Teknik Sederhana Budidaya Buncis

Kamis, 12 Agu 2021
Sumber Gambar : https://www.infoagribisnis.com/2016/10/budidaya-buncis/

Kandungan Gizi, Manfaat dan Teknik Sederhana Budidaya Buncis

Aneka ragam sayuran yang bermanfaat bagi kesehatan banyak tersedia disekitar kita. Pada masa pandemic Covid 19 banyak sekali masyarakat membutuhkan sayuran yang sehat untuk meningkatkan imun. Meningkatnya imun dapat bersumber dari sayuran seperti buncis. Sayuran buncis yang tergolong makanan nabati yang banyak mengandung gizi mulai dari kalori sampai dengan vitamin A, B, C dan protein yang dibutuhkan tubuh manusia.  Selain mengandung gizi juga banyak manfaat dari sayuran buncis untuk pencernaan, kesehatan tulang, jantung, mata, dan daya tahan tubuh.

Tanaman buncis dapat dibudidaya dengan syarat tumbuh iklim sedang, sedangkan hidup dengan baik pada ketinggian 100-1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pertumbuhan optimum buncis tipe merambat adalah ketinggian 500- 600 mdpl, sedangkan buncis tipe tegak ketinggian 200-300 m dpl. Sehingga masyarakat dapat membudidayakan dengan memilih jenis buncis dataran tinggi dan dataran rendah atau apabila tidak ada kesempatan membudidayakan menjadi pembeli sayuran buncis.

Kandungan Gizi Buncis

Buncis adalah bahan makanan nabati yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Banyaknya Buncis yang diteliti (Food Weight) = 100 gr, Bagian Buncis yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 90 %. Buncis mengandung energi sebesar 35 kilokalori, protein 2,4 gram, karbohidrat 7,7 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 65 miligram, fosfor 44 miligram, dan zat besi 1 miligram.  Selain itu di dalam Buncis juga terkandung vitamin A sebanyak 630 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 19 miligram.

Manfaat Buncis

Buncis merupakan makanan yang kaya akan Vitamin dan Protein. Konsumsi Buncis dapat memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa manfaat Buncis bagi kesehatan orang yang mengkonsumsinya sebagai berikut : 1. Sistem Pencernaan yang Sehat, Serat dalam kacang Buncis dapat membantu sistem pencernaan dengan melindungi lapisan saluran pencernaan kita agar tidak rusak; 2. Menjaga Kesehatan Tulang, kandungan vitamin K yang tinggi, membantu tubuh mempertahankan kepadatan tulang, mengurangi risiko patah tulang dan bahkan membantu menyembuhkan patah tulang; 3. Meningkatkan Kesehatan Jantung, Buncis mengandung banyak kalsium dan flavonoid yang merupakan pelindung jantung. Jumlah flavonoid yang tinggi memiliki sifat antiinflamasi yang sangat besar yang mengatur aktivitas trombotik dalam sel dan mencegah bekuan darah di arteri; 4. Menjaga Kesehatan Mata, Kacang Buncis ini juga kaya akan lutein dan Zeaxanthin yang membantu menjaga penglihatan dan penglihatan malam yang baik. Selain itu, Kacang Buncis juga mengandung Vitamin A yang bermanfaat bagi kesehatan mata; 5. Menyediakan Energi bagi Tubuh, Kacang Buncis mengandung zat besi yang lebih tinggi (sekitar dua kali lipat) apabila dibandingkan dengan jumlah zat besi pada bayam. Zat besi (iron) adalah komponen sel darah merah yang penting untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh kita.

 

Teknik Budidaya Buncis

 

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman sayuran, ada dua jenis buncis yang biasa dibudidayakan, yaitu buncis rambat dan buncis tegak. Buncis rambat panjangnya dapat mencapai 3 meter, untuk itu dibutuhkan lanjaran/turus agar dapat tumbuh dengan baik. Sedangkan buncis tegak umumnya pendek dengan tinggi tidak lebih dari 60 cm, untuk itu tidak diperlukan turus/lanjaran. Jenis buncis tegak direkomendasikan untuk dibudidayakan di pekarangan.

 

Teknik Budidaya

Benih

Untuk memperoleh benih buncis dapat dengan membenih sendiri atau dengan membeli benih di toko sarana pertanian.

 

Penanaman

  • Olah lahan dengan sempurna, lalu buat bedengan dengan lebar antar 120-150 cm.
  • Untuk pekarangan sempit, dapat juga ditanam dalam polybag dengan menggunakan campuran media tanah, kompos(pupuk kandang) dengan perbandingan 1:1.
  • Buat lubang tanam (dengan cara ditugal) sedalam 3-8 cm, tiap lubang ditanami 2-3 biji benih, lalu tutup dengan tanah/media.
  • Jarak tanam yang digunakan 30 cm.

 

Pemeliharaan

  • Pemeliharaan terdiri dari penyulaman,penyiraman, pengaturan drainase, penyiangan, penggemburan, pengendalian dan pemupukan.

 

Pemanenan dan Pasca Panen

  • Buncis mulai dipanen setelah berumur 60-70 hari setelah tanam.
  • Interval panen 4-5 kali panen, sehingga umur tanaman hanya tiga bulan.

Sumber: Dari berbagai sumber media online dan media cetak

Penulis: Robinson Putra, SP., M.SI (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

 

PENGUNJUNG

2446

HARI INI

64232

KEMARIN

37670322

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook