Materi Penyuluhan

MENJAGA MUTU CABAI MERAH DENGAN PANEN YANG BAIK DAN BENAR

Senin, 09 Agu 2021
Sumber Gambar : https://www.indragirione.com

Cabai merah ditanam untuk diambil buahnya dan dikonsumsi sebagai sayuran. Seperti hasil tanaman sayuran lainnya, cabai merah mempunyai sifat mudah rusak (perishable), maka harus dijaga mutunya agar aman dikonsumsi. Oleh karena itu, cabai merah mulai  panen sampai pasca panen harus dilakukan dengan baik. Jika tidak, dalam waktu cepat akan mengalami kerusakan secara fisik, mekanis, mikrobiologis dan fisiologis yang dapat menurunkan mutu. Mutu cabai merah hanya dapat dipertahankan tidak dapat diperbaiki. Berikut cara panen cabai merah yang baik dan benar.

 

Waktu Panen

Cabai merah mempunyai umur panen berbeda-beda, ditentukan oleh varietas, lokasi tempat penanaman, dan kombinasi pemupukan yang digunakan. Penanaman di lokasi yang sama dengan varietas yang berbeda akan menentukan perbedaan umur panen. Penanaman di dataran rendah dan dataran tinggi mempunyai selisih umur panen sekitar 10 hari. Kombinasi pupuk yang terlalu banyak menggunakan unsur N akan memperpanjang umur vegetatif dan menunda fase generatif sehingga panen akan tertunda. Sebaliknya apabila terlalu banyak menggunakan unsur P, panen akan lebih cepat dibandingkan pemupukan dengan komposisi standart. Pemupukan yang tidak berimbang akan merugikan dan berdampak terhadap produksi cabai. Cabai hibrida untuk industri biasanya dipanen setiap 5 – 7 hari sekali dengan masa panen berkisar antara 2 – 3 bulan setelah pemanenan pertama. Variasi interval panen ini dapat dipengaruhi oleh varietas, pola penanaman, kondisi pasar, dan luas penanaman. Panen dalam skala besar dengan luas lahan lebih dari 7 ha, dapat dilakukan setiap hari jika memang pasar menghendaki. Untuk pasar ekspor panen biasanya ditentukan pihak eksportir.

 

Kriteria Panen

Cabai hibrida pada umumnya dapat dipanen saat buah cabai 90% matang dan buah memiliki bobot maksimal dan berbentuk padat. Buah cabai juga harus berwarna merah penuh dan tidak ada yang belang hitam. Dikhawatirkan buah tidak bisa berubah menjadi merah cerah secara penuh apabila ada belang hitam di permukaan kulitnya pada saat dipetik. Cabai yang memiliki belang hitam atau tidak menjadi cerah penuh akan ditolak oleh konsumen, terutama industry/perusahaan makanan.

Kriteria cabai siap panen untuk pemasok ke perusahan, antara lain: 1) Warna merah cerah penuh dan merata; 2) Daging cabai minimal 90% berwarna merah bagus; 3) Kondisi buah segar; 4) Permukaan kulit buah mulus dan tidak ada bekas serangan hama dan penyakit; 5) Tingkat kebusukan atau bercak maksimum 1,5%; 6) Kadar air tidak terlalu tinggi atau sekitar 16-29%, jika kadar air terlalu tinggi akan berakibat berat cabai turun saat kering dan menjadi sedikit, serta akan mudah busuk dalam penyimpanan; 7) Rasa buah cabai pedas dan tidak pahit, tingkat kepedasan (hotness level) biasanya di atas 400 kali dari cabai yang dijual di pasaran; dan 8) Ukuran cabai tidak dipermasalahkan.

 

Cara Panen

Buah cabai dipanen hanya yang memenuhi kriteria panen tersebut. Panen cabai dengan cara dipetik dan disertakan tangkai buahnya atau bisa dengan menggunakan pisau atau gunting. Buah cabai yang sudah terlalu tua serta terserang hama maupun penyakit dipetik dan harus dipisahkan agar tidak tercampur dengan buah yang baik karena dapat menyebabkan kontaminasi. Sedangkan hasil panen buah cabai yang bagus ditempatkan di keranjang atau ember, kemudian lakukan penimbangan, dan simpan di karung untuk penyimpanan sementara. Sesegera mungkin dapat dilakukan sortasi agar tidak terlalu lama di dalam karung. Apabila panen dilakukan saat musim hujan atau kelembaban tinggi, segera setelah sampai di gudang, buah cabai dikeluarkan dari karung dan diangin-anginkan.

 

Melakukan Pasca Panen 

Kegiatan pasca panen cabai merah meliputi kegiatan sortasi dan grading, pengemasan, serta pengangkutan.

1. Sortasi dan Grading

Sortasi dan grading lebih mengarah keseragaman warna dan pemisahan buah yang memiliki kondisi baik, dengan buah yang tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan perusahaan. Buah yang rusak atau patah, terserang hama dan penyakit, serta berwarna tidak merah sempurna segera dipisahkan. Sementara itu, buah yang sesuai kriteria segera dibuang tangkai buahnya, dan dicuci sampai bersih lalu diangin-anginkan sampai kering.

2. Pengemasan

Pengemasan memegang peranan penting, karena salah satu kerusakan cabai terbesar pada saat pascapanen disebabkan oleh pengemasan yang kurang baik. Pengemasan yang baik akan melindungi mutu cabai karena terhindar dari kerusakan fisik, kimia, fisiologis atau dari serangan hama dan penyakit pascapanen. Bahan pengemas harus kuat, aman, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Umumnya pengemasan yang ditujukan untuk perusahaan berupa keranjang plastik atau plastic container berkapasitas 25 kg.

3. Pengangkutan

Pengangkutan dengan menggunakan mobil bak terbuka menyebabkan potensi kehilangan bobot cabai (susut) karena terjemur matahari selama dalam perjalanan. Hal ini tentu akan mengurani berat cabai menjadi menurun/menyusut, sehingga akan mengurangi harga dan potensi kerusakan juga lebih besar. Jika mempunyai kemampuan sebaiknya menggunakan angkutan yang memiliki penutup seperti container, karena container memiliki sirkulasi udara yang baik, dengan demikian akan mempertahankan mutu cabai, terlebih jika jarak pengangkutan cukup jauh. 

 Semoga bermanfaat

Penulis: Susilo Astuti H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan)

Daftar Pustaka:

  1. Budidaya Cabe Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang- Bandung. 2011.
  2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pascapanen Cabai Merah. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Obat. 2011.
  3. Teknologi Usahatani Cabai Spesifik Lokasi Jawa Timur. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2016.
  4. Berbagai sumber.
PENGUNJUNG

49535

HARI INI

68073

KEMARIN

37484640

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook