Materi Penyuluhan

SINERGITAS PENELITI, PENYULUH, DAN PETANI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN

Senin, 02 Agu 2021
Sumber Gambar :

Pentingnya peran SDM pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) mendukung program pembangunan pertanian dengan sinergi peneliti, penyuluh pertanian dan petani. Salah satu peran Kostratani adalah membangun jejaring kerjasama dengan seluruh stakeholder pertanian. Penyuluh pertanian memerlukan inovasi teknologi yang dihasilkan dari dari peneliti dan didesimanasikan, disebarluaskan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong produk pertanian agar petani terus meningkatkan produksi dan produktivitasnya. Oleh karena itu, Penyuluh Pertanian tidak hanya mengajak petani untuk meningkatkan produksivitas namun harus turun langsung dalam proses produksi dan pemasaran dengan inovasi-inovasi yang di hasilkan oleh para peneliti.

Pertanian merupakan satu-satunya sektor yang bertumbuh positif selama pandemi Covid19. Kontribusi pertanian dalam PDB juga bertumbuh positif, naik secara signifikan, kontribusi meningkat dari tahun ke tahun dengan menyediakan bahan pangan dan lapangan pekerjaan selama dalam masa pandemi Covid19 ini dan seterusnya. Dalam budidaya pertanian dibutuhkan berbagai macam input produksi agar mendapat produk yang dihasilkan. Input tersebut ada yang bersifat material yaitu: 1) Lahan dan tingkat kesuburannya, tidak ada pertanian tanpa lahan; 2) Ketersediaan air dan efektivitas pengelolaan, baik pada musim hujan maupun kemarau; dan 3) Saprodi berupa pupuk,obat-obatan dan pestisida baik itu organik maupun anorganik.

Input lain yaitu non material yang terdiri dari: 1) SDM Pertanian meliputi petani yang didampingi oleh penyuluh pertanian; dan 2) Teknologi, yang berpengaruh secara signifikan dalam peningkatan prodiktivitas petani yaitu input non material. Betapa pentingnya meningkatkan produktivitas pangan dengan mengandalkan SDM

dan teknologi. Inovasi bidang pertanian adalah solusi meningkatkan efisiensi dan produksi para petani di antaranya pemupukan berimbang, pengolahan hasil panen dan alat pertanian yang semakin modern.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Teknis Pertanian saling bersinergi untuk memajukan pertanian Indonesia. Hubungan antara peneliti, penyuluh pertanian dan Petani penerima manfaat yaitu Kolaborasi, Diseminasi Teknologi dan Inovasi Pertanian. Penyuluh pertanian juga mendampingi petani di lapangan untuk memastikan inovasi teknologi diterapkan dengan baik. Penyuluh pertanian juga memantau hasil panen petani sampai dengan pengolahan dan pemasarannya.

Tugas para peneliti dan penyuluh pertanian,  agar terus menjaga produksi agar tidak menurun dan meningkatkan produktivitas terus berupaya mensejahterakan petani, dengan industri pertanian ke depan dengan Pertanian 4.0 merupakan transformasi digital sektor pertanian serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital, penguatan fungsi dan peran BPP Kostratani-AWR dan Mekanisasi Pertanian. (Jk)

PENGUNJUNG

43757

HARI INI

68073

KEMARIN

37478862

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook