Gerbang Daerah
> >

Peningkatan Produksi Padi Ditengah Pandemi Covid -19 Untuk Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Melalui Kegiatan Sekolah Lapangan

Jum'at, 30 Jul 2021
Sumber Gambar : Bidang Penyuluhan Seksi Metode dan Informasi

Sekolah Lapangan Kelompok Tani merupakan salah satu metode penyuluhan yang efektif dalam proses diseminasi informasi dan teknologi pertanian, dimana petani sebagai peserta terlibat langsung dalam proses budidaya di lahan LL (Laboratorium Lapangan), kemudian petani melakukan pengamatan paramater pertumbuhan tanaman dan jumlah opt yang ditemukan.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Hadir untuk petani,  melalui Bidang Penyuluhan merancang dan melaksanakan kegiatan Sekolah Lapangan di beberapa Kabupaten dengan jumlah 7 (tujuh) unit, terbagi menjadi 5 (lima) unit SL  Budidaya Padi, dan 2 Unit SL budidaya Hortikultura.  Kegiatan SL ini melibatkan 20 (dua puluh) petani sebagai peserta, Penyuluh/POTP sebagai pendamping dan Pemateri, serta dari BPTP dan KJF Penyuluh Pertanian Provinsi sebagai Narasumber.  Pertemuan Sekolah Lapang dilaksanakan Sebanyak 4 kali pertemuan, dan setiap minggu setelah tanam dilakukan pengamatan oleh petani yang didampingi oleh PPL.  Sebagai sarana Percontohan, Lahan LL poktan mendapatkan Saprodi Full Paket (Benih, pupuk, dan obat-obatan organik dan kimia)

Sasaran dan output yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah, petani mendapatkan informasi teknologi peningkatan produksi pertanian dari pemateri, kemudian mereka dapat mempraktekan teknologi tersebut dilahan masing-masing sekaligus menyebarkan teknologi tersebut kepada petani lainnya non peserta SL.

Informasi teknologi peningkatan produksi yang diberikan kepada petani dan diterapkan pada lahan LL antara lain :

  1. Penggunaan Varietas Unggup Baru (Inpari 30, Inpari 32, Inpari 36, dan inpari 40)
  2. Tanam dengan sistem Jajar Legowo 2 : 1
  3. Pemupukan berimbang seseuai kebutuhan unsur hara tanah
  4. Penggunaa pestisida organik

Pada Pertemuan ke empat dilaksanakan proses ubinan pada setiap verietas dengan hasil sebagai berikut : Inpari 30 mendapatkan hasil ubinan 7 ton, Inpari 32 mendapatkan hasil ubinan 8,5 ton, inpari 36 mendapatkan hasil 5,4 ton, dan Inpari 40 mendapatkan hasil 8,3 ton.  Dari hasil ubinan tersebut, didapatkan varietas mana yang cocok ditanam (kesesuain lahan) , yaitu inpari 32 dan inpari 40.  Dari hal ini diharapkan timbul minat petani untuk dapat mengganti veritas padi yang lama (Ciherang/Mekongga) beralih ke Varietas Unggul Baru yaitu inpari 32 dan inpari 40.

            Dalam Sambutannya Ir. H. Syamsir Rahman, MS selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada petani, dimana ditengah situasi Pandemi Covid 19 yang kian mengkawatirkan, petani tetap setia dan ikhlas menanam dan panen padi untuk mencukupi kebutuhan Pangan Masyrakat Kalimantan Selatan.  Kepala Dinas juga menegaskan jika petani memiliki imun tubuh yang kuat, karena setiap hari mendapatkan sinar matahari pagi selama berada di sawah/kebun, tentunya juga wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker saat berada di kerumunan (pasar/pertemuan). Disaat yang sama untuk mengapresiasi kerja keras petani, Kepala Dinas Tanaman pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel memberikan hadiah kepada peserta sekolah lapangan berprestasi sebanyak 9 (sembilan) orang. Terakhir beliau berpesan bahwa  kerja menjadi Petani itu adalah sangat Mulia dan bernilai Ibadah, setiap biji nasi yang dimakan oleh orang lain akan mendapatkan hitungan pahala kelak, oleh karena itu petani jangan lah berhenti, apalagi menjual lahannya. “Setiap Kerja Keras itu tidak akan pernah mengkhianati hasil yang diperoleh”, maka petani semua tetaplah menanam dan panen Untuk menjaga kedaulatan pangan Negeri Tercinta Khususnya untuk banua tercinta. (dhaosnovi_seksi metin)

PENGUNJUNG

22251

HARI INI

89943

KEMARIN

35570717

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook