Diseminasi Teknologi

Pengenalan Varietas Unggul Baru (VUB) Edamame Varietas Biomax 1 dan Biomak 2

Jum'at, 30 Jul 2021
Sumber Gambar : BPTP Lampung

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terus menunjukan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan ekspor melalui berbagai teknologi yang dihasilkan. Salah satu bukti dukungan tersebut ditunjukkan dengan pelepasan dua Varietas Unggul Baru (VUB) edamame yaitu Biomax 1 dan Biomax 2.

Biomax 1 dan Biomax 2 ditetapkan sebagai VUB berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 344/Kpts/SR.130/D/IV/2021 dan 344/Kpts/SR.130/D/IV/2021 tanggal 26 April 2021 tentang Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikiltura Kedelai Sayur (Edamame).

Biomax 1 memiliki kelebihan karena ukuran polongnya yang besar dan memiliki produktivitas tinggi. Jika dideskripsikan, Biomax 1 memiliki bobot polong muda 332,34-39,89 gram/100 polong dan produktivitas polong muda total 10,35-14,65 ton/hektar.  Untuk Biomax 2 memiliki produktivitas polong muda lebih tinggi yakni 8,51-16,39 ton/hektar serta memiliki bobot polong muda 298,63-355,89 gram/100 polong.

Menurut peneliti Balitbangtan Dr. Asadi, dari Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor, kacang kedele edamame varietas Biomax 1 dan    Biomax 2 jika direbus memiliki rasa agak manis. Salah satu yang menentukan kualitas kacang kedele edamame yaitu terdapat bau langu yang menyengat pada polongnya.  Untuk varietas kedelai edamame ini bau langunya hampir tidak ada.

Balitbangtan melalui Balai Besar Biogen sedang memperbanyak benih di Cisarua Jawa Barat dan Jember Jawa Timur. Hasil perbanyakan benih nantinya akan tersedia di Balai Besar Biogen untuk dikembangkan lebih lanjut oleh instansi pemerintah, perusahaan swasta maupun penangkar benih di berbagai daerah di Indonesia.

Arah dan strategi pengembangan kacang kedele edamame akan dilakukan melalui dua jalur. Pertama melalui jalur public domain, yaitu pengembangan oleh petani kecil seperti sekitar wilayah Jabodetabek untuk pemasaran domestik dalam rangka penguatan gizi rakyat, retail dan kuliner modern. Cara ini akan banyak didukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada ditiap provinsi.  Kedua melalui jalur lisensi dan komersialisasi benih, yang selanjutnya dikembangkan oleh perusahaan bereoriantasi ekspor seperti di Jawa Timur.

Diharapkan varietas kacang kedele edamame ini dapat berkembang di beberapa provinsi seperti Jateng, Jabar, DIY, juga beberapa kota besar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Semoga kacang kedel edamame varietas Biomax 1 dan Biomax 2 dapat memberikan sumbangan pada gizi rakyat, pendapatan petani dan ekspor.

Disusun oleh               : Edwin Herdiansyah, SP

Sumber                      : Balitbangtan

PENGUNJUNG

21719

HARI INI

89943

KEMARIN

35570185

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook