Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN SINJAI > SINJAI SELATAN

Pengendalian Opt Padi Di Poktan Tolaho Desa Talle Kecamatan Sinjai Selatan

Jum'at, 30 Jul 2021
Sumber Gambar : Sudirman, SP

Jenis hama yang ditemukan di hamparan anggota Poktan Tolaho Desa Talle Kecamatan Sinjai selatan dengan varietas padi mekongga adalah Penggerek Batang, Walang Sangit dan Keong Mas. Kemudian jenis penyakit yang ditemukan adalah gejala penyakit blas.

I. HAMA

      1. HAMA PENGGEREK BATANG  (STEM BORER)

Di Indonesia diketahui ada 5 (lima) jenis hama penggerek batang  yang sering menyerang tanaman padi yaitu :

  1. Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas Walker)
  2. Penggerek Batang Padi Putih ( innotata Walker)
  3. Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo suppressalis Walker)
  4. Penggerek Batang Padi Merah jambu (Sesamia inferens Walker)

Hama penggerek batang (PB) termasuk hama paling penting pada tanaman padi, dapat menyerang tanaman mulai dari fase vegetataif maupun generatif. Penyerangan di awal pertumbuhan tanaman (fase vegetatif) dapat menyebabkan pucuk tanaman padi menjadi kering dan mati karena batangnya digerek oleh ulat (larva) dari hama ini dari bagian dalam batang. Serangan hama penggerek batang pada fase ini secara umum oleh petani dikenal dengan Hama Sundep. Larva dari hama ini hidup di bagian dalam dari batang sehingga pengendalian dengan insektisida yang bersifat kontak kurang efektif. Oleh karena itu pengendalian di fase awal yaitu pada saat serangga (imago)  hama ini meletakkan kelompok telurnya di permukaan pelepah daun akan lebih efektif atau dapat juga digunakan insektisida sistemik seperti dengan insektisida berbahan aktif carbofurant.

     Serangan hama penggerek batang pada fase generatif dikenal dengan nama Hama Beluk. Bila serangan pada fase ini cukup berat dapat menyebabkan gagal panen karena tanaman yang terserang sundep malainya mati dan kering. Dengan demikian  maka peggerek batang  adalah hama  :

  • Merupakan hama penting karena tingkat   kerusakan yang ditimbulkannya dapat  menurunkan hasil secara significant.
  • Keberadaan hama dpt dilihat dari adanya    ngengat   di pertanaman dan larva di dalam    
  • Kerusakan terjadi akibat larva merusak sistem    pembuluh tanaman di dalam batang.
  • Menyerang tanaman sejak di pembibitan hingga pembentukan malai.

 

     Pengendalian Penggerek Batang :

     1). Pengaturan Pola Tanam :

  • Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi
  • Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama
  • Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi
    • 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama
    • dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya

      2).  Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik  :

  • Mekanik yaitu dengan mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman
  • Fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin dan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati

      3).  Pengendalian Hayati  :

Pemanfaatan musuh alami parasitoid:     Trichogramma japonicum: dosis 20 pias/ha  (1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman)

Pengendalian Secara Kimiawi  :

  • Dilakukan pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan rata-rata > 5% sundep
  • Insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam dengan dosis 2 gram insektisida granule/m2 [800 gram/400 m2 (luas persemaian)]
  • Pada pertanaman stadium vegetatif dianjurkan menggunakan insektisida butiran berbahan aktif : Carbofurant (Furadan), Carbosulfan (Marshal), dosis 20 kg insektisida granule/ha
  • Disemprot dengan insektisida seperti Dimehipo (Dipho), Bensultap (Spontan), Amitraz (Mitac), Fipronil (Regent).
  1. Hama Walang Sangit

Bioekologi Walang Sangit :

  • Walang Sangit adalah hama yg merusak bulir padi pada fase pemasakan.
  • Apabila ada gangguan akan mengeluarkan  bau utk mempertahankan diri dan menarik 

Tanda  Serangan :

  1. Fase padi yg rentan adalah mulai keluarnya malai hingga masak susu.
  2. Hama menghisap butiran gabah yang sedang mengisi/ masak susu.
  3. Kerusakan yg terjadi: gabah hampa, beras berubah warna dan mengapur.

Cara Pengendalian :

  1. Membersihkan gulma di pematang, pertanaman, dan di sekeliling tanaman padi
  2. Walang sangit datang di pertanaman sebelum tanaman padi berbunga, hidup pada gulma
  3. Memasang bangkai binatang. Walang sangit tertarik kapada bau bangkai, setelah berkumpul dapat disemprot dengan insektisida
  4. Menggunakan bahan kimia (Regent, BPMC) bila populasi sudah mencapai ambang ekonomi 10 ekor/20 rumpun
  5. KEONG MAS

Bioekologi :

  1. Keong mas merupakan salah satu hama tanaman yang sering menimbulkan kerugian pada tanaman padi, karena hama ini menyerang tanaman muda dengan cara memotong daun dan batang tanaman yang dapat menyebabkan kematian.
  2. Keong mas dapat hidup cukup lama di dalam tanah
  3. Keong akan aktif dan berkembang biak bila ada air dan tanaman padi muda
  4. Meletakkan telur-telurnya di tempat yang kering seperti : rumput, dahan, kayu di atas air.

Tanda Serangan/ kerusakan :

a.Pesemaian, tanaman yang baru tumbuh dipotong    daunnya hingga tanaman mati

b.Menyerang tanaman dibawah umur 15 hari setelah   tanam

Cara Pengendaliannya :

a.Secara mekanik ; dilakukan  terus menerus dengan cara mengumpulkan keong kemudian dimusnahkan

b.Pengendalian secara budi daya  :

  • Sebar benih lebih banyak untuk persiapan nyulam
  • Tanam bibit lebih tua
  • tidak menggenangi sampai 7 hari setelah tanam
  • Buat caren untuk memudahkan mengambil keong
  • Pupuk dasar sebelum tanam + saponin
  1. Pengendalian secara kimiawi :
  • Hanya untuk lahan yang sangat tinggi populasi keong dan sukar diatur air, sebab pestisida juga toksik terhadap fauna air lain
  • Perlakuan benih
  • Aplikasi dengan bahan nabati seperti rerak

 II. PENYAKIT

      PENYAKIT BLAS  ( Pyricularia oryzae )

  1. Gejala serangan
  • Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae.
  • Bibit jamur ini berupa spora yang penyebarannya terbawa angin dan air serta terdapat di lahan sawah
  • Pertumbuhan dan perkembangan jamur ini,serta gejala penyakit berupa bercak pada daun atau batang ditentukan oleh banyak factor diantaranya : pemupukan nitrogen dosis tinggi, dengan kondisi yang lembab.
  • Penyakit ini menyerang daun , batang dan malai terutama pada leher malai padi, dimulai dari bercak kecil tetapi melebar sampai beberapa centimeter panjangnya.
  • Gejala itu biasanya panjang dan meuncing dibagian akhir, di bagian tepi gelap dan bagian tengah abu-abu, pada serangan berat dapat mematikan bagian daun.
  1. Pencegahan.
  • Gunakan Benih sehat bersertifikat. Gunakan varietas tahan sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah.
  • Pemupukan berimbang. Hindarkan penggunaan pupuk N di atas dosis anjuran.
  • Rotasi varietas.Hindarkan tanam padi terus-menerus sepanjang tahun dengan varietas yang sama.
  • Sanitasi lingkungan harus intensif, karena inang alternatif patogen khususnya kelompok rerumputan maupun sisa jerami yang tidak hancur sangat potensial sebagai inokulum awal.
  • Waktu tanam yang tepat. Hindari tanam padi terlambat dari petani disekitarnya.
  • Pengendalian secara dini dengan perlakuan benih (seed treatment) sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 40 hari setelah sebar.
  • Pengndalian Kimiawi. Penyemprotan fungisida sistemik minimum sekali pada awal berbunga untuk mencegah penyakit blas leher dapat dianjurkan untuk daerah endemik blas.
  • Hindarkan jarak tanam rapat (sebar langsung).
PENGUNJUNG

61627

HARI INI

74088

KEMARIN

35208441

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook