Diseminasi Teknologi

MENGENAL INPARI ARUMBA PADI MERAH KAYA ANTIOKSIDAN

Kamis, 29 Jul 2021
Sumber Gambar : Dok. Religius Heryanto

Padi merupakan komoditas tanaman pangan penghasil beras yang memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi di Indonesia. Konsumsi masyarakat Indonesia akan beras dari tahun ke tahun semakin meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Beras sebagai makanan pokok sangat sulit digantikan oleh bahan pokok lainnya walaupun selama ini selalu digaungkan diversifikasi pangan sebagai upaya mengurangi konsumsi beras.

Selama ini keberadaan beras menjadi prioritas utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan asupan karbohidrat yang dapat mengenyangkan dan merupakan sumber karbohidrat utama yang mudah diubah menjadi energi. Sekarang Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah merilis beberapa varietas-varietas padi khusus yang tidak hanya mengenyangkan perut tetapi juga memiliki kandungan pigmen yang tinggi seperti jeliteng, pamelan dan pamera.

Selain itu juga terdapat varietas inpari arumba yang mengandung antosianin (senyawa fenolik) yang bersifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit pada manusia. Seperti diketahui bahwa antioksidan sangat berperan dalam melindungi organ tubuh dari serangan radikal bebas yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh. Penciptaan varietas tersebut sejalan dengan kondisi yang melanda negara kita saat ini yaitu adanya wabah penyakit virus corona (covid-19).

Inpari arumba menjadi alternatif pilihan beras merah yang pulen, beraroma dan bermanfaat untuk kesehatan. Arumba berasal dari kata “arum” = wangi, dan “abang” = merah. Varietas inpari arumba memberikan pilihan sebagai bahan pangan sehat dan membuka peluang pasar untuk dikembangkan secara luas.

Inpari arumba merupakan hasil persilangan antara varietas padi aromatik Sintanur dengan Bahbutong yang memiliki beras warna merah dan tahan hama wereng coklat sehingga diperoleh varietas yang memiliki beras merah dan wangi. Jenis ini memiliki kandungan Fe (13,14 ± 1,36 ppm) kandungan ZN (23,66 ± 0,25 ppm), kandungan senyawa fenolik tinggi (5,743,35 ± 124,10 mg AAE/100gBPK), kadar amilosa  ± 16,15%, dengan rata-rata hasil 6.12 t/ha dan potensi hasil mencapai 10,67 t/ha.

Potensi lain yang terdapat pada inpari arumba adalah tahan serangan wereng coklat biotipe 1, agak tahan biotipe 2 dan 3, serta agak tahan terhadap 4 ras utama blas daun. Rasa nasi varietas ini enak dengan tekstur pulen dan wangi sehingga dapat mengurangi stigma masyarakat bahwa beras merah cenderung perah dan tidak memiliki aroma sehingga kurang nikmat untuk dimakan.

Inpari arumba termasuk golongan cere dengan umur tanaman ±113 hari, tinggi tanaman ±119,2 cm, tahan rebah, rata-rata jumlah gabah isi per malai ±130 butir, posisi daun bendera tegak, bentuk gabah medium,  rendemen beras pecah kulit ± 78,56%, rendemen beras giling ± 70,76%, rendemen beras kepala ± 80,00%,   dan butir kapur beras/pengapuran ± 0,77%,

Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ditulis oleh                 : Religius Heryanto (BPTP Sulawesi Barat)

Sumber                      : Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

PENGUNJUNG

17584

HARI INI

89943

KEMARIN

35566050

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook