Diseminasi Teknologi

TANAMAN HIDROPONIK MENGGUNAKAN LISTRIK DARI PANEL SURYA

Kamis, 29 Jul 2021
Sumber Gambar : BPTP LAMPUNG

PENDAHULUAN

Hidroponik merupakan cara bertanam menggunakan media air sehingga tidak memerlukan tanah atau area yang luas, diperkaya dengan nutrisi, juga tidak memerlukan pemakaian herbisida dan peptisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan. Metode tanam hidroponik sangat cocok diterapkan untuk daerah perkotaan yang memiliki lahan sempit, juga bisa diaplikasikan untuk daerah pesisir atau pinggir pantai, yang kondisi tanahnya kurang subur dan berpasir.   Meskipun metode hidroponik sudah tidak asing tetapi kebanyakan orang masih belum tahu tentang metode hidroponik, kurangnya sosialisasi pemerintah dan semakin berkurangnya minat masyarakat perkotaan untuk menekuni profesi sebagai petani menyebabkan metode hidroponik kurang berkembang pesat di Indonesia.

Tanaman yang bisa ditanam dalam metode hidroponik diantaranya sawi, tomat, bayam dan bawang merah. Mengacu pada perkembangan ilmu dan teknologi kelistrikan maka kebutuhan modifikasi sistem hidroponik perlu dilakukan agar sistem hidroponik semakin baik. Karena sistem hidroponik tidak bisa lepas dari air maka perlu dibuat sistem pengatur sirkulasi air otomatis menggunakan tenaga surya. Tenaga surya bisa dijadikan solusi sebagai pemanfaatan energi terbaru.

KEUNTUNGAN HIDRPONIK TATA SURYA

  • Sistem hidroponik dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang lebih terkontrol.
  • Lebih efisien, mampu mendayagunakan air, nutrisi, pestisida secara nyata lebih dibandingkan dengan kultur tanah.
  • Tidak mengenal musim dan tidak memerlukan lahan yang luas dibandingkan dengan kultur tanah untuk menghasilkan satuan produktivitas yang sama.
  • Tidak memerlukan pemakaian herbisida dan peptisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan lebih sehat
  • Tidak menimbulkan polusi

ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

  1. Lorentz Dc Pump Type HR-14 sebanyak 1 unit.

           adalah pompa air jenis pompa submersible (mampu ditenggelamkan).  Pompa jenis ini membutuhkan                 daya antara 350-1200 watt peak (Wp), tegangan antara 72-96 volt,  daya angkat air dari ketinggian                (nol) meter sampai dengan 60 meter, kapasitas angkatan air sebesar 2,7 m3/jam.

  1. Lorentz Pump Controller Type PS1800 sebanyak 1 unit. Pompa air dc merk Lorentz type HR-14 didukung dan di awasi kinerjanya oleh controller type PS1800. Controller tipe ini tidak memiliki controller baterai sehingga jika menginginkan system yang dapat bekerja siang maupun malam dan membutuhkan baterai maka akan dibutuhkan controller baterai terpisah, dan baterai yang digunakan dengan voltase minimal 72 volt (6 x 12volt).
  2. Sky Energy Monocrystalline Solar Modul STM 100 Watt peak (Wp) sebanyak 6 unit.Masing-masing solar modul dapat menghasilkan tegangan sebesar 12 volt,

 Bahan  Pendukung

  1. Tiang pendukung modul surya. Tiang pendukung modul surya ini terdiri dari sebuah tiang dengan diameter 6 inch dan besi siku 5x5 cm serta besi siku 4x4 cm.
  2. Box panel untuk menyimpan
  3. Kabel-kabel yang dibutuhkan.
  4. Bak pengumpul air dibantaran aliran tersier.
  5. Tutup bak pengumpul air, yang berfungsi sebagai pengaman pompa air yang ditempatkan didalam bak tersebut.
  6. Tandon air, pada kegiatan ini digunakan tandon air yang mampu menampung air sebanyak 5100 liter.
  7. Landasan tandon air, landasan ini berbentuk prisma berukuran diameter atas 2 meter, diameter bawah ± 2,5 meter, dengan ketinggian 1,5 meter.

 Tahap Pemasangan instalasi  :

  1. Pasang tiang pendukung Modul Surya. Tiang pendukung modul surya dipasang sejajar dengan arah kemiringan menghadap ke arah sinar matahari
  2. Pasang Box Panel, dipasang pada tiang pendukung pada ketinggian >2 meter, hal ini bertujuan agar box panel lebih aman.
  3. Pasang Modul Surya. Modul surya dipasang dalam 2 baris 3 kolom. Antar modul disambung menggunakan kabel sehingga tercapai voltase 72 volt. Modul surya dipasang miring dengan kemiringan sebesar 10 O-15O dari posisi tegak tiang pendukung modul surya, berfungsi untuk memudahkan debu dan benda lainnya yang jatuh kepermukaan modul surya akan lebih mudah jatuh sehingga tidak akan mengotori modul surya yang nantinya dapat menurunkan kinerja modul surya tersebut.
  4. Pasang controller Controller pompa dipasang didalam box panel, diharapkan akan aman dari pencurian.
  5. Pasang pompa air, dipasang didasar bak penampungan air, dengan diberi casing dari pipa yang lebih besar dari pompa sehingga pompa tidak langsung bersentuhan tanah didasar bak. Selain itu dibadan pompa diberi pelampung ketinggian air, sehingga jika ketinggian minimum air tidak tercapai maka otomatis sistem akan mati dan pompa tidak terus bekerja tanpa ada air yang dipompa.
  6. Instalasi perpipaan ke tandon air. Pipa dipasang langsung dari pompa menuju tandon air.

 

Langkah Kerja Sirkulasi Air

  • Siapkan alat dan bahan
  • Isi air sebanyak 10 liter air pada ember atau bak penampungan air.
  • Letakkan pompa air akuarium dalam ember atau bak penampungan air yang sudah terisi air.
  • Sambungkan kabel pompa air akuarium pada inverter yang ada di panel box solar sel.
  • Tekan tombol ON pada solar charge controller sampai menyala lampu warna merah pada logging system.
  • Tunggu selama satu jam, kemudian ambil data aliran pada media tanam hidroponik menggunakan stopwatch dan gelas ukur.
  • Hidupkan stopwatch secara bersamaan dan tampung lah air yang keluar dari media tanam hidroponik, tunggu sampai air yang terisi di gelas ukur sebanyak satu liter kemudian matikan stopwacth.

Sumber    : Jurnal Teknik, volume 14, no. 2. 2020

Penyusun : Nasriati

 

 

 

PENGUNJUNG

59709

HARI INI

74088

KEMARIN

35206522

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook