Gerbang Nasional

MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK KIMIA DENGAN INOVASI ECO ENZIM

Rabu, 28 Jul 2021
Sumber Gambar : Pusat Penyuluhan Pertanian

[ JAKARTA ] Inovasi di bidang pertanian perlu dikembangkan lebih banyak lagi agar Indonesia memiliki ketahanan dan kemandirian pangan. Salahsatu inovasi bidang pertanian yaitu pengembangan eco enzim.Eco enzim merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Komposisi sampah yaitu 54% berasal dari sampah organik.

Manfaat eco enzim untuk pertanian yaitu sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami, menurunkan asap dalam ruangan, filter air, pupuk alami untuk tanaman dan menurunkan efek rumah kaca.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus mendorong insan pertanian dalam melakukan inovasi dibidang pertanian. Dengan adanya pemanfaatan eco enzim, khususnya untuk pupuk dapat mengurangi ketergantungan petani akan pupuk kimia."Kita hanya mengingatkan petani agar tidak terlalu bergantung pada pupuk buatan. Karena pupuk buatan berpeluang mengikis biaya operasional bercocok tanam," jelas SYL.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa sektor pertanian memiliki keunggulan yang banyak, diharapkan para petani dan penyuluh terus berinovasi dan meningkatkan kreativitas menuju pertanian Maju,Mandiri dan Modern.

Hal senada dikatakan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 17 dengan tema Eco Enzim untuk pertanian secara virtual pada hari selasa (27/07/2021)di AOR BPPSDMP. Dedi mengatakan Eco enzim bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami dan juga sebagai pupuk organik dan bio fertilizer. Bisa berinovasi dan jangan lupa inovasinya diimplementasi di lapangan. “Dengan menggunakan eco enzim dilapangan akan menurunkan kebutuhan pupuk kimia dan menggenjot produktivitas pertanian. Kita genjot produktivitas pertanian dengan menggunakan eco enzim”.jelas Dedi.

Narasumber Ngobras Chairel Malelak yang merupakan Penyuluh Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara mengatakan cara pengaplikasian eco enzim pada lahan sawah sebagai pupuk yaitu dengan menumpahkan eco enzim ke pengairan sawah. Eco enzim juga bisa dijadikan kompos dengan bahan-bahan  kohe ayam 10 karung, daun gamal 3 karung, daun rumput bunga putih/cromolema 3 karung, batang pisang 1 karung, sekam padi 5 karung, eco enzim murni 1 botol, molase 1 botol dan air. “Alat yang digunakan yaitu sekop 2 buah, ember 2 buah, terpal 4x6 1 buah dan gembor 1 buah”. jelas Chairel pada paparan materinya.

Selain itu manfaat eco enzim untuk keperluan rumah tangga diantaranya merendam sayur, menghilangkan pestisida, herbisida, bahan logam dan sel parasit. Juga zat lilin pada buah-buahan, menghilangkan kutu di beras, membersihkan lantai WC dan dinding atau kamar mandi, juga pel lantai sehingga serangga tidak ada, campuran cuci piring sehingga lebih kesat dan bersih, campuran ke cucian pakaian. Memutihkan pakaian tanpa pemutih. Zat fluoren pada pemutih sangat berbahaya bagi kulit, membersihkan minyak atau lemak membandel, memperlancar saluran WC, penjernih Air akuarium, pembersih kerak yang bandel, memoles barang-barang yang kusam,  mengurangi nyamuk/ serangga, tutup Chairel. hvy

PENGUNJUNG

14628

HARI INI

89943

KEMARIN

35563094

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook