Diseminasi Teknologi

PEMANFAATAN DAUN SALEDRI ORGANIK DI PEKARANGAN UNTUK KESEHATAN

Selasa, 13 Jul 2021
Sumber Gambar : Poto di IP2TP masgar-BPTP LAMPUNG

        

 Latar Belakang

          Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.

          Seledri atau jus seledri adalah super food yang sedang ramai sekali dibicarakan. Seledri seperti tanaman hijau lainnya memiliki phytochemicals yang bermanfaat untuk semua proses dan sistem didalam tubuh kita.Lalu apa yang membuat jus seledri ini menjadi spesial diantara sayuran hijau lainnya? 

          Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan mengkonsumsi jus seledri, diantara lain:

  • Bermanfaat diseluruh bagian seledri dari akar hingga ke biji yang tinggi nutrisi.
  • Menghancurkan sel tumor hingga kanker
  • Menurunkan reaksi radang karena sumber antioksidan sehingga bisa mengatasi/mencegah penyakit autoimun, infeksi atau jerawat, membantu proses penyembuhan tulang & otot karena reaksi peradangan.
  • Melindungi hati dan saraf. Phytochemicals di seledri bisa melindungi sel hati & saraf dari bahan-bahan kimia atau proses oksidasi. 
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Seledri juga membantu pembentukan sel dan menjaga kestabilan dinding pembuluh darah sehingga bermanfaat menjaga tekanan darah tetap normal. 
  • Menjaga keseimbangan bakteri usus sehingga membuat hormon jadi seimbang.
  • Menjaga kesehatan reproduksi pria. Vitamin, mineral, dan Phytochemicals pada seledri membantu proses regenerasi pada sel-sel dalam testisdan proses pembentukan sel sperma.

 

        Aturan Minum Jus Seledri

  • Waktu terbaik minum jus seledri adalah pagi (sehabis bangun tidur) saat perut masih kosong dan belum terisi
  • Jus seledri bukan caloric juice,sehingga pastikan tetap sarapan setelah 15-30 menit minum
  • Kalau sudah terlanjur makan dan tidak bisa minum jus seledri di pagi hari, pastikan untuk minum setidaknya 30-60 menit setelah makan

 

  • Menanam Seledri Organik di pekarangan Rumah

          Setiap rumah akan memiliki sebingkai tanah yang bisa dimanfaatkan untuk dilakukan penanaman baik di depan rumah, samping rumah, atau belakang rumah. Tanaman yang dapat dikembang biakan dapat berupa sayuran, buahbuahan, empon-empon dan lain-lain. Menurut Sismihardjo (2008), lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk budidaya jenis tanaman, salah satunya sayuran dan buah-buahan. Kegiatan menanam sayuran maupun buah-buahan akan menjamin ketersediaan bahan pangan secara terus menerus.

          Kegiatan menanam tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara yang berbeda dan sesuai kebutuhan masing-masing. Usaha tani budidaya seledri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Namun tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan tinggi.

          Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit.

 

  • Cara Menanam Seledri

          Terdapat dua cara menanam seledri yaitu perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.

Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemaikan biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya:

  • Sebelum biji disemai, rendam terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos yang telah diayak dengan perbandingan 2:1. 
  • Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung dan terik matahari.
  • Buat alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut dan tutup tipis dengan tanah lalu siram untuk mempertahankan kelembabannya.
  • Siram dengan air secukupnya setiap pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu basah dan jangan pula sampai kekeringan.
  • Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun.

          Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman bisa diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.

          Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dahulu bahan-bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya agar media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot atau polybag gampang dipindahkan.

 Apabila tidak ada arang sekam bisa diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam membuat media tanam, gunakan bahan-bahan yang bebas dari hama dan penyakit.

 

  • Pemeliharaan Tanaman Daun seledri

          Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering.

          Untuk budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian dalam berbagai merek, atau bisa juga dibuat sendiri. Silahkan baca cara membuat pupuk organik cair. Selain pupuk cair bisa juga digunakan pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk hayati.

          Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikuti petunjuk yang terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang telah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

 Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tidak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit tersebut.

          Terdapat beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya adalah ulat tanah, keong, kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bisa diberantas dengan dipungut langsung dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.

          Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virus aster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yang baik.

 Apabila serangan penyakit menghebat, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik. Silahkan baca mengenai pengendalian penyakit dengan pestisida organik.

  • Panen daun Seledri

          Panen budidaya seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.

 

Penyusun      : Dede Rohayana, (BPTP Lampung)

Sumber          : Berbagai Sumber

PENGUNJUNG

3288

HARI INI

44467

KEMARIN

32355846

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook