Materi Penyuluhan

MENINGKATKAN DAYA SAING JAMUR MELALUI KUR DAN PENERAPAN GAP

Senin, 05 Jul 2021
Sumber Gambar : https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3766647/tips-simpan-jamur-tiram-agar-tahan-hingga-2-mingguan,https://konfirmasitimes.com/2020/12/09/melirik-batumandi-budidaya-jamur merang, https: /

Jamur (tiram, merang dan kuping) yang termasuk komoditas sayuran banyak dibutuhkan masyarakat dijadikan masakan yang lezat, baik digoreng maupun sebagai campuran sayur. Bukan hanya di tingkat rumah tangga, melainkan di restoran sampai restoran hotel. Setiap konsumen mengharapkan jamur di harga terjangkau dan berkualitas baik serta aman dikonsumsi. Berkualitas baik, antara lain tampilan yang baik, ukuran seragam, dan segar. Harapan konsumen ini dapat dipenuhi oleh petani jamur dengan menerapkan budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP).

Dalam penerapan GAP diperlukan biaya yang lebih besar dibanding dengan budidaya tradisional. Saat ini Pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) termasuk untuk pengembangan komoditas jamur. Dengan demikian petani jamur akan mampu meningkatkan daya saing, yaitu mampu bersaing dalam menjual produk jamurnya. Berikut alasan dan penjelasan GAP serta KUR yang dapat dijangkau oleh petani jamur.

 

Good Agriculture Practices

Good Agriculture Practices (GAP) jamur merupakan cara budidaya jamur yang baik, dengan tujuan untuk memperoleh, antara lain: 1) Jamur yang aman konsumsi; 2)  Jamur bermutu baik; 3)  Jamur yang produksi secara ramah lingkungan dan pelestarian sumber daya alam; dan 4) Jamur yang dapat berdaya saing. Dalam budidaya jamur yang baik, petani harus/wajib melakukan, antara lain: 1) Peralatan dan bahan baku bebas dari cemaran limbah bahan berbahaya dan beracun; 2) Media tanam tidak mengandung cemaran bahan berbahaya dan beracun (B3); 3) Kotoran manusia tidak digunakan sebagai pupuk; 4) Bahan-bahan disimpan terpisah dari produk pertanian; 5) Bahan-bahan yang digunakan tidak kedaluwarsa dan tidak mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3); 6) Wadah hasil panen yang akan digunakan dalam keadaan baik, bersih dan tidak  terkontaminasi; 7) Menjaga hasil panen dalam keadaan bersih; 8) Kemasan diberi label yang menjelaskan identitas produk; dan 9) Tempat/areal pengemasan terpisah dari tempat penyimpanan pupuk dan pestisida.

KUR Komoditas Jamur

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan kredit modal kerja dan/atau investasi kepada debitur yang mempunyai usaha produktif dan layak serta belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. Pinjaman KUR ada subsidi bunga dari Pemerintah, sehingga suku bunganya hanya 6% efektif per tahun.

Besarnya kredit untuk komoditas jamur disesuaikan dengan kebutuhan indikatif atau biaya usaha tani di lapangan berdasarkan komponen budidaya tanaman, yaitu rumah jamur (3 kubung), benih sebar, media tumbuh dan tanam, tenaga kerja, peralatan, biaya panen dan pasca panen, dan sertifikasi lahan. Jumlah kredit untuk jamur tiram Rp 70,35 juta; jamur merang Rp 84,7 juta; dan jamur kuping Rp 70,35 juta.

Perlu diketahui syarat petani calon peminjam KUR, yaitu: 1) Memiliki legalitas/perijinan usaha, minimal berupa Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/kecamatan; 2) Identitas diri minimal berupa Fotocopy KTP pemohon dan pasangan serta Kartu Keluarga atau identitas lainnya bila ada; 3) NPWP pemohon untuk kredit diatas Rp 50 juta; 4) Pengalaman dibidang usaha tani minimal 6 (enam) bulan; 5) Tidak termasuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI) serta tidak tercatat sebagai debitur macet/bermasalah; 6) Menyampaikan fotocopy rekening bank selama 6 bulan terakhir (bila ada); dan 7) Menyampaikan fotocopy bukti kepemilikan rumah tinggal/tempat usaha/lahan (untuk KUR Kecil).

Sedangkan cara pengajuan KUR melalui tahapan berikut, yaitu: 1) Petani: Debitur/petani calon peminjam mengajukan permohonan pinjaman KUR ke Perbankan (Bank BNI/ Bank BRI/ Bank Mandiri/bank lainnya); 2)  SLIK: Perbankan melakukan pengecekan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) Calon Debitur/BI Checking; 3) Administrasi: Debitur yang lolos BI Checking selanjutnya menyiapkan administrasi berupa KTP, KK, Surat Keterangan Usaha, dsb ke Perbankan; 4)  AKAD dan SIKP: Debitur yang lolos verifikasi dan berkas mendapatkan kredit dari Bank dengan melakukan akad. Selanjutnya data debitur dicatatkan dalam SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) Kemenko Ekonomi; dan  5) Cair: Debitur menunggu pencairan dari perbankan melalui offtaker dengan pencairan berupa sarana dan produksi pertanian.

Pembayaran KUR sesuai kesepakatan pihak Bank dengan nasabah KUR, bisa bulanan atau pada saat panen yang disesuaikan dengan komoditas (musiman/ tahunan) dan daya kemampuan/penghasilan usaha.

Bagi yang belum pernah meminjam KUR, sebelum mengajukan pinjaman, pengurus kelompok usaha bisa datang ke Bank terdekat meminta pihak Bank datang ke lokasi petani/kelompok usaha untuk sosialisasi tentang KUR. Bank akan melayani KUR mulai hari Senin sampai hari Jum’at. Perlu diketahui juga, prosedur dan syarat serta jenis dokumen KUR setiap Bank bisa berbeda, karena ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan sesuai kebijakan masing-masing Bank.

Semoga, uraian di atas dapat diterapkan oleh petani jamur (tiram, merang dan kuping) untuk mendapatkan bahan makanan yang  aman dikonsumsi dan harga terjangkau. Selamat mencoba.

Penulis: Susilo Astuti H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan).

Daftar Pustaka:

  1. Permentan Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Good Agriculture Practices (GAP).
  2. Kebijakan Peningkatan Produksi Dan Produktivitas Bawang Merah. Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran danTanaman Obat. 2014.
  3. Permentan Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Fasilitasi Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pertanian. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI. 2021.
  4. KUR BRI 2021, Ngobras Tanggal 16 Februari 2021.
  5. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pertanian 2021. Materi Direktur Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Hotel Swis Bell Bogor, 2 Maret 2021.
PENGUNJUNG

2395

HARI INI

64232

KEMARIN

37670271

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook