Diseminasi Teknologi

MENGENAL TANAMAN LAMTORO TARAMBA SEBAGAI PAKAN TERNAK

Jum'at, 02 Jul 2021
Sumber Gambar : Dokuen Pribadi

Lamtoro, petai cina, atau petai selong merupakan salah satu jenis perdu yang berasal dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan). Tanaman lamtoro ini berasal dari Amerika Tengah dan Ameriaka Latin dan masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Belanda dan Portugis. Pohon lamtoro ini dapat tumbuh hingga ketinggian 20 meter, namun kebanyakan hanya tumbuh dengan ketinggian 2 meter hingga 10 meter. Pohon lamtoro memiliki percabangan yang rendah dan banyak dengan papagan berwarna cokelat atau keabuan, berbintil dan berlentisel. Ranting lamtoro berbentuk bulat torak dengan ujung berambut rapat. Keunggulan lamtoro taramba, antara lain: mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi (23.7% - 34%). Daun lamtoro dapat di fanfaatkan sebagai pakan ternak, cara pemberiannya dapat diberikan sebagai pakan tunggal 100%, atau dengan kombinasi 60% rumput + 40% lamtoro, atau 60% rumput + 40% lamtoro + sedikit pakan sumber energi seperti jagung, dedak padi atau umbi-umbian sebanyak 0,2% - 0,3% BK dari berat badan ternak. Tanaman lamtoro mudah didapat sepanjang tahun, mengandung tannin sehingga dapat mencegah kembung pada ruminansia, mempunyai palatabilitas tinggi, tahan terhadap hama kutu loncat serta tahan pada musim kering.

Cara budidaya lamtoro taramba yang perlu diperhatikan ada 3 tahap, yaitu: pembibitan, penanaman, dan panen. Pembibitan lamtoro taramba dapat dipersiapkan dengan anakan yang dikoker (pot seeded) kurang lebih selama 2 bulan. Pada saat anakan sudah mencapai tinggi tanaman 75-100 cm, maka dipindahkan di lahan untuk dilakukan penanaman. Sistem pola penanaman dapat dalam bentuk monokultur khusus untuk kebun pakan, dalam bentuk pertanaman lorong, atau tanaman konservasi tanah dan air pada lahan berkelerengan maupun dalam larikan-larikan lebar dengan baris ganda untuk digembalakan ternak secara langsung. Tanaman lamtoro Tarramba sudah siap dipanen ketika memasuki musim hujan ke dua setelah penanaman. Jika dibudidayakan untuk tujuan penggembalaan, tanaman perlu dipangkas setinggi 50 cm atau 1 meter setiap 4 tahun sekali untuk memudahkan bagi jangkauan ternak gembala.

Sumber :

https://ntt.litbang.pertanian.go.id.

Penyusun : Suryani, SST

PENGUNJUNG

2753

HARI INI

64232

KEMARIN

37670629

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook