Diseminasi Teknologi

PENGENDALIAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN MELON

Rabu, 30 Jun 2021
Sumber Gambar : Koleksi Sugito, SP (2021)

Pendahuluan

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman buah semusim yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Melon berasal dari lembah panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Saat ini di Indonesia melon telah banyak dibudidayakan  karena mempunyai nilai komersial yang tinggi dengan kisaran pasar yang luas dan beragam, mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern, restoran dan hotel.

Dengan semakin meluasnya penanaman melon di lapangan langsung  tentunya juga semakin banyak muncul tantangan yang dihadapi oleh petani yaitu adanya serangan hama dan penyakit. Berbeda dengan penanaman melon di dalam rumah kaca atau green house, di mana kondisi lingkungan dapat di atur sehingga perkembangan organisme pengganggu tanaman dapat diminimalkan. Keberhasilan petani dalam melakukan budidaya suatu tanaman termasuk melon apabila dapat mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang mengganggu, sehingga dapat diperoleh hasil panen yang tinggi. Serangan penyakit pada tanaman melon menjadi momok menakutkan bagi petani, karena sering menimbulkan kegagalan dalam panen. Penyakit yang menyerang tanaman melon disebabkan oleh serangan mikroorganisme patogenik, berupa bakteri, fungi dan virus. Pengendalian penyakit akan efektif jika dilakukan dengan menggabungkan beberapa cara, yaitu secara kultur teknis, cara fisik/mekanis, dan cara kimiawi. Beberapa penyakit utama pada tanaman melon dan cara pengendaliannya.

 

  1. Embun Tepung (powdery mildew)

 

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Oidium sp atau Erysiphe cichoracearum yang menyerang bagian daun dan batang dengan gejala: daun dan batang muda dilapisi semacam tepung (powder) berwarna putih, buah yang terserang berukuran kecil dan rasanya tidak manis.

 

Pengendalian : membuat sirkulasi udara lancar dan mengurangi kelembaban disekitar tanaman, monitoring secara rutin terhadap tanaman secara rutin, sehingga dapat diketahui lebih awal, penyemprotan fungisida Calixi 750 EC atau Afugan 300 EC dengan konsentrasi 1ml/l dilakukan 5-7 hari sekali pada musim hujan dan 10-14 hari pada saat kemarau.

 

 

 

  1. Embun Bulu ( downy mildew)

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pseudoperonospora cubensis yang menyerang pada daun dengan gejala : terlihat bulu-bulu halus berwarna abu-abu di bagian bawah bercak (permukaan bawah daun), timbul bercak-bercak kuning pada daun, lalu berubah menjadi ciklat kemerahan, buah yang terbentuk abnormal, berukuran kecil, rasa hambar dan aromanya tidak ada.

Pengendalian: memotong daun-daub yang terserang cendawan dan memusnahkannya, penyemprotan dengan fungisida sistemik Previcur N dengan konsentrasi 2-3 ml/l, atau yang berbahan aktif simoksanil stau mancozeb, menghindari pengariran yang berlebih, melancarkan sirkulasi udara dan pengendalian gulma.

  1. Antraknosa

 

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum sp, yang menyerang bagian daun, batang muda, bunga dan buah dengan gejala: timbul bercak-bercak coklat kelabu sampai kehitaman yang kemudian menyatu pada bagian tanaman. Cendawan juga dapat membentuk massa spora berwarna merah jambu pada bercak coklat yang terbentuk.

 

Pengendalian: perendaman benih dengan fungisida berbahan aktif azoksisitrobin 250 g/l, propinep 70 % atau derasol 5 C (1ml/l) selama 4 jam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang dan memusnahkannya, pengaturan jarak tanam yang tepat (tidak terlalu rapat), penyemprotan dengan fungisida Derasol 60 WP dicampur Dhithane (1:5) konsentrasi 2,5 g/l, dilakukan 7-14 hari sekali,

 

  1. Layu Fusarium

 

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporium yang menyerang akar dan batang.bgejala yang dtimbulkan adalah: sulur pada tanaman yang terserang menjadi kuning dan layu, kemudian seluruh tanaman layu dan kelamaan mati, pada bantang terdapat goresan dan mempunyai massa spora cendawan berwarna merah jambu, batang busuk kecoklatan.

 

Pengendalian : Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman lain, pengapuran tanaman, menghindari pemupukan Nitrogen yang berlebihan, perendaman benih dengan fungisida konsentrasi 1ml/l, penyemprotan fungisida Derasol 500 SC dengan konsentrasi 1,5 ml/l setiap 14 hari sekali setelah tanam.

 

  1. Layu Bakteri

 

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Erwinia tracheiphila yang menyerang pada bagian akar dengan gejala : daun layu satu persatu, meskipun warnanya tetap hijau hingga layu keseluruhan, bila pangkal batang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket.

 

Pengendalian : perendaman benih dengan bakterisida Agrimycin atau agrept konsentrasi 1,2 g/l dan penyemprotan pada 20 HST, pengaturan drainase pada musim hujan, sterilisasi media dengan Basamid G dosis 40 g/m2.

 

  1. Busuk Pangkal Batang (gummy stem blight)

 

Penyakit ini disebabkan oleh Mycosphaerella melonis yang menyerang bagian pangkal batang dengan gejala : awalnya pangkal batang seperti tercelup minyak, lalu keluar lendir berwarnah merah kecoklatan, tanaman layu dan mati, daun yang terserang mengering dan berbunyi kresek-kresek jika diterpa angin dan seperti kerupuk jika diremas.

 

Pengendalian : mencegah kelembaban dan luka di perakaran, sterilisai lahan dengan Basamid G, pangkal batang diolesi dengan fungisida Calixin 750 EC konsentrasi 5 ml/l, daun yang terserang dirompes dan tanaman disemprot dengan fungisida Derosal 500 EC konsentrasi 1-2 ml/l.

 

  1. Busuk Buah

 

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytopthora nicotianae,P, capsici, Phytium sp yang menyerang pada bagian batang, daun dan buah dengan gejala : bercak coklat kebasahan yang memanjang, daun seperti tersiram air panas, bercak pada buah menjadi coklat kehitaman dan lunak, makin lama bercak berkerut dan mengendap, bagian buah yang bususk diselimuti cendawan putih.

Pengendalian : mengurangi kelembaban disekitar tanaman dengan memangkas daun atau cabang yang berlebihan, rotasi tanaman dengan lain, mencabut dan membakar tanaman yang terserang, penyemprotan dengan fungisisda sistemik Previcur N konentrasi 1-3 ml/l

 

  1. Bercak Daun Bersudut

 

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas lachrymans, yang menyerang pada bagian daun dengan gejala : terdapat bercak putih pada daun, kemudian menjadi coklat kelabu, mengering dan berlubang, bercak berbatasan dengan tulang daun sehingga seolah bersudut.

 

Pengendalian : merendam benih dengan bakterisida Agrimycin atau Agrept dengan konsentrasi 1,2 g/l, penyemprotan dengan bakterisida pada umur 20 HST, menghindari penyiraman daun dengan air irigasi, melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan sefamili.

 

  1. Penyakit yang disebabkan oleh virus.

 

Penyakit ini disebabkan oleh virus  CMV (Cucumber Mozaic Virus) CGMMV (Cucumber Green Mottle Mozaic Virus) dan WMV (Watermelon Mozaic Virus) yang menyerang pada batang, daun dan buah dengan gejala : pertumbuhan tanaman kerdil, daun keriting dan bergelombang dengan bercak-bercak kuning tidak teratur, tanaman umumnya gagal membentuk buah atau buahnya kerdil dan abnormal.

 

Pengendalian : Membersihan gulma disekitar tanaman agar tidak menjadi penular viris, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar, membunuh hama penular virus (vektor) yaitu aphids, thrips dan tungau dengan penyemprotan pestisida yang tepat waktu, dosis, cara dan sasaran.

 

Referensi :

  • sobir : Bududaya melon esklusif “ panen 2 bulan”

 

Ditulis Oleh : Sugito, SP

Sumber Gambar : Koleksi Sugito, SP 2021

PENGUNJUNG

2280

HARI INI

64232

KEMARIN

37670156

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook