Materi Penyuluhan

Menentukan saat panen Dalam Memproduksi Benih Secara Mandiri

Minggu, 27 Jun 2021
Sumber Gambar : kotimkab.go.id

Sebelum melakukan pemanenan yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan metode panen dan menentukan saat panen. Hal tersebut penting karena Hasil padi yang berkualitas tidak hanya diperoleh dari penanganan budi daya yang baik saja, tetapi juga didukung oleh penanganan panennya. Keterlambatan panen menyebabkan produksi menurun karena gabah banyak yang rontok. Penentuan saat panen dapat dilakukan atas dasar pengamatan pada dilapangan yaitu  1. Sebagian daun bendera telah mengering. 2.  Varietas yang ditanam; 3. Kadar air padi dilapangan 21-26%; 4. Hari setelah berbunga rata, 30-35 hari.;. Kenampakan malai, 90-95% kuning.

Penentuan umur panen padi dengan pengamatan teoritis dapat dilakukan dengan cara : (1) berdasarkan umur tanaman hari setelah berbunga rata (hsb) antara 30 sampai 35 hari setelah berbunga rata atau umur tanaman berdasarkan saat tanam (hst) yaitu antara 110 – 115 hari setelah tanam, dan (2) penentuan umur panen berdasarkan kadar air gabah. Umur panen optimum dicapai setelah kadar air gabah mencapai 22-23% pada musim kemarau, dan antara 24-26% kadar air gabah pada musim penghujan.

Tujuan pemanenan  padi pada dasarnya untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin.Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. Cara panen yang tidak baik akan menurunkan kehilangan hasil secara kuantitatif, sedang saat panen yang tepat akan menentukan kualitas gabah dan beras.Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras. Dalam rangka panen perlu diketahui fase-fase pemasakan bulir padi, penentuan saat panen dan alat untuk panen.

Pemanenan.

Setelah areal tanam memenuhi kriteria panen segera laksanakan pemanenan caranya:1.Keringkan lahan pertanaman 7-10 hari sebelum padi di panen 2. Gunakan alat panen yang baik; 3. Cara panen padi tergantung kepada alat perontok yang digunakan; 4. Potong tanaman padi  di atas  permukaan tanah;5. Letakkan hasil panen di atas tikar/atau/wadah; 6. Gunakan wadah/karung/rigi untuk membawa ke tempat  perontokan; 7. Hindari penumpukan malai di lapangan; 8. Segera rontokan malai.

 

Penggunaan alat panen, kalau cara manual menggunakan ani-ani,  secara mekanis menggunakan sabit atau sabit bergerigi kalau dengan mesin menggunakan  “Combine harvester”.

Cara manual menggunakan ani-ani; Kapasitas panen dengan ani-ani tergantung pada beberapa hal yaitu :Tinggi tanaman ,Kerapatan tanaman ,Waktu panen ,Jumlah panen , Keadaan tanah , Keterampilan memanen, Ani-ani cocok digunakan untuk panen yang kematangannya tidak serempak dan varietas tanaman tinggi

Alat potong mekanis : sabit, sabit bergerigi;Panen dilakukan dengan memotong tanaman sedekat mungkin di atas tanah, dengan cara :Pegang rumpun padi yang akan dipotong dengan tangan kiri, kira­kira 1/3 bagian tinggi tanaman.Tempatkan mata pisau pada bagian pangkal tanaman dan tarik pisau tersebut dengan tangan kanan hingga jerami terputus.

 Dengan alat “Combine harvester”/mesin

Cara panen padi tergantung kepada alat perontok yang digunakan. a. Ani-ani umumnya digunakan petani untuk memanen padi lokal yang tahan rontok dan tanaman padi berpostur tinggi dengan cara memotong pada tangkainya; b. Cara panen padi varietas unggul baru dengan sabit dapat dilakukan dengan cara potong atas, potong tengah atau potong bawah tergantung cara perontokannya; c.Cara panen dengan potong bawah, umumnya dilakukan bila perontokannya dengan cara dibanting/digebot atau menggunakan pedal thresher; d. Panen padi dengan cara potong atas atau potong tengah bila dilakukan perontokannya menggunakan mesin perontok.

Pengeringan

Benih yang baru dipanen harus segera dikeringkan  untuk menekan  laju deteriorasi.  Penundaan  atau keterlambatan   pengeringan akan menurunkan viabilitas  benih. Bila pengeringan  dilakukan  dengan sinar matahari,  maka menghamparkan   benih  di atas  lantai jemur  dengan  ketebalan   antara  5-10  cm dan frekuensi pembalikan sekitar  2-3 jam sekali  cukup  efektif  untuk mengeringkan   benih dengan  aman tanpa  merusak  viabilitasnya.

Bila pengeringan  dilakukan  dengan mesin pengering  (misal.flat-bed  dyer), maka  pengaturan   suhu  yang  yang  arnan,  yaitu  antara  30-45°   C. Kadar  air  akhir  yang diharapkan   untuk benih padi adalah  11 % untuk  memungkinkan   penyimpanan dalam  suhu  kamar  selama  satu tahun,  atau di bawah  9% untuk  penyimpanan lebih lama.. Bila penyimpanan  benih yang diperlukan  hanya sekitar 6 bulan, maka  pengeringan   sampai  kadar  air  11-12%   yang  kemudian   dipertahankan melalui  pengemasan   benih  dengan  kantong  polyethilene    atau polypropylene

yuliatrisedyowati@gmail.com

Daftar Pustaka: 

  1. I Ketut Siadi I Gusti Ngurah Raka, 2017, Penataan Sistem Perbenihan Untuk Menunjang Revitalisasi Perbenihan Tanaman Pangan Di Bali, Fakultas Pertanian Universitas Udayana Denpasar Bali
  2. https://media.neliti.com/media/publications/55241-ID-sistem-perbenihan-padi-dan-karakteristik.pdf
  3. Modul Produksi Benih Secara Mandiri, 2021, Program IPDMIP
  4. Udin SN, Sri wahyuni, Myamin S dan Ade R, 2009, Sistim Perbenihan Padi, Balai Besar tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian
PENGUNJUNG

3859

HARI INI

64232

KEMARIN

37671735

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook