Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH SISTEM RATUN

Senin, 21 Jun 2021
Sumber Gambar :

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH SISTEM  RATUN

 

PENDAHULUAN

            Inovasi  teknologi  yang  dapat  juga  sebagai  upaya peningkatan produksi  padi yang mudah dilaksanakan adalah “ Teknologi Padi Ratun” .Ratun  atau  Singgang  (Jawa)  atau  Turiang  (Sunda) yaitu  rumpun  tanaman  padi  yang  tumbuh  kembali setelah  dipanen.    Penerapan  budidaya  padi  sawah sistem  ratun  dengan  menggunakan  varietas  unggul baru  (VUB)  yang  berdaya  hasil  tinggi  secara  luas, dapat  memberi  andil  dalam  meningkatkan produktivitas  padi.  Keuntungan  penerapan  ratun adalah  cepat,  mudah  dan  murah  serta  dapat meningkatkan  produktivitas  padi  per  unit  area  dan per unit waktu (Nair dan Rosamma 2002).

            Budidaya  padi  sistem  ratun  dilakukan  dengan pemotongan  tanaman  setelah  tanaman  padi  yang utama dipanen. Varietas padi yang di gunakan  varietas  unggul  baru  (VUB)  padi  sawah: inbrida  padi  sawah  irigasi  (inpari)  1-30  (ciherang sub 1), ciherang, mekongga, dll.

          1. Persemaian,

  • Benih benih disemai dalam bak plastik atau di lahan/petak persemaian,
  • Lokasi persemaian  dekat  dengan  lahan pertanaman, aman dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT)
  • Luas lahan  persemaian  4%  dari  luas  areal
  • Pertanaman atau  sekitar  400  m untuk  tiap hektar. Kebutuhan benih untuk 1 ha adalah ± 25    Benih  direndam  selama  24  jam, diperam  24  jam,  dan  mulai  berkecambah ditabur di persemaian dengan kerapatan 25- 50 g/ m  atau 0,5-1 kg per 20 m

 

          2. Penyiapan Lahan Pertanaman

  • Pengolahan tanah dilakukan 2(dua) kali bajak sampai melumpur, kemudian tanah diratakan dan siap tanam.
  • Pupuk organik/ kandang 2 ton/ha diberikan 2 (dua) minggu  sebelum  tanam  atau  saat pengolahan tanah pertama
  • Satu hari sebelum tanam, lakukan pengeringan lahan untuk mempermudah pembuatan jalur tanam (caplak).

 

          3. Penanaman Padi

  • Penanaman dilakukan pada saat bibit berumur 15-21 hari, satu bibit per lubang, dengan jarak 25x15cm, disarankan  menggunakan  sistem     tanaman legowo 2, 3, atau 4 baris4. Pemeliharaan Pertanaman
  • Semua kegiatan pemeliharaan tanaman harus direncanakan dengan baik sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.
  • Air perlu  tersedia  secara  cukup  diusahakan secara bertahap tergenang mencapai 5 – 15 cm.
  • Penyiangan dilakukan paling sedikit dua atau tiga kali,  tergantung  keadaan  gulma, menggunakan landak atau gasrok.
  • Pemupukan dilakukan  sesuai  dengan  dosis anjuran  yaitu:  250  kg/ha  urea,  100  kg/ha SP36,  dan  150  kg/ha  KCl,  dengan  waktu pemberian:  Saat  tanam,  setengah  dosis pupuk urea +seluruh SP36 dan KCl, dan Sisa urea  diberikan  pada  saat  empat  minggu setelah tanam
  • Pengendalian hama  dan  penyakit  sebaiknya dilakukan secara terpadu.

 

          5. Panen

  • Panen dilakukan  saat  85%  bulir  pada  malai  sudah berwarna kuning.

 

           6. Ssistem Ratun

  • Setelah tanaman  utama  panen,  dilakukan pemotongan padi setinggi 15-20 cm dari permukaan tanah,  kemudian  dilakukan  penggenangan  dengan ketinggian  5cm  dari  permukaan      Pupuk diberikan  dua  hari  setelah  panen  tanaman  utama dengan  dosis    setengah  dari  dosis  yang  diberikan pada tanaman utama. Tunas  yang  muncul  dari  bekas  potongan  tanaman utama  dianggap  sebagai  ratun  jika  telah  memiliki sedikitnya  dua  daun  membuka  sempurna,  tanpa membedakan ukuran daun.
  • Tunas-tunas ratun mulai keluar pada hari ke-2 hingga hari ke-7 setelah panen tanaman utama,  dengan  jumlah  daun  2-4 daun/anakan.    Jumlah  anakan  ratun  berkisar  6-25 anakan/rumpun, dengan umur panen 42-46 hari.
  • Kriteria Potensi ratun tinggi produksi relativ>50% dari tanaman utama produsksi riil >12, ton/ha atau 12,5 g/rumpun, potensi ratun sedang produksi relative  30 -49 % dari tanaman utama produksi riilnya  1-2 ton/ha atau 6,25 g – 12,5 g /rumpun, dan untuk potensi ratun rendah produski relative 10 -29 % dari tanaman utama produsksi riilnya 1 ton/ha atau 6,25 g/rumpun

 

          7. Keuntungan Sitem Ratun

  • Biaya Produksi  lebih  murah,  karena  tidak  ada biaya pengolahan tanah dan tanam.
  • Pupuk yang diberikan lebih sedikit.
  • Umur lebih pendek dan hasil dapat mencapai 40 - 60% dari tanaman utama.
  • Produksi bervariasi 0,7 - 5,6 t/ha .

 

 Penyusun      : Dede Rohayana (BPTP Lampung)

 Sumber         : Berbagai Sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGUNJUNG

40882

HARI INI

38137

KEMARIN

37018757

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook