Materi Penyuluhan

PERBANYAKAN NILAM SECARA VEGETATIF

Senin, 21 Jun 2021
Sumber Gambar : www.google.com

Indonesia merupakan pemasok nilam terbesar.  Nilam sebagai  penghasil minyak atsiri merupakan bahan terpenting dalam industri kosmetik, parfum, dan farmasi.  Hal ini memacu meningkatnya kebutuhan minyak nilam baik di tingkat domestik maupun internasional, dengan rata-rata 5% setiap tahunnya. Kebutuhan minyak nilam dunia pada tahun 2010 mencapai 1500 ton. Indonesia memasok 700 ton, China dan India 350 ton, jadi masih kekurangan 450 ton.

Seiring dengan meningkatnya permintaan minyak nilam perlu diupayakan sistem produksi berkelanjutan yang dapat menjamin permintaan dan kualitas minyak nilam yang memenuhi standar ekspor. Untuk mendukung pengembangan budidaya nilam yang berkelanjutan, diantaranya diperlukan ketersediaan benih unggul bermutu.

Perbanyakan tanaman nilam dapat diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan stek yang berasal dari bagian pangkal, tengah dan pucuk tanaman.   Agar dapat menjamin produktivitas dan kualitas nilam, benih/bahan tanaman harus dipilih secara benar dan baik serta diproduksi dengan memperhatikan standar perbenihan. 

Stek dapat diperoleh dari sumber benih kebun induk yang mempunyai mutu genetik, fisik, fisiologis yang baik dan bebas patologis.  Secara genetik stek harus murni dan mantap sehingga dapat diperoleh pertanaman yang homogen.  Secara fisik stek harus bersih tidak ada daun yang cokelat, segar, daun stek sempurna tidak berlubang, keriput atau menggulung. Secara fisiologis harus mempunyai daya tumbuh yang tinggi di pesemaian > 80% dan secara patologis harus bebas dari penyakit layu bakteri (daun dan batang layu), bebas nematoda (daun berwarna cokelat, akar rusak), bebas penyakit budok (daun keriput, batang membengkak), bebas hama (daun berlubang, keriput, menggulung) dan tidak kahat hara. 

Stek dapat berasal dari batang, cabang primer, cabang sekunder.  Stek nilam dapat dipanen dengan kriteria 1) umur tanaman induk ≥ 6 bulan;  2) diameter stek 0,3-0,5 cm; 3) ukuran setek: setek panjang : > 30 cm, setek pendek : ± 15-20 cm; 4) segar, sehat, tanpa kahat hara, bebas dari serangan hama dan penyakit dan, telah mengayu, tetapi tidak yang sudah tua.

Setelah stek dipanen kemudian dilakukan penyemaian di polybag atau bedengan.  Untuk mendapatkan mutu persemaian yang baik selain benih harus berasal dari benih kebun induk atau petani penangkar, persemaian juga harus diberikan sungkup agar intensitas cahaya berkisar antara 50 – 70%, umur benih persemaian 1,5 bulan (5-7 ruas) dengan tinggi sekitar 20 – 25 cm dan 5-7 lembar daun dengan media persemaian yang digunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 :1.

Penyemaian di polybag dapat dilakukan dengan 1) menyiapkan rumah atap dari paranet, alang-alang atau jerami (intensitas sinar matahari 50-70%, di bagian timur tinggi 180 cm dan di bagian barat tinggi 150 cm dan panjangnya disesuaikan dengan jumlah benih yang disemai; 2) menyiapkan media pesemaian (campuran tanah subur gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 dan tambahkan fungisida dan nematisida masing-masing 2 g/1 kg tanah dan aduk media sampai rata; 3) sebelum stek ditanam siram terlebih dahulu media tanam dan biarkan 4 – 5 hari kemudian baru stek ditanam dan rendam terlebih dahulu stek dalam air kelapa 25% selama 15 menit atau oleskan ZPT perangsang perakaran, kemudian dicelupkan ke dalam fungisida sesuai anjuran; 4) tanam stek di polybag dengan membenamkan dua buku ke dalam media tanam dan tutup dengan sungkup plastik sampai pesemaian berumur 2 minggu; 5) lakukan pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit satu atau dua minggu sekali dengan pupuk daun, fungisida dan insektisida dengan dosis anjuran; 6) setelah pesemaian berumur 4 minggu buka atap dan biarkan pesemaian mendapat sinar matahari penuh kemudian pada umur pesemaian 5-6 minggu stek siap untuk ditanam di kebun.

Selain di polybag, pesemaian juga dapat dilakukan di bedengan.  Pesemaian di bedengan dapat dilakukan di lokasi yang datar, dekat sumber air dan tanahnya tidak tercemar pathogen.  Buat bedengan pesemaian dengan ukuran lebar : 150 cm, tinggi: 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan dan kondisi lahan,  lakukan pengolahan tanah 3 minggu sebelum penanaman benih. Buat parit pembuangan air dengan lebar 30 – 40 cm.  Siapkan media pesemaian dengan menambahkan pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan tanah : pupuk kandang : pasir (2:1:1).  Untuk menghindari organisme tanah yang dapat mengganggu pesemaian tambahkan fungisida dan nematisida pada media tanam.  Tanam benih stek dengan jarak 10 x 10 cm dengan posisi miring 60 derajat.   Penanaman benih stek sebaiknya pada pagi atau sore hari.  Berikan naungan dari atap daun kelapa atau alang-alang agar menghindari intensitas matahari berlebih.  Lakukan pemindahan benih setelah berumur 4-5 minggu.

 

Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan)

Sumber :

Sukarman dan Melati, 2011.  Prosedur Perbanyakan Nilam Secara Konvensional.  Status Teknologi Hasil Penelitian Nilam.  Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. https://balittro.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2013/07/Isi-Monograf-NILAM-2011.pdf (pertanian.go.id)

PENGUNJUNG

3162

HARI INI

64232

KEMARIN

37671038

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook