Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG MERAH DILUAR MUSIM

Jum'at, 11 Jun 2021
Sumber Gambar : Internet

Keberhasilan usaha tani bawang merah di musim hujan atau diluar musim (off-season) ditentukan oleh kemampuan budidaya khusunya dalam mengatasi masalah hama/ penyakit tanaman, pemilihan varietas, pengolahan lahan yang tepat, pemupukan tanaman yang efisien sampai penanganan panen dan pascapanen bawang merah.

Bagaimana inovasi budidaya bawang merah yang dilakukan diluar musim (off season) antara lain:

  1. Penyediaan benih sumber bawang merah bermutu dari varietas adaptif di luar musim (musim hujan) yaitu sembrani, maja, dan trisula, dengan potensi hasil 12-23 ton/ha
  2. Perbaikan teknologi budidaya pada musim hujan dilahan kering antara lain; pemanfaatan mulsa plastik dan mempertinggi guludan, yang ditujukan untuk menstabilkan temperatur sehingga dapat memperbesar umbi yang akhirnya produktivitas meningkat, disamping itu dapat mencegah penyakit moler (Fusarium sp) dan trotol (alternaria porii)
  3. Pengelolaan OPT bawang merah pada musim hujan (secara preventif maupun kuratif), antar lain aplikasi feromon sex, penggunaan fungsida, dan penyemprotan pestisida.
  4. Penanganan pra dan pasca panen pada musim hujan (penggunaan instore dryng)

 

Penanaman diluar musim ini terutama difokuskan pada daerah pengembangan bawang merah diluar jawa. Untuk itu diperlukan pengembangan infrastruktur, usaha tani berupa sistem irigasi teknis dan jalan usaha tani yang memadai, ketersediaan saprodi yang cukup dengan harga wajar/ terjangkau dan mudah dipeoleh.

Teknologi yang bisa kita gunakan untuk memanfaatkan Lahan Sawah Dataran Rendah pada Musim Kemarau sebagai berikut :

  1. Pengolahan Lahan : terlebih dahulu karena dalam budidaya bawang merah, mengolah tanah merupakan tahapan yang paling lama. Pertama-tama tanah yang berupa hamparan dibersihkan dari rumput liar, dan agar lebih maksimal dapat disemprot dengan obat pembasmi rumput jenis Goal atau Rondap atau merk lain. Hal ini dimaksudkan untuk menghambat laju pertumbuhan rumput yang nantinya akan mengganggu pertumbuhan bawang merah.
  2. Membuat bedengan dengan ukuran lebar bedengan 1,2-1,5 m panjangnya menyesuaikan luas lahan bapak/ibu. Bedengan ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan bedengan pada umumnya,
  3. Kamudin Buat Parit sekeliling bedengan, Kedalaman parit 50-60 cm lebar parit 40-50 cm. Tanah galian parit inilah yang kemudian diangkat dan membentuk bedengan. Tanah angkatan dari parit dikeprek dan dihaluskan bedengan, dan parit parit inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai media tanam, dan tempat penyimpanan air didalam parit antar bedengan yang akan digunakan untuk menyirami tanaman bawang merah setiap harinya. Akan tetapi jika tanahnya bukan jenis tanah liat atau tanah kering, maka bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100 cm dan panjang di sesuaikan ukuran lahan, dan dibentuk parit antar bedengan dengan kedalaman sekitar 20 cm, bagian atas bedenganpun harus dicangkul sedalam 20 cm juga agar tanah menjadi gembur. Parit inipun tidak digunakan sebagai media penyimpanan air akan tetapi sebagai akses jalan saja ketika melakukan aktivitas perawatan bawang merah. Karena biasanya tanah yang bukan jenis tanah liat umumnya tidak dapat menyimpan air dalam waktu yang lama, sehingga pada saat penyiramanpun dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan memikul air.
  4. Selanjutnya tanah galian parit didiamkan kurang lebih satu minggu. Hal ini dimaksudkan agar bakteri bakteri tanah dan penyakit penyakit tanaman teroksidasi terlebih dahulu dan juga untuk memberi kesempatan pada tanah untuk mendapatkan udara sehingga tanah akan sehat dan bagus untuk ditanami bawang merah. Kesalahan yang sering dilakukan oleh para petani adalah mengolah lahan dengan terburu buru, begitu tanah galian parit diangkat keesokan harinya langsung diolah ketahapan berikutnya. Hal ini dilakukan karena mereka beranggapan semakin lama akan semakin banyak waktu yang terbuang. Padahal yang demikian adalah kurang benar.
  5. Setelah tanah didiamkan selama satu minggu, kemudian tanah dihaluskan atau digemburkan dari ukuran semula yang besar. Alangkah baiknya pada tahapan ini tanah dicampur dengan pupuk kandang dengan takaran secukupnya
  6. Buat gari-garis pada bedengan dan sekaligus sebagai lubang untuk menanam bawang merah. Garis dibuat tegak lurus dengan panjang bedengan, atau searah dengan luas bedengan. Jarak antara garis satu dengan garis yang lainnya sekitar 15-20 cm. Garis dibuat dengan bilah besi yang dipukulkan pada bedengan tadi sehingga akan membentuk lubang yang memanjang
  7. Kemudian pasang mulsa plastik hitam perak namun sebelumnya buatkan lubang tanam pada mulsa dengan meneyesuaikan ukuran jarak tanam/lubang tanam yag sudah di buat pada bedengan
  8. Penanaman : sebelum melakukan penanaman lakukan seleksi benih/bibit pilih bawang yang mulus dan bagus hindari penggunaan bawang yang memiliki bercak hitam yang akan menimbulkan penyakit pada tanaman bawang nantinya. Kemudian potong ujung bawang sampai terlihat daging bawangnya kemudian tanam dengan posisi bawang bagian bawah yang sudah di potong timbun dengan tanah namun terlalu memadatkan tanah dan biarkan tetap berongga agar sirkulasi air dan udara selalu lancar.
  9. Penyiraman dilakukan secara intensif setiap pagi untuk menurunkan embun apabila ada hujan malam hari, kecuali pada fase awal (0-1 HST) disiram pagi dan sore.
  10. Pemupukan dasar (2-5 ton/ha) pupuk organik/ kompos, SP-36= 200-300 kg/ha, + KCl= 50-100 kg
  11. Pemupukan susulan
  • 10 HST= 100 kg urea + 150 kg ZA
  • 20 HST= 100 kg NPK Mutiara untuk lahan ultisol
  • 30 HST= 100 kg urea + 150 kg ZA
  1. Pengendalian OPT berdasarkan sistem PHT (preventif &curatif), bila memungkinkan menggunakan shadingnet.
  2. Panen mengikuti SOP penanganan pasca panen sesuai tujuan produksi konsumsi atau untuk benih.

 

Penulis : Marwayanti Nas (BPTP Sulbar)

Sumber: Teknologi  Balitbangtan

PENGUNJUNG

118

HARI INI

63692

KEMARIN

35210624

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook