Materi Penyuluhan

Menegenal Berbagai Penyakit Dan Pengedalian Pada Tanaman Bawang Putih

Jum'at, 11 Jun 2021
Sumber Gambar : Agusfauzin.com, petani digital dan lainnya

 

Penyakit tanaman – adalah semua jenis organisme pengganggu tanaman yang dapat menimbulkan kerusakan fisik yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan kehahadirannya dalam budidaya tanaman (Bawang putih). Dalam dunia pertanian istilah penyakit sering diartikan sebagai bentuk kerusakan fisik tanaman yang disebabkan oleh organisme tidak kasat mata, yaitu bakteri dan jamur, namun sayangnya hingga saat ini banyak diantara kita masih menganggap pestisida sintetis kimia adalah satu-satunya solusi untuk melindungi tanaman dari kerusakan pada tatanam  padahal penggunaan pestisida kimia memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Pestisida kimia jika digunakan secara terus menerus dan tidak terkendali dapat menyebabkan resistensi penyakit terhadap suatu bahan aktif pestisida. untuk menyelamatkan manusia dan lingkungan dari efek negatif pestisida kimia maka diperlukan sebuah konsep pengendalian penyakit yang sehat dan ramah lingkungan yang dikenal sebagai sistem pengendalian hama terpadu (PHT). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) – adalah suatu konsep atau cara berpikir dalam upaya pengendalian yang dipadukan dalam satu-kesatuan utuk mencegah kerusakan tanaman dan timbulnya kerugian secara ekonomi serta mencegah kerusakan lingkungan dan ekosistem. Selanjutnya bagaimana mengenal penyakit dang pengendaliannya yang sering menyerang pada tanaman bawang putih antara lain;

  1. Penyakit bercak ungu atau trotol disebabkan oleh cendawan Alternaria porri, dapat menyebabkan kerugian 50–90%. Patogen ditularkan melalui udara. Penyakit ini akan berkembang dengan cepat pada kondisi kelembaban tinggi dan suhu udara rata-rata di atas 260C. Gejala serangan ditandai dengan terdapatnya bintik lingkaran berwarna ungu pada pusatnya, yang melebar menjadi semakin tipis. Bagian yang terserang umumnya berbentuk cekungan. Cendawan juga menyerang umbi sehingga dapat menulari umbi lainnya. Penyakit berkembang apabila kelembaban tinggi, disertai suhu tinggi, pemberian pupuk N yang tinggi dan drainase yang kurang baik. Tanaman inangnya antara lain ialah bawang merah, bawang putih, bawang daun, dan tanaman bawang-bawangan lainnya.Pengendalian: Pemusnahan total bagian tanaman yang terinfekksi. Rotasi tanaman. Perlakuan terhadap bibit dengan fungisida yang dianjurkan dengan takaran 10 gr/10kg umbi. Untuk menghindari menempelnya konidia patogen di daun, dianjurkan untuk me-nyemprot/ menyiram/ mencuci daun dengan air bersih saat setelah turun hujan. Menggunakan fungisida efektif seperti Antracol 70, Daconil 70 WP. Dosis sesuai anjuran.
  2. Antraknos/Otomatis (Colletotrichum gloeosporioides) Penyakit otomatis atau antraknos pada bawang merah disebabkan oleh cendawan C. gloeosporioides dan C. capsici. keduanya patogenik terhadap semua jenis bawang-bawangan seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan bawang daun. Gejala serangan ditandai adanya bercak putih yang melekukke dalam. Pada bagian tengah bercak terdapat kumpulan titik hitam yang merupakan kelompok spora. Pengendalian : menggunakan fungisida anjuran, bawang merah, bawang daun, dan bawang-bawangan lainnya. Patogen penyakit embun bulu ditularkan melalui angin. Gejala serangan pada tanaman bawang merah ditandai daun berwarna pucat dan menguning. Bila udara lembab, daun yang terserang akan menunjukkan bintik-bintik berwarna ungu dan membusuk, sedangkan bila udara kering daun yang terserang akan menunjukkan bintik-bintik putih. Kondisi optimum untuk perkembangan penyakit ini ialah pada suhu 150C dan kelembaban tinggi terjadi selama 6-12 jam.
  3. Penyakit layu fusarium Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum, me-nyerang daun dan pangkal daun. Patogen ditularkan melalui umbi bibit, udara, tanah dan air. Bersifat tular tanah dan berkembang mengikuti aliran air, spora dapat bertahan lama di tanah. Gejala serangan ditandai dengan daun menguning dan terpelintir, selanjutnya layu. Tanaman mudah dicabut, karena pertumbuhan akar terganggu (membusuk). Jika terinfeksi melalui benih, gejala serangan mulai terlihat pada umur 7-14 hari setelah tanam, sedangkan jika terinfeksi melalui tanah, gejala serangan mulai terlihat pada umur lebih dari 30 hari setelah tanam. Tanaman inangnyaantara lain ialah buncis, cabai kentang, kacang panjang, labu, mentimun, oyong, paria, seledri, semangka, tomat, dan terung. Pengendalian: Tanaman yang terserangsegera dicabut dan dimusnahkan. Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya. Drainase di jaga sebaik mungkin dan kebersihan lingkungan dijaga. Pencegahan di daerah endemis Fusarium, perlu perlindungan benih dengan menaburkan fungisida dosis 100 gram/100 kg benih yang diberikan dua atau tiga hari sebelum tanam atau benih direndam selama 15 menit dalam larutan Trichoderma 10-20 ml/1 liter air. Menggunakan pupuk organik plus agensia hayati Trichoderma sp atau Gliocladium sp sebanyak 10-15 kg/ha yang ditaburkan pada bedengan sebelum tanam. Menggunakan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP, dosis sesuai anjuran.
  4. Penyakit busuk leher akar (Botrytis allii) Penyakit busuk leher akarl disebabkan oleh cendawan Botrytis allii. Patogen ditularkan melalui udara. Penyakit ini akan berkembang dengan cepat pada kondisi kelembaban tinggi dan suhu udara rata-rata di atas 15-200C, lahan yang becek dan lembab. Gejala serangan ditandai dengan leher tanaman melunak kemudian membusuk. Tanaman inangnya antara lain ialah bawang merah, bawang putih, bawang daun, dan tanaman bawang-bawangan lainnya.
  5. Penyakit virus kompleks Penyakit virus kompleks dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, seperti virus mosaik, virus daun menggulung, virus Y, dll. Pada umumnya penyakit virus ditularkan oleh serangga vektor seperti kutu daun atau oleh tangan, peralatan pertanian, dll. Gejala serangan virus kompleks sangat bervariasi. Namun demikian gejala umum yang tampak pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang mempunyai beberapa corak. Bagian daun yang klorosis dapat berwarna hijau muda sampai kuning, bahkan mendekati putih. Seringkali permukaan daun men-jadi tidak rata atau tampak mempunyai lekuk-lekuk hijau tua. Tanaman inangnya antara lain ialah tomat, kentang, cabai, kacang-kacangan, mentimun dan bawang-bawangan.

Demikian naskah Cyber ini saya dengan judul TIPS Pengendalain Beberapa Hama Pada Tanaman Bawang Putih yang saya buat semoga bermanfaat dan dapat dijadikan ajang diseminasi.

Ditulis ulang oleh       : Dalmadi BBP2TP Bogor

Sumber                        : Balitbangtangdan, Ratih Sandrakirana, Lilia Fauzia, Ericha Nurfitria Alami, Lina Aisyawati, Diding Rahmawati, Wahyu Handayati, Irma Susanti, dan Baswarsiati. 2018 serta  Berbagai sumber media elektronik (Internet)

Gambar                   : Agusfauzin.com, petani digital dan lainnya

PENGUNJUNG

2331

HARI INI

64232

KEMARIN

37670207

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook