Materi Penyuluhan

TIPS Pengendalain Beberapa Hama Pada Tanaman Bawang Putih

Jum'at, 11 Jun 2021
Sumber Gambar : Agusfauzin.com, petani digital dan lainnya

Hama adalah semua jenis organisme pengganggu tanaman yang dapat menimbulkan kerusakan fisik yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan kehahadirannya dalam budidaya tanaman (Bawang Putih). Dalam dunia pertanian istilah hama sering dikonotasikan  sebagai organisme pengganggu tanaman yang kasat mata, yaitu hewan. misalnya adalah hama kutu, belalang, burung dan lain sebagainya. Namun sayangnya, hingga saat ini banyak diantara kita masih menganggap pestisida sintetis kimia adalah satu-satunya solusi untuk melindungi tanaman dari kerusakan. padahal penggunaan pestisida kimia memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. pestisida kimia jika digunakan secara terus menerus dan tidak terkendali dapat menyebabkan resistensi hama terhadap suatu bahan aktif pestisida, lebih parahnya lagi, aplikasi pestisida kimia dapat menimbulkan resurjensi hama, yaitu peledakan atau peningkatan populasi hama secara cepat. untuk menyelamatkan manusia dan lingkungan dari efek negatif pestisida kimia maka diperlukan sebuah konsep pengendalian hama yang sehat dan ramah lingkungan yang dikenal sebagai sistem pengendalian hama terpadu (PHT) Pengendalian Hama Terpadu (PHT) – adalah suatu konsep atau cara berpikir dalam upaya pengendalian yang dipadukan dalam satu-kesatuan utuk mencegah kerusakan tanaman dan timbulnya kerugian secara ekonomi serta mencegah kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan komoditas hortikultura yang penting bagi masyarakat Indonesia mengingat ragam dan jumlah pemanfaatannya. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyedap makanan hampir di setiap masakan, komoditas ini juga berperan sebagai obat bagi beberapa jenis penyakit. Umbi bawang putih dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati gangguan pernafasan, sakit kepala, wasir, susah buang air besar, memar atau luka sayat, cacingan, insomnia, kolesterol, influenza, gangguan saluran kencing, dan lain-lain. Keadaan ini membawa dampak terhadap tingginya nilai ekonomis bawang putih di mata masyarakat Indonesia. Dalam budidaya bawang putih, agar menghasilkan produk yang maksimal dan bermutu tinggi maka salah satu tips yang dapat mengusung dalam berusahatani bawang putih adalah pengendalain beberapa hama pada tanaman bawang putih.

Dalam berusahatani tanaman bawang putih akan dinilai berhasil yang bagus dan bermutu tingga tak luput dai salah satu penguasaan pengetahuan sikap dan ketrampilan (PKS) petani dalam keberhasilan pengendalian OPT (Hama). PKS petani dalam menentukan pilihannya yang dimilikinya untuk pengendalian hama bawang putih sangat tergantung pada hasil identifikasi terhadap jenis OPT yang menyerang, dengan diketahui jenis OPT yang menyerang akan dapat ditentukan cara pengendalian yang tepat.

Selanjutnya beberapa Tips pengenadalian hama bawang putih yang perlu dipahami dan dilakukan dalam berusaha tani bawang putih agar produk dapat berhasil  dan bermutu baik dalah;

  1. Ulat tanah (Agrotis ipsilon): Ciri-ciri: Ulat berwarna hitam keabu-abuan, Aktif pada senja hari. Gejala serangan: ditandai dengan tanaman atau tangkai daun rebah, karena dipotong pada pangkalnya. Tanaman inang: tanaman muda yang baru ditanam seperti cabai, tomat, terung, bayam, kangkung, paria, kacang panjang, dll. Pengendalian: dengan insektisida Fipronil 0,3 G sebanyak 15 kg/h.
  2. Uret (Holotrichia sp.) Ciri-ciri: Larva berwarna putih dengan bentuk tubuh membengkok. Aktif pada senja hari. Gejala serangan : ditandai dengan tanaman atau tangkai daun rebah, karena dipotong pada pangkalnya. Tanaman inang : tanaman muda yang baru ditanam seperti cabai, tomat, terung, bayan, kangkung, paria, kacang panjang, dll. Pengendalian dengan insektisidaFipronil 0,3 G sebanyak 15 kg/h.
  3. Lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) Ciri-ciri: Serangga dewasa berupa lalat kecil yang beruku-ran ± 2 mm; Larva aktif mengorok dan membuat lubang pada jaringan daun Gejala serangan : pada daun terdapat bintik-bintik putih dan alur korokan yang berwarna putih. Tanaman inang : cabai, tomat, seledri, kentang, kangkung, dll. Pengendalian : Pemasangan perangkaplekat warna kuning sebanyak 40-50 buah/ ha, dipasang pada saat tanam, Aplikasi Steinernema spp 5 x 108 juvenil III/ha dan Insektisida anjuran.
  4. Ulat Bawang (Spodoptera exigua) Ciri-ciri:Larva berbentuk bulat panjang berwarna hijau atau coklat, Imago aktif pada malam hari. Gejala serangan: ditandai dengan timbulnya bercak-bercak putih transparan pada daun. Tanaman inang: bawang kucai, bawang daun, bawang putih, cabai, jagung, dll. Pengendalian: Musnahkan paket telur, larva, dan pupa yang ditemukan, untuk mengendalikan hama ulat bawang dipasang perangkap Feromon Exi sebanyak 15-20 buah/ha dan lampu perangkap sebanyak 10-15 buah/ha, Menggunakan insektisida efektif: Hostation 40 EC, Dursban 20 EC, dosis sesuai anjuran.
  5. Ulat Grayak (Spodoptera litura) Ciri-ciri: Warna ulat bervariasi tergantung jenis makanannya, Mempunyai tanda hitam yang menyerupai kalung pada lehernya, Aktif pada senja hari. Gejala serangan : daun berlubang-lubang tidak beraturan. Tanaman inang : cabai, bawang merah, tomat, ter-ung, bayan, kangkung, paria, dll. Pengendalian : Musnahkan paket telur, larva, dan pupa yang ditemukan, Untuk mengendalikan hama ulat bawang dipasang perangkap Feromon Exi sebanyak 15-20 buah/ha dan lampu perangkan sebanyak 10-15 buah/ha, Menggunakan insektisida efektif : Hostation 40 EC, Dursban 20 EC, dosis sesuai anjuran.
  6. Kutu daun bawang (Neotoxoptera formosana) Ciri-ciri : Serangga kecil dengan warna hitam kecoklatan, berukuran paling pan-jang 2 mm, Nimfa dan imago menyerang daun-daun muda, dengan cara men-usuk dan mengisap cairan daun, Aktif sepanjang hari. Gejala serangan : ditandaidengan perubahan tekstur daun menjadi keriput, ter-puntir, berwarna kekuningan, pertumbuhan tanaman kerdil, daunmenjadi layu dan akhirnya mati. Tanaman inang: bawang merah, bawang daun, dan bawang kucai. Vektor Virus. Pengendalian: Aplikasi jamur entomo patogen B. bassiana berupa suspensi (biakan jagung) langsung dosis 1kg/ha langsung disemprotkan di habitat hama pada sore haridan menggunakan insektida anjuran. Dan masih ada lagi hama lainnya.

Demikian naskah Cyber ini saya dengan judul TIPS Pengendalain Beberapa Hama Pada Tanaman Bawang Putih yang saya buat semoga bermanfaat dan dapat dijadikan ajang diseminasi.

Ditulis ulang oleh          : Dalmadi BBP2TP Bogor

Sumber                        : Balitbangtangdan, Ratih Sandrakirana, Lilia Fauzia, Ericha Nurfitria Alami, Lina Aisyawati, Diding Rahmawati, Wahyu Handayati, Irma Susanti, dan Baswarsiati. 2018 serta  Berbagai sumber media elektronik (Internet)

Gambar                        : Agusfauzin.com, petani digital dan lainnya

PENGUNJUNG

3282

HARI INI

64232

KEMARIN

37671158

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook