Materi Penyuluhan

SAPI POTONG SEHAT BUTUH KONSENTRAT

Rabu, 09 Jun 2021
Sumber Gambar : https://ternak-sehat.fkh.ugm.ac.id

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Bahkan untuk usaha komersial , dapat mencapai hingga 70 %. Fakta di lapangan, kemampuan ekonomi petani/peternak pada peternakan rakyat masih relatif rendah sehingga sering terjadi ternak sapi peliharaan tidak diberi pakan yang memadai dikarenakan harga pakan yang relatif mahal.

Pakan yang diberikan haruslah sesuai dengan ketersediaan, kesinambungan, kualitas maupun kuantitasnya.  Disebabkan biaya pakan dalam usaha penggemukan memberikan kontribusi yang cukup besar, oleh karenanya peternak harus dapat memberikan pakan yang murah namun berkualitas sehingga bermanfaat bagi peningkatan produksi daging. Untuk menyusun ransum ternak sapi potong yang terpenting adalah strategi dalam mengolah bahan pakan potensial yang tersedia secara lokal menjadi produk ekonomis yang aman, sehat, utuh, berkualitas dan halal.

Ada tiga jenis pakan sapi potong yang biasa digunakan oleh peternak. Salah satu diantaranya adalah pakan konsentrat. Sedangkan yang lainnya yaitu pakan hijauan dan pakan tambahan. Ketiga jenis pakan tersebut diberikan dalam bentuk ransum atau diberikan secara terpisah. Khusus pemberian konsentrat umumnya pada pagi hari, dilakukan sebelum pemberian pakan hijauan.

Konsentrat merupakan pakan ternak bergizi tinggi yang tersusun dari beberapa bahan pakan dengan proporsi jumlah dan kandungan nutrisi yang berimbang.

Konsentrat merupakan pakan ternak bernilai gizi tinggi dengan harga relatif mahal. Oleh karena itu, untuk menghemat biaya, konsentrat dapat dibuat sendiri dari bahan murah dan mudah diperoleh serta berkualitas baik yang tersedia secara lokal dengan proporsi jumlah dan kandungan nutrisi yang berimbang.

Pakan konsentrat terbuat dari bahan dengan kadar serat kasar yang rendah sehingga mudah dicerna oleh ternak. Konsentrat berperan penting mempercepat proses penggemukan sapi potong, tetapi peternak tidak boleh memberikan pakan konsentrat terlalu tinggi, harus diimbangi dengan hijauan. Pada umumnya konsentrat terbuat dari bekatul, dedak, ampas singkong, ampas tahu, bungkil kelapa, tepung ikan, dan polard. Bahan yang paling sering digunakan untuk membuat konsentrat adalah limbah pertanian karena harganya jau mudah diperoleh dan berkualitas baik h lebih ekonomis.

Fungsi dan cara pembuatan konsentrat

Konsentrat berfungsi sebagai pakan tambahan untuk melengkapi pakan dasar (pakan sumber serat/rumput). Bagi ternak sapi potong, pakan ini merupakan : a) sumber protein; b) sumber energi; dan c) pakan pelengkap. Agar berfungsi optimal, pakan konsentrat harus terdiri dari : pakan sumber protein tinggi, pakan sumber energi tinggi serta pakan sumber vitamin dan mineral.

Kandungan gizi ideal untuk konsentrat adalah : a) kadar air maksimal 12%; b) Protein kasar minimal 12%; c) lemak kasar maksimal 6%; d) SK maksimal 12-17%; e) Abu maksimal 10%; f) TDN minimal 64%.

Formulasi konsentrat dapat bervariasi luas, tanpa memberikan pengaruh nyata terhadap tampilan produktivitas ternak. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan nutrisi, ketersediaan, kandungan nutrisi, harga, adanya faktor pembatas/zat racun/ anti nutrisi.

Untuk pembuatan pakan konsentrat sebanyak 100 kg (kandungan protein + 14 %), membutuhkan bahan sebagai berikut : Bungkil Kelapa 10 kg, Bungkil Jagung 30 kg, Dedak 54,8 kg, Mineral Mix 0,2 kg atau 200 gr dan Tepung Ikan 0,5 kg atau 500 gr.

Caranya membuatnya : Campur semua bahan sampai rata lalu berikan ke ternak sapi sebanyak 1 kg/ekor/hari.  Pada saat memberikan pakan konsentrat ke ternak sapi sebaiknya disesuaikan dengan selera ternak.  Jika ternak sapi menyukai pakan yang agak basah, dapat diberikan sedikit air, bahkan ada ternak sapi yang suka jika konsentrat ini diberi dengan cara dikocor (dicampur air). Pemberian pakan konsentrat pada ternak sapi sebanyak 1 kg/ekor/hari yang disertai pemberian hijauan segar sebanyak 10% dari berat badan sapi atau hijauan kering sebanyak 3% dari berat badan sapi dapat memberikan pertambahan berat badan harian (PBBH) minimal 0,5 – 0,7 kg/ekor/hari. (Inang Sariati).

PENGUNJUNG

3797

HARI INI

64232

KEMARIN

37671673

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook